
Di siis lain, Fitri kini benar-benar merasa tertekan, ketika Adi mengabaikan ia beberapa hari ini.
''Mas, biacara sama aku, apa yang harus aku lakukan agar kau kembali mencintaiku, mas?'' tanya Fitri ketika Adi baru datang.
''Mas, jangan diam seperti ini terus, aku ini strimu, aku berhak atas nafkah darimu, nafkah lahir dan bathin darimu, mas,'' ucap Fitri seraya memeluka Adi dari belakang.
''Fitri, aku sudah tidak berselera denganmu, aku sudah mengatakan ... kau kembalilah pada orang tuamu, kita hidup dengan sendiri-sendiri, lagian kau dan keluargaku sudah tidak mungkin bersatu, lalu apa tujuan hidup kita.
Fit, aku jahat, karena aku sering main diluar, ya aku-akui itu, tapi jika aku melihat kau dan kakakku selalu berdebat, aku juga tidak bisa tinggal diam,'' ucap Adi
''Jadi kau ebih sayang sama kakakmu?'' tanya Fitri.
''Ya, aku sangat sayang dengan kakakku, dia yang membesarkan aku selama orang tuaku gak ada, apa kau faham dengan itu? Tidak Fitri, kau tidak akan pernah faham karena kau tidak pernah menghargai arti persaudaraan,'' imbuh Adi, mendengar apa yang Adi katakan, Fitri tersenyum meremehkan.
''Kau mengatkan kalau kau sangat mencintai kakakmu, lalu bagaiaman jika dia di perlakukan yang sama dengan apa yang kau lakukan padaku?'' tanya Fitri dengan senyum meremehkan.
''Aku akan membunuh laki-laki yang sudah menyakiti kakakku, apa kau mengerti?'' ucap Adi membuat bulu kuduk Fitri berdirir, tatapan Adi sudah mengisayaratkan bahwa ia serius dengan ucapannya.
''Pergilah Fitri, mari kita bercerai,'' ucap Adi
''Aku punya wanita lain sebelum kita menjukah, dan aku akan segera menkah dengannya.'' ucapan Adi langsung membuat hati Fitri langsung hancur tak tersisa, tubuhnya lemaas, tungkainya seolah tak bertulang, akhirnya ia terjatuh dengan air mata yang bercucuran, Adi mengabaikan hal itu dan langsung berlalu meninggalkan Fitri.
Awalnya Adi ingin membersihkan diri, namun dengan kejadaian ini ia kembali pergi setelah mengambul pakaian yang baru.
''Kau jahat, Adi, kau sangat jahat! Apa salahku ... Apakah cintaku kurang untukmu, aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu, kau hanya milikku, Adi da akan hanya menjadi milikku, kau tidak akan bisa di miliki siapapun kecuali aku, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada seorang wanitapun yang akan memilkimu,'' gumam Fitri dalam tangisannya.
__ADS_1
***
*****
******
''Apakah kau sekarang berfikiran sama sepertiku, jika Naya adala Zaneeta?'' Tanya Juna
''Ini tidak mungkin kak, karakter mereka berbeda, kau lihatlah kak kebiasan Zaneeta yang sangat tomboy dan kak Naya sangat feminim bahkan sekarang pakaiannya tertutup,'' ucap Jessy yang masih belum percaya jika ternyata Zaneeta dan Naya memilki kemiripan yang sangat luar biasa, bagaikan pinang di belah dua, begitulah Zaneeta dan Naya.
''Tap tidak mungkin ada dua orang yang sangat mirip, Jessy. Setahuku Zaneeta tidak memiliki keluarga,'' ucap Juna
''Tapi kak Naya memilki ayah kandung, kak. Jika kakak memang penasaran apakah kak Naya adalah kak Zaneeta coba kakak datangi kampungnya cari tahu semua tentang kak Naya, aku yakin kak Naya sudah dari kevil tinggal d sana, begitu yang aku dengar dari kak Abra,'' ucap Jessy.
''Untuk apa kak Abra menipuku dan itu ia cerota jauh sebelum ia membawa kak Naya kesini, lagian kak apa untungnya kak Abra membohongi kita, selama ini kita sudah sangat menegnal kak Abra dan dia menag mengatakan kalau dia sudah beristri dan namanya Naya, kakak ingat-ingat lagi, apakah ada tanda yang kak Zaneeta miliki? Mungkin itu bisa jadi petunjuk nanti,'' ujar Jessy yang di benarkan oleh Juna.
