Dia Istriku, Bukan Babu

Dia Istriku, Bukan Babu
Bab 31


__ADS_3

Suasana desa sangatlah asri, disana jauh dengan jalan raya besar sehingga udara tetap asri dan sejuk, itu yang selalu Naya rindukan dari kampung halaman. Suara ayam berkokok adalah lagu terindah mengawali ia membuka matanya. Namun di kota, ia bahkan tidak mendengar ayam berkoko sama sekali.


''Kau kenapa?'' tanya Abra ketika orang tua Jessy susah pulang bersama Jessy dan Juna.


''Bang, Apakah kakaknya Jessy itu baik? Maksudnya Naya ... Apakah abang juga kenal baik dengannya?'' tanya naya ragu untuk menceritakan kejadian yang tadi ia alami. Namun Abra bukanlah orang yang tidak peka akan apa yang istrinya maksud.


''Katakan pada abang, Apa yang terjadi? Apa sudah terjadi sesuatu yang tidak abang ketahui?'' tanya Abra. Naya terlihat kebingungan untuk menjelaskan apa yang terjadi paa Abra.


Abra mengambil keduaa tangan Naya dan membuat sang istri menatap pada dirinya.


''Kau istri abang,  apapun yang terjadi katakan sama abang, kau tanggung jawab abang, ayo ceritakan pada abang,'' ucap Abra


''Zaneetaa, dia memanggil Naya dengan nama itu bang, Apakah abang tahu siapa Zaneeta? Dia bilang aku adalah Zaneeta dan aku sudah membohongi abang,'' ucap Naya dengan mata yang berkaca.


''Zaneeta?'' tanya Abra memperjelas nama itu, Naya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


''Jessy pernah mengucapkan nama itu, tai Jessy juga tidak tahu dengan wajah Zaneeta. Jessy mengatakan jika wanita itu adalah wanita yang jahat bahka buroan, namun kak Juna sangat dekat dengannya, kak Juna selalu menilai kalau Zaneeta itu baik meskipun semua orang mengatakan kalau wanita itu adalah penjahat profesional, tapi ketika wanita itu menghilang, penilaian Juna berubah, tapi kenapa kak Juna mengatkan kalau kau dia? Apa kalian memiliki kemiripan?'' tanya Abra pada dirinya sendiri.


''Naya takut dengan tatapan matanya bang, Naya takut ketika dia mencekal tangan Naya,'' ucap Naya yang kini sudah tidak bisa menahan air matanya.


Abra menarik tubuh istrinya dalam pelukannya.


''Abang akan cari tahu, kamu jangan cemas ya? Aku yakin kak Juna salah faham, dia pasti salah mengenali kamu, kau mau pulang atau ingin menemani abang disini?'' tanya Abra


''Mau disini saja bang, tidak apa-apa kan?'' tanya Naya


''Kenapa mala di cubit sayag, bukannya di cium karena tersentuh,'' ucap Abra


''Aku rasa tingkat kegombalan abang sellu meningkat setiap hari,'' ucap Naya yang membuat Abra tertawa.


******

__ADS_1


''Kak, aku tahu kakak sudah melakukan sesuatu dengan kak Naya, sebenarnya apa yang kakak fikirkan, kak Naya wanita yang baik, dia istri kak Abra,'' uca Jessy ketika mereka dirumah, Jessy mengikuti kakaknya hingga ke kamarnya.


''Apa yang kau tahu?'' tanya Juna seraya memebuka kancing bajunya satu persatu.


''Kakak menarik tangan kak Naya dengan kasar, lalu apa maksud kakak kalau kak Naya tidak akan hamil?'' tanya Jessy


''Karena kakak tahu siapa dia, Jessy. Dia bukan wanita yang baik seperti yang ada dalam pikiranmu, kakak mengenalnya lebih dari siapapun,'' ucap Juna dengan sedikit meninggikan suaranya.


''Kakak jangan asal bicara, Apakah penglihatan kakak saat ini sudah merabun, ini npertama kalinya kak Naya ke Jakarta dan kakak bilang kalau kakak sangat mengenalnya? Apakah kakak tahu dimana tempat ia tinggal, Apakah kakak tahu apa saja yang ia alami selama ini? siksaat dari mertua dan adik iparnya, apakah kakak tahu it?''tanya Jessy dengan tak kalah keras.


''Ibu bohong, Jessy. Kalian sudah d bohongi oelh wanita itu, ka--


''Itu tidak bohong kak, itu di saksikan oleh ka Abra keika kak Abra pulang dari sini, karena itu;ah kak Abra membawa kak Naya kemari karena tidaak tega dengan kondisinya, apakah kakak tahu, di balik gamis yang ia pakai, tubunya hanya tinggal kult dan tulang,'' ucap Jessy membuat Juna terdiam, namun Juna masih yakin dengan apa yang ada dalam pikirannya, jika Naya itu adalah Zaneeta yang menyamar menjadi wanita lain.


Sejenak mereka terdiam, lalu Juna melangkah menuju ke lemari pakaiannya, ia mengambil kotak dan membukanya. Ia mengeluarkan beberapa lembar foto yang ia ambil dengan sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


''Sekarang kau lihatlah, dia Zaneeta, wanita yang selama ini kakak certakan, Apakah ada seseorang yang begitu mirip di dunia ini? Matanya, hidungnya, bibirnya, semuanya sama, Jessy.''


__ADS_2