
Tora Sin membawa Sherly Lee turun dari mobilnya, namun ini di rumah Tora bukan dirumahnya sendiri. "Masuk dulu, nanti saja jika ingin bertanya." perintah Tora sebelum Sherly bertanya.
Ario membantu mereka membawa beberapa barang yang dibeli saat perjalanan pulang tadi. Bahan makanan dan buah buahan dibeli Tora di mini market terdekat. Ario menyusunnya di dalam kulkas. "Aku tak jago memasak, apa aku harus memanggil Darko kemari." tanya Ario.
"Tidak perlu Ario, kau akan bertugas malam ini dengan Darko. Jika kalian kemari bagaimana dengan pekerjaan kalian?" tanya Tora.
"Melayani komandan kami termasuk tugas pak Tora." jawab Ario.
"Aku bisa melakukannya, aku sudah baik baik saja." ujar Sherly.
"Tidak. Kau perlu beristirahat, aku yang akan melakukannya." jawab Tora.
"Tapi tanganmu." tanya Sherly.
"Tidak ada kata tapi Sher, beristirahatlah. Kamarmu di lantai dua, sebelah kanan." perintah Tora.
"Rumahku di depan, mengapa aku harus tinggal disini kak?" tanya Sherly.
"Jangan membantahku Sher, kau ikuti saja perintahku." tegas Tora.
Ario mengangguk. "Jangan membantahnya, cepatlah beristirahat." ujar Ario.
Sherly menurutinya dan mencari kamarnya di lantai dua. Sherly kembali berpikir, mengapa tetangganya sangat posesif terhadapnya. Jika saja ia bukan polisi, Sherly sudah kabur. Tapi kali ini berbeda, ada rasa takut dan Tora mampu mengendalikannya.
Sherly menemukan kamarnya. Ruangan itu sangat rapi sekali. Ia merebahkan tubuhnya di ranjang besar itu. Tak lama ia terlelap karena pengaruh obat yang diminumnya.
*****
__ADS_1
"Kau yakin akan menyuruh wanita itu tinggal disini?" tanya Ario.
Tora mengangguk. "Ini satu satunya cara agar ia tidak terluka lagi Ario. Aku terkejut saat kau mengatakan Ferdinan adalah pimpinan preman Mesuji. Aku tak ingin anak buah Ferdinan melakukan kejahatan pada Sherly karena ia tertangkap. Kita akan menghadapi banyak masalah kedepannya. Aku heran mengapa wanita itu sangat polos sehingga tidak mengetahui siapa kekasihnya. Hem maksudku mantan kekasihnya sekarang." ujar Tora meralat kata katanya. "Aku juga berniat membayar orang untuk menjaga Sherly, aku tak mungkin 24 jam bersamanya." sambung Tora.
Ferdinan adalah komplotan preman sadis di mesuji. Ario mengatakannya saat membantu Tora di kamar mandi tadi. Sejak itulah, Tora harus over protektif terhadap wanitanya. Ia akan melindungi wanita yang ia cintai ini. Ia tidak ingin Sherly menghadapi bahaya sendirian. Pantas saja Ferdinan mampu mencekik Sherly. Karena pria itu adalah pria yang tak memiliki hati. Tora sangat bersyukur ketika mereka putus Ferdinan tidak melakukan kekerasan. Jika saja itu terjadi, Tora akan membunuhnya dengan tangannya sendiri.
Ario terus membantu Tora menyiapkan makan malam, sebelum ia berangkat tugas. Tora mengambil cuti selama seminggu untuk pemulihan tangannya. Setelah semuanya siap, Ario malah pamit bertugas.
"Kau yakin tidak ingin makan bersama kami?" tanya Tora.
Ario menggeleng. "Aku akan makan di markas saja pak, bersenang senanglah dengan Sherly, jangan terlalu lama mengungkapkannya, nanti kau akan menyesal." goda Ario.
"Kau sangat cerewet jika menyangkut asmaraku. Tapi terima kasih untuk hari ini Ario." ujar Tora.
"Siap ndan, ini adalah tugasku membantu Inspektur sekaligus sahabatku." ujar Ario sambil terkekeh dan meninggalkan rumah Tora.
*****
"Aku kira terjadi sesuatu padamu cantik." gumam Tora.
Tora membiarkan Sherly tertidur beberapa menit lagi sebelum akhirnya Tora membangunkan Sherly. Sherly terbangun saat merasakan guncangan pelan ditubuhnya. Ia terkesiap saat melihat seorang pria berada dikamarnya.
"Hei sadarlah ini aku Tora." ujar Tora.
Sherly menghela nafasnya. "Ya Tuhan, aku terkejut dan baru ingat kalau aku dirumahmu kak." jawab Sherly.
"Sudah waktunya makan malam. Ayo turun, kau perlu makan sebelum meminum obatmu." ajak Tora.
__ADS_1
Sherly mengangguk dan mengikuti Tora ke meja makan. "Ini semua masakanmu?" tanya Tora.
"Masakan siapa lagi. Tentu saja aku yang membuatnya. Aku terbiasa melakukannya dari dulu sejak masuk asrama kepolisian." ujar Tora.
"Tanganmu tidak sakit kan? Dimana keluargamu kak, kau tak pernah mengatakannya." tanya Sherly.
"Tanganku sudah baik baik saja, aku tak perlu mengangkatnya jadi aku bisa memasak. Nanti akan aku ceritakan tentang keluargaku, sekarang makan dulu." perintah Tora.
Sherly mengangguk dan mulai mencicipi masakan Tora. "Aku pikir masakanmu lebih lezat dari masakanku." ujarnya.
Tora menggeleng. "Masakanmu lah yang terbaik Sher." jawab Tora. "Jika ada yang bilang masakanmu tidak enak, maka aku akan memotong lidah mereka." ancam Tora.
"Itu sangat menakutkan kak, kau tak mungkin melakukan itu." ujar Sherly bergidik.
"Setidaknya aku bisa merontokkan gigi mereka agar tidak bisa lagi mengunyah makanannya." jawab Tora sambil terkekeh.
"Kau benar benar menakutkan." kata Sherly.
Tora terkekeh lagi. "Tidak Sher, aku pria yang baik. Aku akan jahat pada siapapun yang mengganggu kesayanganku." katanya.
"Kesayanganmu? Apa sekarang aku termasuk kesayanganmu?" tanya Sherly.
"Tentu saja, kau sangat baik dan perhatian padaku. Jadi sekarang kau termasuk kesayanganku." jawab Tora.
Sherly hanya menggeleng tak percaya, Tora sangat mudah mengatakan hal seperti itu. Setengah jam mereka menikmati makan malam mereka, setelah selesai Tora mengajak Sherly ke ruang santai dan banyak berbicara disana.
*****
__ADS_1
Happy Reading All...😘😘😘
Dukung, Like n Komen selalu ya...