''au benar, aku sangat ngat kalau Zaneeta memilki tanda d lengannya, warnanya sedikit kecoklatan dan besarnya seperti apa ya?'' tanya Juna pada diri sendiri seraya mengingat besar tanda lahir yang Zaneeta miliki.
''Ah iya aku ingat, besarnya seperti jari kuku yang ada di jari kelingking, tidak buat dan juga tidak panjang,'' ucap Juna
''Nanti aku bantu selidiki ya kak, Kakak juga harus selidiki ke kampungnya untk memastikan hal itu, supaya kakak lega dan tidak main menuduh kak Naya lagi,'' ucap Jessy yang di benarkan oleh Juna.
Sedangkan Naya mash sangat ngat dengan kejadia yang Juna lakukan, bahkan pegangan tangannya di pergelangan tangannya masih sangat terasa sakitnya.
''Apakah mungkin ada yang mirip denganku? Tapi apa sebegitu miripnya sehingga kak Juna langsung mengatakan kalau adalah Zaneeta/'' gumam Naya ketika ia sedang berbaring di atas ranjangnya, sedangkan Abra masih berada didalam kamar mandi. Naya menatap langit-langit kamarnya,rambutnya di biarkan tergerai dengan begitu indah.
__ADS_1
''Aku sangat kepikiran dengan hal tadi, bahkan aku bisa melihat kemarahan yang kak Juan perlihatkan dari sorot matanya, Apakah ada masalah antara kak Juna dengan wanita itu?'' tanya Naya pada diri sendiri.
''Naya, stop! Jangan pikirkan itu lagi, bukankah bang Abra sudah mengatakan jika ia akan menyelidiki ini?'' gumam Naya seraya menutup matanya dengan kedua tangannya.
Tanpa sadar, Abra susah keluar dari kamar mandi dan mendapati tingkah istrinya.
Abra tersenyum, ia mengira kalau istrinya sedang membayangkan sesuatu yang ia bisikkan tadi.
Perlahan Abra melangkah dengan tanpa mengeluarkan suara. Ia pun menindih tubuh istrinya hingga Naya sadar jika ada seseorang diatasnya. Ia pun membuka matanya da mendapatkan wajah Abra yang yang kini berada diatas wajahnya.
Abra tersenyum seraya mengelus wajah Naya, Naya terpejam dengan sentuhan lembut dari tangan sang suami. Perlahan Abra mendekatkan wajahnya hingga mereka bisa merasakan hembusan dari nafas masing-masing.
Jantung Naya berdetak dengan begitu cepat. Ia selalu begitu meskipun mereka sudah sering bersama, namun debaran setiap debaran masih mereka rasakan seperti malam pertama yang mereka lakukan.
Desir angin menerpa tubuh mereka, Meskipun angin menerpa namun peluh membanjiri tubuh mereka. Seolah angin tidak mereka rasakan.
...----------------...
''Zaneeta, Benarkah itu bukan kau? Lalu dimana kau sekarang, siapa wanita itu? Mengapa kalian begitu mirip?'' Tanya Juna
''Kembalilah Zan, aku percaya kalau kau tidak bersalah, aku berjanji aku berjanji tidak akan menyalahkanmu, Kembalilah Zaneetaku'' ucap Juna menatap gambar Zaneeta.
Zaneeta adalah sosok wanita yatim piatu, ia kecil di jalanan, pekerjaannya mengamen untuk mencukupi kebutuhan adik angkat yang ia ambil di jalanan, terkadang ia mencuri di saat para adik-adiknya sakit, hingga Zaneeta memiliki rumah sendiri karena hasil mencurinya.
Zaneeta sering di kejar polisi namun Juna selalu melindunginya. Namun akhir-akhir ini, Zaneeta sudah mulai bekerja di sebuah cafe, dan dia berhenti bekerja mencuri, namun... ada salah satu temannya yang memfitnah bahwa pencurian yang terjadi di cafe itu adalah ulah Zaneta. Hingga karena kejadian itu Zaneeta di sudutkan dan mendapatkan kabag bahwa polisi sudah mencarinya, setelah itu Zaneeta sudah tidak terlihat. Bahkan semua adik-adiknya ia serahkan ke panti asuhan.
__ADS_1