
Tora bergabung dengan anggota yang lain. Kedua pria itu melakukan perlawanan. Ia masih belum tahu siapa dan untuk apa keduanya kemari.
"Jangan sampai kedua tersangka mati. Kita perlu keterangan darinya." teriak Tora pada teamnya.
"Kalian menyerahlah, tempat ini sudah kami kepung." teriak Tora pada keduanya.
Suara tembakan terdengar kembali. Keduanya mulai melakukan perlawanan kembali. Tembakan itu diarahkan pada seluruh team dengan asal asalan. Sepertinya keduanya bukan penembak yang baik. Salah satu tersangka masuk kedalam rumah Tora lewat jendela yang sudah dipecahkan, bahkan mereka berhasil membuka teralis besinya.
Sialan......
Tora menghubungi Sherly lagi. "Sayang jangan membuka pintu kamar walaupun ada yang mengetuk. Salah satu tersangka berhasil masuk kedalam." ujar Tora.
Sherly bergetar hebat karena takut. Ia sama sekali tak bisa menjawab kata kata Tora. Tora tak bisa berlama lama memegang ponselnya. Ia mematikan kembali. Ia segera memerintahkan team untuk lebih mendekat. Perlawanan kembali terjadi.
Doooorrrr....Doooorrr....Doooorrrr....
Suara tembakan saling bersautan di luar. Tora sudah tak bisa menunggu lagi. Ia sangat tahu seperti apa keadaan Sherly sekarang. Tora terus maju. Ia mencari keberadaan tersangka di luar. Ia membagi teamnya ke kanan dan ke kiri. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berhasil membekuk tersangka.
Tora segera masuk dengan anggota yang lain. Ia mencari keberadaan tersangka lainnya. Ternyata pria itu sedang berusaha mendobrak pintu kamar tempat Sherly bersembunyi. Tersangka sangat tahu dimana Sherly bersembunyi. Sepertinya ada tujuan tertentu yang membuat tersangka berani melakukan ini di pagi hari.
"Kau sudah dikepung, berhenti dan serahkan dirimu." Teriak Tora.
Tersangka melepaskan tembakan kearah team lagi. Tapi sial bagi tersangka, pelurunya habis. Tora dan yang lainnya berlari mengejar tersangka yang berusaha melarikan diri. Pria itu berhasil dibekuk didalam kamar satunya.
"Bawa mereka ke markas, aku akan menyusul." perintah Tora.
"Siap ndan laksanakan." jawab mereka.
__ADS_1
Tora mengetuk pintu kamar. "Sayang ini aku Tora, bukalah kau sudah aman." ujar Tora. Tapi tak ada jawaban sama sekali.
Tora panik ia berusaha mendobrak pintu kamar namun pintu terlalu kuat. Ia baru ingat jika ada kunci cadangan dibawah. Ia berlari mencari kuncinya dan kembali ke atas untuk membuka pintu kamar.
"Sher..." teriak Tora saat pintu kamar terbuka. Tora mencari keberadaan Sherly dan menemukannya meringkuk di kamar mandi sambil menangis.
"Ya Tuhan, sayang..." ujar Tora langsung memeluk tubuh kekasihnya. "Hentikan jangan menangis. Kau sudah aman sekarang." kata Tora menenangkan.
Tapi Sherly tak bisa menjawab apapun. Wanita itu sangat syok. Tora membopongnya dan menidurkannya di ranjang. "Aku akan memanggil dokter Jack." ujar Tora.
Sherly menggeleng. "Aku sudah baik baik saja kak." jawab Sherly sambil terisak.
Tora memeluknya kembali. "Maafkan aku sayang, kau lagi lagi dalam bahaya. Aku akan mencari rumah lain yang lebih aman. Disini sudah tidak aman buat kita." ujarnya.
"Tapi rumahku?" tanya Sherly.
"Kita sewakan ke orang lain sampai saatnya kita memiliki anak anak yang akan tinggal disana." jawab Tora.
"Itu pertanyaan bodoh, tentu saja aku menginginkannya." jawab Tora seraya memeluk Sherly kembali. "Bersiap siaplah, kau akan aku ajak ke markas sekarang. Aku tak akan membiarkanmu bekerja lagi. Kau harus mengundurkan diri hari ini." perintah Tora.
"Tapi kak..." jawab Sherly.
"Tidak ada kata tapi sayang. Kau akan menjadi istri seorang Inspektur. Kejahatan akan ada dimana mana. Kau harus dibawah perlindunganku. Jika kau tidak bisa mengatakan pada atasanmu. Maka aku yang akan melakukannya." ujar Tora tegas.
Sherly mengalah. Ia tak bisa berdebat lagi dengan Tora.
"Aku harus kebawah, masih ada polisi yang sedang berada di TKP. Kau bersiap siaplah, wajib ikut denganku." perintah Tora tak bisa dibantah.
__ADS_1
Sherly mengangguk. Tubuhnya masih lemas saat mendengar tersangka berusaha mendobrak pintu kamarnya tadi. Tora memberinya minum sebelum ia meninggalkan Sherly. "Kau tenangkan dirimu dulu sayang, baru setelah itu menemuiku dibawah." ujar Tora sambil mencium kening Sherly.
Sherly mengangguk kembali. Tora benar, ia harus mulai berlindung pada pria itu. Keputusannya akan menikahi seorang anggota polisi berpangkat adalah hal yang sangat menakutkan baginya. Banyak sekali musuh Tora yang ingin melukainya. Sherly mengganti bajunya dan mulai membetulkan riasan wajahnya yang berantakan akibat ia menangis. Lalu ia turun kebawah menemui Tora.
*****
Di lantai masih banyak kaca berserakan. Beberapa anggota polisi masih melakukan olah TKP. Tora melihat Sherly yang kebingungan dan menghampirinya.
"Kau jangan takut, disini sudah tidak ada tersangka." ujar Tora sambil menggenggam tangannya. Tora memperkenalkan calon istrinya pada beberapa anggota kepolisian. Semua menyapanya dengan sangat sopan dan tersenyum.
Sherly mengikuti Tora sampai ke mobilnya. "Kita tinggalkan mereka?" tanya Sherly.
"Aku bukan petugas penyelidik sayang, tentu saja kita serahkan pada mereka." jawab Tora. "Dan ada beberapa anggota yang akan menjaga rumah sementara ini." sambung Tora.
Tora mulai mengendarai mobilnya menuju markas. "Disana akan semakin banyak anggota kepolisian termasuk polisi wanita. Kau bersikaplah lebih berani. Tunjukkan bahwa kau calon istriku." ujar Tora.
"Apa kakak malu, jika aku menjadi wanita lemah?" tanya Sherly.
Tora menggeleng. "Bukan itu maksudku sayang, tapi aku tak ingin kau mendapat perlakuan rendah. Aku akan membunuh mereka semua jika kau sampai tersinggung dan menangis." ancam Tora.
"Bisakah kau jangan mengatakan hal menakutkan itu kak. Kau seperti seorang pembunuh dibanding seorang Inspektur." kata Sherly mulai kesal.
Tora justru terkekeh. "Maafkan aku sayang, itu bentuk kasih sayangku padamu. Aku hanya punya senjata. Jadi aku selalu mengatakan hal yang bodoh. Dan aku lakukan itu karena aku terlalu mencintaimu." jawab Tora.
Sherly hanya diam dan menatap keluar jendela. Tora menggenggam tangannya hingga sampai ke markas.
*****
__ADS_1
Happy Reading Guys...
Buat para Reader ku tersayang. Terima kasih atas dukungan kalian selama ini...😘😘😘