
Team Jaguar menemukan lahan yang diduga sebagai ajang judi sabung ayam. Bahkan mereka melihat puluhan kendaraan terparkir di sebuah lahan kosong di tengah kebun kelapa itu. Team Jaguar menyisir lokasi dengan hati hati. Kali ini Tora mengerahkan lebih banyak anggota untuk menangkap para penjudi.
Tora Sin mengintruksikan untuk semuanya bersiap menyerang. Dalam hitungan menit Tora melepaskan tembakan ke udara.
Doooorrrr....
"Jangan ada yang bergerak." teriak Tora.
Tapi mereka malah semakin kalang kabut, kocar kacir berlarian. Seluruh anggota menahan beberapa orang yang akan kabur dari lokasi. Karena terlalu banyak pelaku, team Jaguar juga kewalahan menangani mereka. Sudah ada beberapa orang yang kabur. Dan yang berhasil ditangkap dikumpulkan jadi satu di arena sabung ayam.
Mereka semua yang tertangkap ada sekitar 30 orang, Tora bersama anggota yang lain mengamankan puluhan kendaraan. Kali ini misi mereka sukses.
Saat mereka akan membawa satu persatu para tersangka, suara tembakan keras terdengar diiringi suara teriakan Darko. Keadaan berubah menjadi kacau kembali, mereka lengah. Ada tersangka lain yang memiliki senjata api menyerang team Jaguar. Ario membantu Darko yang terluka di perutnya. Sedangkan Tora dan beberapa anggota lain mencoba menangkap pelaku.
Baku tembak terjadi di kegelapan kebun. Mata Tora sangat jeli melihat keberadaan tersangka. Tora mengarahkan pistolnya dan melepaskan tembakan ke arah tersangka. Teriakan tersangka terdengar. Tora menembak tangan tersangka membuatnya melepaskan senjata apinya. Anggota yang lain mengamankan tersangka.
Tora menghampiri tersangka, ia sangat geram karena Darko dalam bahaya sekarang. Tora memukul beberapa kali wajah tersangka dan menendangnya. Tak ada satupun anggota yang melarang Tora.
"Bawa tersangka sialan ini ke markas. Jika terjadi apa apa dengan Darko, maka jangan harap ia bisa hidup." perintah Tora pada anak buahnya.
"Siap ndan." jawab mereka.
Mobil ambulan membawa Darko ke rumah sakit, Darko kehilangan banyak darah. Keadaannya semakin kritis. Anggota yang lain terus mengamankan puluhan tersangka dengan mobil patroli. Sedangkan Tora dan Ario mengikuti mobil ambulan. Keduanya sangat cemas. Darko langsung dibawa ke ruang operasi, dan memberi kabar pada keluarganya.
*****
Sherly begitu cemas saat mendengar kabar dari Tora bahwa Darko tertembak. Ia tahu pekerjaan mereka sangat berbahaya, tapi Sherly sama sekali tak bisa melarang Tora bekerja. Itu memang sudah tugasnya. Memiliki seorang calon suami polisi adalah pilihannya sekarang. Ia harus siap pada apapun yang akan menimpanya kelak.
__ADS_1
"Aku masih di rumah sakit sayang, aku akan menyuruh anak buahku mengantarmu bekerja. Jangan berkeliaran sendirian, itu sangat berbahaya." ujar Tora.
"Iya kak." jawab Sherly dan mematikan ponselnya.
Sejak kemarin mereka tak bisa bertemu. Pernikahan mereka semakin dekat tapi mereka malah semakin jarang bertemu. Sherly menghela nafasnya dan menunggu orang suruhan Tora menjemputnya. Sherly mengintip keluar jendela dan ia sangat terkejut. Ia melihat 2 orang mencurigakan sudah masuk kedalam halaman rumah Sherly.
Tangan Sherly bergetar ketakutan saat mengambil ponselnya. Ia menghubungi Tora lagi tapi tak mendapat jawaban. Berkali kali Sherly mencoba tetap saja tak dijawab oleh Tora. Ia menghubungi Ario dan untunglah ia menjawabnya.
