
Tora bersiap siap dinas kembali. Ia menyiapkan sarapan buat Sherly. Wanita itu belum bangun. Tora tidak ingin ia bekerja, jadi ia mencari kontak kantor Sherly dan meminta izin kepada atasannya.
Sherly tergesa gesa turun dari kamarnya. "Ya Tuhan kak, kenapa kau tidak membangunkanku. Aku terlambat." ujarnya.
Tora menarik Sherly dan memeluknya dari belakang. "Mau kemana?" tanyanya.
"Berangkat kerjalah." jawab Sherly.
"Hari ini kau tidak boleh kemana mana, tinggallah di rumah. Istirahat dan manjakan dirimu." ujar Tora.
"Itu perusahaan orang kak, bukan perusahaanku sendiri." kata Sherly.
"Aku tahu sayang, tapi aku sudah meminta izin pada atasanmu." kata Tora.
"Apa? Bagaimana bisa? Aku sering izin, aku bisa dipecat." jawab Sherly kesal.
"Maka terus tinggal disini, aku akan memberimu uang setiap bulan. Kau tak perlu bekerja lagi." ujar Tora.
Tora mencium telinga Sherly. "Aku menginginkanmu." bisiknya.
"Kakak mulai gila." Sherly melepaskan diri.
Tora terkekeh melihat wajah Sherly yang memerah. "Baiklah saatnya aku mulai bekerja, jangan kemana mana sayang. Aku akan menghukummu jika kau coba coba keluar dari rumah. Aku akan pulang saat waktunya makan siang." ujar Tora.
"Jadi hari ini aku seorang pengangguran." kata Sherly.
Tora mengangguk. "Wanita penurut." Tora mencium kening Sherly. "Aku berangkat sekarang." ujarnya.
"Hati hati kak." ujar Sherly seraya mengantar Tora sampai depan rumah.
*****
"Menjadi kekasih seorang polisi benar benar sangat berbeda. Merasa dicintai dan dilindungi. Bahkan tubuhku bereaksi saat kak Tora menyentuhnya. Sangat berbeda saat bersama Ferdinan. Pria itu ingin menyentuhku tetapi aku takut dan selalu menjadi bahan perdebatan setiap hari, sampai akhirnya ia tak tahan dengan sikap menjaga diriku. Tapi sentuhan kak Tora, membuatku berkali kali ingin melanggar janji pada papa dan mama. Papa, mama maafkan Sherly jika Sherly salah. Tapi Sherly ingin mencobanya dengan kak Tora. Sherly yakin kak Tora tidak akan meninggalkan Sherly walaupun ia berhasil tidur dengan Sherly." ujar Sherly dalam hatinya.
__ADS_1
Ia merasa kehilangan saat Tora berangkat bekerja tadi. Ia memandangi isi rumah kekasihnya. Untuk pria lajang, barang tersebut sangat banyak, barang barang milik Tora sangat mewah dan mahal. Ada juga barang barang antik yang tak ternilai harganya.
Pria lajang yang kaya. Kak Tora tak mungkin marah kan, jika aku pulang ke rumah sebentar. gumamnya sendiri.
Sherly keluar dari rumah Tora. Ia lebih berhati hati saat menyeberangi jalan menuju rumahnya. Ia masuk ke rumahnya dan mulai membersihkan isi rumahnya, mencabut rumput liar di tamannya. Beberapa kali tangannya tertusuk duri mawar. Sialan...
Tapi Sherly tak berhenti, ia terus mencari keringat dengan membersihkan seluruh rumahnya. Setelah selesai, ia kelelahan dan tertidur di sofanya.
*****
Sudah jam makan siang, Tora mencoba menghubungi Sherly. Wanita itu tak mengangkatnya. Ia mencoba menelpon nomor rumahnya, tak juga diangkat.
Dimana Sherly? Apakah terjadi sesuatu? pikir Tora.
Tora segera mengambil kunci mobilnya dan langsung menuju ke rumah, ia berkali kali mengabaikan sapaan anak buahnya. Darko dan Ario belum masuk sekarang, mereka masuk sore. Memang tugas mereka selalu berpatroli malam.
