Dia Istriku, Bukan Babu

Dia Istriku, Bukan Babu
Bab 35


__ADS_3

Abra-pun mengabari Juna jika ia bisa ikut dengannya untuk mencari kebenaran tentang Zaneeta. Naya juga sudah mulai mengisi kekosogannya dengan berkebun dan membaca novel di aplikasi biru favoritnya, sehingga ia terinpirasi untuk membuat novel sendiri. Saat ini Naya sedang baca karya yang berjudul Tiga Hati Yang Tersakiti, meskipun belum selesai, Naya masih stan bye untuk menunggu kelanjutannya.


Namun betapa terkejutnya Naya ketika lagi asyik baca Novel, tiba-tiba ada panggilan masuk dar nomor yang tidak ia kenali, awalnya Naya ragu untuk mengangkatnya namun ... Karena nomor itu selalu menghubunginya, Akhirnya Naya-pun mengangkatnya.


''Assalamualaikum,'' ucap Naya ketika bpanggilan itu sudah terhubung.


''Eh, Naya! Apakah kau sudah puas meracunin otak anakku untk selalu marah dengan ibunya sendiri, eh ... Kau orang yang baru hadir dalam hidup anakku, yang punya hak atas dirinya hanya aku-ibunya dan kau susah membuat dia jauh deari ibunya, dasar menantu sial*an kau!'' maki Bu Sani


''Maafkan Naya Bu, apa yang Naya lakukan sehingga ibu bisa menilai kalau Naya yang sudah membuat Bang Abra jauh dari ibu? Ibu yang membuat bang Abra jauh dari ibu, bukan Naya,'' ucap Naya


''Kau sudah berani ya melawan apa yang ibu katakan, sekarang mungkin Abra masoh percaya denganmu, tapi ibu pastikan kau akan di tendang oleh Abra setelah Abra tahu siapa dirimu yang sebenarnya, Doa ibu pasti akan Tuhan dengar karena ibu ini yag melahirka Abra, kau dengar itu!'' ancam Bu Sani


''Naya tahu, jika doa ibu pasti akan allah dengarkan untuk bang Abra, tapi Bu ... Doa seperti apa yang ibu panjatkan? Naya sebagai istri bang Abra selalu meminta untuk selalu membuat keluaraga Naya Sakinah, mawadah dan warahmah, lau ibu meminta pada Allah dengan permohonan agar Naya dan bang Abra berpisah, lalu menurut ibu, Allah akan mendengarkan doa yang mana?? doa seorang istri apa doa seorang ibu yang dzalim? '' tanya Naya.


Sejenak, Ibunya Abra terdiam mendengar apa yang menantunya katakan, ia tahu maksud dari ucapan Naya, Allah tidak suka dengan yang namanya perceraian, bukan berarti manusia tidak boleh bercerai, hanya saja jika masih bisa di selamatkan, tetaplah berusaha bertahan dengan pasangan kita.


''Naya, kau sudah berani melawan ibu, ibu tidak akan tinggal diam, awas saja ketika Abra sadr dan kembali pada Ibu, Ibu pasti akan menendangmu dari kehidupan Abra, '' ucap Ibunya Abra.


''Semoga Allah selalu menjaga rumah tanggaku, Bu. Kalau begitu.... Jaga kesehatan ibu dan keluarga, Assalamu'alaikum, '' ucap Naya mengakhiri panggilan mertuanya yang menurutnya hanya akan membuat ia sakit hati.

__ADS_1


Naya menarik nafas dalam-dalam agar ia bisa tenang.


...----------------...


''Sayang, abang berangkat dulu ya.... ?'' ucap Abra seraya mendekati Naya, Naya pun juga mendekati Bara dan memeluknya.


''Jaga diri dan kesehatan abang, aku akan menunggu abang disini, kabari jika abang sudah sampai di tujuan, " Ucap Naya seraya terus menenggelamkan wajahnya di dada Abra.


''Pasti sayang, Baiklah ... Kalau begitu aku berangkat, sepertinya Kak Juna sudab datang, ia masih emggan bertemu denganmu, ia masih berfikir kalau kau adalah Zaneeta-nya, bisa kebayang nggak kalau kalian benar-benar mirip?'' tanya Abra.