"Dimana Tora pak?" tanya Sherly.
"Ia sedang menenangkan anak dan istri Darko, ada apa nona Sherly?" tanya Ario.
"Aku berusaha menghubunginya tapi ponselnya tidak dijawab." ujar Sherly.
Ario memberi kode pada Tora untuk melihat ponselnya. "Ia akan menghubungimu. Aku sudah memberitahunya." ujarnya.
*****
Tora terkejut saat melihat panggilan tak terjawab di ponselnya. Ia tak tahu karena ponselnya di silent. Tora segera menghubungi Sherly.
"Maafkan aku sayang, aku tak tahu jika kau menelpon. Ada apa?" tanya Tora.
"Aku sangat takut kak, di rumahku ada 2 orang yang sudah melewati pintu gerbang, aku sama sekali tak mengenali mereka." jawab Sherly.
"Kau tenanglah. Jangan keluar sampai anak buahku datang. Aku akan segera menghubungi anak buahku yang terdekat disana untuk mengecek orang yang ada di rumahmu. Kau dengar aku kan?" ujar Tora.
"Iya kak." jawab Sherly. Sherly tiba tiba terkesiap, rasa takutnya semakin menjadi. Kedua pria itu menghampiri rumah Tora. "Kak 2 pria itu kemari." ujar Sherly dengan suara bergetar.
__ADS_1
"Sialan... Kunci pintu, jangan keluar dari rumah. Aku segera kesana." Tora mematikan ponselnya dan segera berpamitan pada Ario dan keluarga Darko.
"Ada apa?" tanya Ario.
"Ada 2 orang mencurigakan di rumahku. Sherly sangat ketakutan. Hubungi petugas yang berada di daerah itu Ario. Aku akan lama sampai disana." perintah Tora.
Ario mengangguk. "Berhati hatilah membawa mobilnya." teriak Ario.
Tora hanya melambaikan tangannya dan segera menuju rumahnya. Ia juga menghubungi anak buah yang menjemput Sherly. Ternyata anak buahnya sudah sampai dan memang melihat 2 orang mencurigakan. Keduanya membawa senjata api. Jadi anak buah Tora tak berani bertindak sendiri.
Tora juga menghubungi team Jaguar agar segera membantunya menuju rumahnya. Tora terus saja mengkhawatirkan Sherly. Ia menghubunginya kembali.
"Jangan mematikan ponselnya. Naiklah keatas. Kunci pintu kamar. Apapun yang terjadi jangan coba coba keluar." perintah Tora pada kekasihnya.
"Baiklah." jawab Sherly tapi ia mulai terisak.
"Jangan takut sayang, jangan menangis. Ikuti saja perintahku. Diluar sudah ada anak buahku. Ia akan melindungimu. Aku akan segera sampai." ujar Tora.
"Iya kak." jawab Sherly. Ia mengikuti perintah Tora untuk masuk ke kamar dan menguncinya. Tora terus saja menenangkannya lewat telpon. Sherly mendengar beberapa kali suara tembakan diluar dan suara pecahan kaca jendela rumah Tora. Sherly sempat berteriak namun Tora meyakinkan beberapa anggota sedang melindunginya.
Sherly berusaha kembali tenang. Ia semakin meringkuk diatas ranjangnya sambil terisak.
"Aku sudah sampai sayang, tapi keadaan diluar kacau. Kau tenang disitu. Jangan coba coba mengintip keluar." perintah Tora sambil mematikan ponselnya.
Tora melihat keadaan yang sangat kacau di rumahnya sekarang, ia tak tahu siapa 2 orang tersebut dan sedang mencari siapa. Ia sangat mengkhawatirkan Sherly, lagi lagi kekasihnya dalam bahaya. Masalah ini terus saja terjadi disaat mereka sebentar lagi akan menikah.
*****
__ADS_1
Happy Reading All...😘😘😘