Tora sampai di rumahnya sejam kemudian, ia menghambur kedalam dan mencari keberadaan Sherly. Tapi wanita itu tak ada.
"Sher...." teriak Tora. "Dimana kau sayang, jangan menakutiku." ujar Tora panik.
"Ya Tuhan, ini ponselnya. Dimana kau Sher." Tora mulai gelisah. Ia teringat rumah Sherly. "Mungkinkah?" pikir Tora.
Tora bergegas keluar dan menuju rumah Sherly. Ada bekas bekas rumput hasil pembersihan. Ia menghambur kedalam dan benar saja wanita itu tertidur dengan pulas di sofa. Emosi Tora tak terbendung lagi. Tora membangunkan Sherly. Ia menarik lengannya.
"Bangun Sher, apa yang kau lakukan?" bentak Tora.
Sherly terkesiap. "Ya Tuhan kau mengagetkanku." ujarnya terkejut.
"Kau gila hah, aku sudah mengatakan jangan keluar rumah. Apa yang kau lakukan?" teriak Tora.
"Kak tanganmu menyakitiku." ujar Sherly. Tora tak sadar masih memegang lengan Sherly dengan kuat. Tora melepaskannya. Sherly mengelus kedua lengannya. "Ini rumahku kak, aku hanya bersih bersih disini dan mencari keringat, aku tak tahan menjadi pengangguran." jawabnya.
"Kau tertidur di sofa dan kau tak mengunci pintu, ya Tuhan kau begitu bodoh, bagaimana jika ada yang menculikmu lagi." bentak Tora.
__ADS_1
"Maaf aku lelah, jadi tak sengaja tertidur." jawab Sherly lagi. Ia menyesal dengan perbuatannya yang membuat Tora marah.
"Kau tak memikirkan perasaanku Sher, kau tahu aku gila menghubungimu dan mencarimu di dalam rumah." Tora kesal dan meninggalkan Sherly.
"Kak... Maaf... Tunggu..." teriak Sherly sambil mengejar Tora. Tapi justru ia tersandung dan tersungkur di lantai. Sherly menangis bukan karena sakit. Tapi karena Tora marah padanya.
Tora menunggu Sherly di luar, tapi wanita itu tak kunjung menghampirinya. "Dasar wanita keras kepala." Tora kembali kedalam dan melihat Sherly terduduk di lantai sambil menangis.
"Sher, kau kenapa?" tanya Tora sambil menghampiri Sherly. Lutut Sherly membiru. "Ya Tuhan, kau membuatku gila." Tora membopong Sherly dan membawa ke rumahnya. Tora menurunkannya di sofa, ia mengambil kain dan es batu.
"Sssssttt... Jangan menangis lagi sayang, maaf atas sikapku tadi." ujar Tora sambil mengompres lutut Sherly.
"Aku salah kak, maaf." jawab Sherly.
Tora terkekeh. "Bagaimana seorang wanita dewasa bisa terjatuh hingga lututnya membiru." ujarnya.
"Aku tersandung karpet saat mengejar kak Tora." jawabnya polos.
Tora memeluk Sherly. Wanita ini sangat menggemaskan. "Maafkan aku sayang. Jangan lagi membuatku khawatir, jika tidak aku benar benar akan menghukummu." ancam Tora.
"Ini hukuman buatku." kata Sherly sambil menunjuk ke lututnya.
"Kau akan merasakan hukuman yang lain dariku sayang." ujar Tora.
"Apa kakak mau menembakku?" tanya Sherly.
Tora membelalakkan matanya. Lalu ia tertawa. "Kau benar benar membuatku gila sayang, kau sangat menggemaskan. Ini hukumanmu." Tora menarik wajah Sherly dan mulai menciumnya. "Jika saja aku tak sedang bertugas, maka hukumannya lebih dari ini." godanya.
Sherly terengah engah, nafasnya hampir habis saat Tora menciumnya tadi. Tora adalah pria yang selalu memperlakukan Sherly seperti seorang putri.
"Kak Tora gila, aku tak mau dihukum lebih dari ciuman." jawabnya polos membuat Tora kembali tertawa.
*****
__ADS_1
Have Fun Guys... 😘😘😘