''Pasti beda-lah mas, Tidak akan ada yang benar-benar mirip kecuaki saudara kembar, '' ucap Naya seraya melepaskan pelukannya.


''Baiklah, nanti kalau wanita itu sudah di temukan, jangan sampai abang salah mengenali istri, " Ucap Naya serwya merapikan pakaian Abra.


''Ya tidak mungkinlah, meskipun mataku tertutup, aku pasti mengenali yang mana istriku, bidadariku, dan surgaku, '' ucap Abra.


Mereka melangkah hingga kini mereka sudah berada di luar pintu rumah, disana Naya bisa melihat Juna yang berada di dalam mobilnya, Juna memalingkan wajahnya ketika Naya melihat kearahnya.


''Baiklah hati-hati di jalan, '' ucap Naya setaya mencium punggung jangan Abra, Abra pun mencium kening Naya.

__ADS_1


''Kau juga jaga diri, Abang akan sangat merindukanmu, kalau ada apa-apa, sekecil apapun itu kabari abang, jangan menerima tamu asing, '' ucap Abra


''Baik, bang,'' ucap Naya seraya melambaikan tangannya pada Abra yang kini sudah masuk kedalam mobil Juna.


''Kita akan membutuhkan perjalanan paling cepat 9 jam paling lambat 10-11 jam, apa. kau ingin tahu kenapa aku pakai mobil ke Surabaya? Kenapa tidak naik pesawat?'' tanya Juna.


''Mungkin Kak Juna ingin menyelidiki pencarian ini mulai dari beberapa tempat yang mungkin kak Juna ketahui,'' ucap Abra seraya menoleh ke arah Juna.


''Kau benar, Surabaya tempat kami tinggal, Wonokromo temapt Zaneeta bekerja, tapi disana mereka mengatakan kalau Zaneeta pergi karena mencuri,'' ucap Juna.


''Mungkin Jika aku yang menyelidiki ini mereka tidak akan mengenaliku Kak, Aku akan mencoba untuk menggali nama Zaneta di beberapa karyawan sana, mungkin saja salah satu dari mereka mengetahui sesuatu tentang Zaneta,'' ucap Abra.


''Kamu bener Abra, Mungkin beberapa orang tidak menyukai dengan keberadaan Zaneta tapi aku yakin salah satu diantara mereka pasti ada yang menyukai Zaneeta, karena aku tahu meskipun Zaneta berpenampilan seperti itu hatinya itu sangat baik, dia tidak suka melihat temannya menderita, aku sudah mengenalnya lebih dari 3 tahun, dan aku tahu alasan dia mencuric dulu untuk menghidupi para adiknya, dan sekarang dia menghilang entah ke mana?'' ucap Juna.


"Oh iya aku lupa, Bukankah tempat tinggalmu dengan Naya adalah Probolinggo? Sekalian kita mampir ke Probolinggo, Aku juga ingin memastokan Apakah benar Naya itu bukanlah Zaneta?'' ucap Juna seraya menoleh ke arah Abra, tentu Abra faham jika Juna masih belum mempercayai bahwa Naya bukanlah Zaneta, kemiripan wajah Zaneta dan Naya 100% bisa dibilang sama, mungkin Jika mereka dipertemukan maka semua orang menilai bahwa mereka itu adalah saudara kembar, namun satu yang bisa membedakan mereka yaitu penampilan Naya dan juga Zaneta. Selain penampilan mungkin tidak ada sedikitpun perbedaan antara wajah Zaneta dan juga Naya.


...----------------...


''Aku akan memastikan bahwa kalian akan menerima hukuman dari semua yang kalian lakukan padaku, aku tahu jika kalian juga memperlakukan adik-adikku dengan tidak baik dan Aku pastikan kalian akan mendapatkan hukuman akan semua itu,'' ucap wanita yang terikat yang ternyata adalah Zaneta.

__ADS_1


'Oh Tuhan... harus dengan cara apa agar aku bisa lepas dari sini,' batin Zaneeta Seraya melihat ke arah sekeliling, ia merasa Jika ia kini berada di sebuah rumah yang berada di tengah-tengah hutan, karena selama ini Zaneta tidak pernah mendengar suara seorang pun, Iya juga hanya bisa melihat pohon-pohon dari jendela kecil yang berada di sekitarnya.


__ADS_2