Diakah Jodohku 1

Diakah Jodohku 1
BAB 9


__ADS_3

Setengah jam kemudian, Ario baru masuk ke ruangan itu. "Permisi tuan nyonya, apakah aku mengganggu?" tanya Ario.


"Sejak kapan kau sampai sini?" tanya Tora.


"Sekitar setengah jam yang lalu aku diluar." bisik Ario pada Tora. "Baru saja pak Tora." ujar Ario lagi agar Sherly tak malu. "Ini aku bawa baju gantimu Tora, mandilah dan bersihkan dirimu itu. Aku ngeri melihat darahmu." sambungnya.


"Terima kasih Ario, kau memang perhatian." tapi justru kaki Ario diinjak Tora.


Ario terkekeh. Ia tahu jika Tora sangat malu sekarang. Setelah Tora menghilang kedalam kamar mandi. Ario memberikan baju ganti pada Sherly. "Ini baju masih baru dari istriku nona Sherly, jadi kau tak usah khawatir mengembalikannya, ini buatmu kata istriku." ujar Ario.


"Oh ya Tuhan, kau sangat baik pak Ario. Tapi aku tak ingin merepotkanmu, aku akan meminta temanku mengambil bajuku pak." ujar Sherly.


Ario menggeleng. "Ambil saja ini, istriku yang memberikannya, terimalah. Dan panggil namaku saja, aku terdengar sangat tua." jawabnya.


"Jangan terus menggoda Sherly, bantu aku mengganti pakaian. Tangan sialan ini sangat sakit saat aku mengangkatnya." teriak Tora dari dalam kamar mandi.


Ario terkekeh. "Sialan kau mengganggu saja." ujar Ario dan masuk ke kamar mandi.


Sherly hanya tersenyum melihat adegan itu. Beberapa menit kemudian keduanya keluar dari kamar mandi.


"Jangan dengarkan apa kata Ario. Kau panggil saja ia bapak. Memang itu pantas buat pria yang memiliki dua orang anak." ujar Tora pada Sherly.


"Sialan kau, umurku dan umurmu sama, bagaimana aku bisa dipanggil bapak sedangkan kau kakak?" Ario kesal.


Sherly terkekeh melihat tingkah mereka. "Kalian umur berapa memangnya?" tanya Sherly.


"Aku dan Tora sama sama berumur 33 tahun, kami masih muda kan?" ujar Ario.


Sherly membelalakkan matanya. 33 tahun adalah umur pria penyelamatnya. "Apa kalian tahu seberapa banyak teman anggota kalian yang berumur sama?" tanyanya.


"Tentu saja Sher, angkatan kami ada ratusan orang bahkan tugas kami sudah berpencar. Ada yang dipindahkan keluar kota juga." jawab Tora. "Ada apa kau bertanya?" tanya Tora.


"Apa petugas polantas juga bisa berpindah pindah?" tanya Sherly lagi.


"Tentu saja. Bahkan diantara petugas polantas sudah ada yang menjabat sebagai inspektur seperti Tora." jawab Ario.


"Maksudmu Tora dulu petugas polantas?" Sherly terkejut. Akan lebih mudah bertanya pada Tora nanti.

__ADS_1


Tora mengangguk. "Aku dari polantas, begitu juga dengan Ario." ujar Tora.


Sherly kembali membelalakkan matanya. Jadi keduanya dari polantas, lalu bagaimana ia bisa mencari tahu dari ratusan anggota. Ia semakin pesimis dengan pencariannya selama ini.


"Apa aku hari ini bisa pulang? Aku sangat benci rumah sakit. Aku akan mengingat kenangan yang menyakitkan sepuluh tahun yang lalu." ujar Sherly tiba tiba.


Tora dan Ario sangat tahu maksud Sherly namun keduanya memilih diam. "Aku akan membujuk Jack, agar hari ini kau bisa keluar dari rumah sakit." jawab Tora.


"Terima kasih kak, terima kasih atas semuanya. Jika tidak ada kau, mungkin aku sudah menyusul papa dan mama ku." kata Sherly sedih.


"Kau bicara omong kosong Sher." Tora keluar meninggalkannya untuk menemui dokter Jack.


"Jangan berbicara soal kematian di depan Tora nona Sherly. Kami menghadapi lebih dari ribuan kali kematian kami. Tapi kami berharap terus hidup demi orang yang kami cintai." ujar Ario.


"Aku hanya mengatakan kenyataannya, aku hampir mati di tangan mantan kekasihku jika saja kak Tora tidak menolongku." jawab Sherly.


"Itu yang terus disesali Tora, ia hampir terlambat menyelamatkanmu." kata Ario lagi.


"Itu bukan kesalahannya, mengapa ia merasa bersalah?" tanya Sherly.


Sherly tak bisa memahami maksud Ario, ketika ia ingin bertanya lebih banyak. Tora dan dokter masuk kembali. Dokter memeriksa keadaan Sherly. "Baiklah sore ini ia bisa keluar dari sini." ujar Jack.


"Terima kasih lagi Jack, kau sangat membantu kami." ujar Tora.


"Terima kasih dok." ujar Sherly.


"Tolong jaga Tora juga nona Sherly, jika ia melakukan kesalahan lagi dengan tangannya, maka kami akan mengamputasinya." ancam Jack.


Sherly terkesiap namun Tora menendang kaki Jack. "Kau menakutinya dokter sialan, pergi sana." Tora mengusirnya.


Jack terkekeh. "Tadi kau berterima kasih, sekarang kau mengusirku. Dasar Inspektur sialan." jawab dokter Jack.


Tora tidak memperdulikannya dan terus mendorong tubuh Jack keluar.


"Minum obat yang teratur untukmu dan nona Sherly." teriak Jack lagi sebelum akhirnya menghilang.


"Jangan dengarkan omongan dokter Jack. Tanganku baik baik saja." ujar Tora.

__ADS_1


"Tapi dokter Jack benar kak, lukamu bisa infeksi dan itu sangat bahaya." ujar Sherly.


"Kau juga sama saja cerewet, kita akan pulang sore ini. Bersiaplah." ujar Tora. "Kau bisa kan mengantar kami pulang Ario?" tanya Tora pada Ario.


"Siap ndan sangat bisa." jawab Ario tegas.


Tora tersenyum. "Aku akan mengurus administrasinya sebentar." ujarnya.


"Nanti aku akan menggantinya, aku tidak membawa uang sekarang." ujar Sherly.


Tora hanya tersenyum dan meninggalkan ruangan kembali.


 *****


Selang infus sudah dicabut dari tangan Sherly, ia mengganti bajunya di kamar mandi. Baju yang dibawa Ario sangat pas ditubuhnya, tapi warnanya sangat mencolok. Sherly tak pernah memakai warna seperti ini. Ario dan Tora menunggunya sambil membereskan barangnya. Keduanya terkejut saat Sherly keluar dari kamar mandi. Wanita itu sangat cantik saat menggunakan baju berwarna cerah.


"Wow luar biasa..." ujar Ario tak bisa menahan mulutnya.


"Kendalikan matamu Ario atau aku akan melaporkannya pada Ica." Tora mengingatkan.


Ario terkekeh mendengar Tora yang posesif dan cemburu.


"Apa tidak cocok. Ini pertama kalinya aku memakai warna seperti ini." tanya Sherly.


"Sangat cocok, tapi aku berharap kau tidak menggunakan warna warna seperti itu. Karena akan mengundang si hidung belang." jawab Tora.


Kali ini Ario melepaskan tawanya. Tora menendang kakinya untuk diam tapi justru Ario semakin tertawa terbahak bahak. Melihat kejadian itu, Sherly justru kebingungan. Apa yang lucu dengan kata kata Tora sehingga membuat Ario tertawa seperti itu. pikir Sherly.


Mereka akhirnya pulang kerumah. Tapi ada yang salah, Tora membawa Sherly kerumahnya. Pria itu tak membiarkan Sherly kembali ke rumahnya sendiri.


 *****


Selamat Hari minggu Guys... Buat yang membaca di hari weekend...


Dukung, Like n Komen terus ya...


Happy Reading All.. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2