
Tora Sin sebagai komandan yang disiplin dan sangat keras. Ia tak segan segan menangkap pelanggar apapun. Tapi kali ini bahkan Tora membentak anak anak yang berkeliaran di tengah malam dengan sangat keras. Ario memperhatikan komandannya. Tak biasanya Tora melakukan hal ini, bahkan anak anak itu sudah memohon pun Tora masih saja memerintahkan untuk membawa mereka ke kantor polisi.
Tora semakin kejam saat menemukan para pemabuk di jalanan. Ario sudah tak tahan melihat prilaku komandannya. Ario akhirnya bertindak dengan menarik Tora.
"Hentikan..." bisik Ario.
Tora melirik Ario. "Apa?" tanya Tora.
"Kau tak seperti biasanya, hentikan." ujar Ario lagi.
Tora akhirnya menyadarinya. Ia menghela nafasnya. Ia kembali ke mobil patroli dan menyerahkan tugasnya pada team yang lain. Tora menyenderkan tubuhnya di kursi mobil, pikirannya sangat jauh ke Sherly. Ingin sekali ia memeluk wanita itu sekarang, Tora sangat yakin Sherly sedang menderita sekarang.
Beberapa menit kemudian Ario menghampiri Tora. "Lebih baik kau sekarang kembali ke rumah. Biar kami yang meneruskan patroli. Ini juga sudah pukul 3 pagi. Aku berbicara sebagai sahabatmu Tora." ujar Ario.
Tora melihat jam tangannya. 2 jam lagi tugas mereka selesai. Itu sangat menyalahi aturan tugas. Tora menggeleng. "Ini masih jam tugas Sersan, jangan mengaturku saat bekerja." ujar Tora.
Menyadari kesalahannya Ario langsung melakukan push up. "Mohon ampuni sikap saya komandan." ujar Ario sambil melakukan itu.
Tora justru terhibur dengan sikap Ario yang menghukum dirinya sendiri. Tora membiarkan Ario melakukan itu sambil terkekeh. "Bangunlah, kita belum selesai." perintah Tora.
Ario berdiri tegap menghadapi Tora. "Siap ndan laksanakan." jawab Ario.
Mereka kembali menyelesaikan tugas dengan terus menyusuri jalan sepi Waykanan. Tora adalah panutan buat anak buahnya, ia tak pernah menggunakan jabatannya. Pria itu tetap disiplin apapun masalah yang sedang ia hadapi.
*****
Sherly tak bisa tidur sama sekali. Ia melihat jam dinding kamar Tora, sudah hampir jam 5 pagi tapi Tora belum juga kembali. Pikiran Sherly tetap buruk akan hal itu. Ia berpikir Tora pasti menghindarinya. Ia turun dari ranjangnya dan masuk kamar mandi, ia akan mandi dan menyiapkan sarapan buat Tora. Ia sangat berharap Tora sama sekali tak berpikir untuk berpisah dengannya.
Selama sebulan terakhir bersama pria itu, Sherly sudah mulai jatuh cinta padanya. Sikap Tora yang sangat perhatian padanya dan selalu membuatnya nyaman, itulah yang akhirnya membuat Sherly tak ingin melepaskan Tora.
__ADS_1
Jam 6 pagi, Sherly sudah menyiapkan sarapan dan menunggu Tora, saat sudah pagi seperti ini, Sherly justru merasakan kantuknya. Ia akhirnya tertidur dengan kepala diatas meja makan.
*****
Tora kembali ke rumah, dengan tergesa gesa ia masuk dan langsung naik ke lantai 2 menuju kamarnya. Sherly sama sekali tak ada, ia menuju kamar sebelahnya wanita itu juga tak ada. Perasaan kacau berkecamuk di hati Tora, wanita itu benar benar lari darinya.
Ia turun kembali ke lantai bawah, ia mengecek dapur aroma makanan masih tercium baru. Saat ke ruang makan, Tora merasakan kelegaan luar biasa. Wanita yang ia cintai tertidur pulas di meja makan. Tora menyentuh pipi kekasihnya dan menciumnya.
"Terima kasih sayang, kau masih menungguku." bisik Tora.
Sherly terbangun dan terkejut saat Tora sedang tersenyum disampingnya. "Kak Tora." ujar Sherly. Ia bangun dan langsung memeluk Tora. "Aku merindukanmu." bisik Sherly di pelukan Tora.
"Aku juga sangat merindukanmu." jawab Tora. "Aku pikir aku takkan menemukanmu di rumah sayang, aku sangat takut kau menghilang dariku." ujar Tora.
Sherly terkekeh. "Kau kan tahu, rumahku hanya beberapa langkah dari rumahmu. Kabur pun sangat mudah kau temukan." ujarnya.
"Jangan coba coba Sher, walaupun hanya ke rumahmu. Jika kau ingin kembali ke rumah, tidak sendiri tapi bersamaku." perintah Tora.
"Aku berkeringat karena mencarimu di lantai 2 tadi." jawab Tora.
Sherly terkekeh lagi. "Kau berlebihan kak, aku takkan kemana mana, kecuali kau usir aku." jawabnya.
"Jika aku mengusirmu itu karena kau berselingkuh. Jadi jangan coba coba." ujar Tora. "Baiklah aku mandi dulu, jangan kemana mana." pinta Tora.
"Siap ndan laksanakan." jawab Sherly seperti anak buahnya.
"Sialan, kau sangat menggemaskan." Tora menarik Sherly dan menciumnya dengan antusias. Sherly sudah tak kaku lagi saat Tora menciumnya. Karena mereka sangat sering melakukan ini. Tora menarik dirinya, karena Mr. P minta lebih. Ia tak ingin melakukan ini sebelum mereka menikah. Tora tak ingin bercinta dan belum siap mengetahui kenyataan bahwa wanita ini sudah tak suci lagi.
"Aku mandi sekarang sayang." ujar Tora sambil mengecup kening Sherly dan meninggalkannya.
__ADS_1
Sherly masih merasakan debaran jantungnya, ia sangat menginginkan sentuhan lebih dari Tora. Tapi pria itu sangat berbeda jauh dengan Ferdinan. Mantan kekasihnya selalu saja berusaha menyentuh Sherly saat mereka berciuman. Tapi Sherly tak pernah membiarkannya. Tapi kali ini justru tubuh Sherly yang menginginkan sentuhan Tora.
Sherly membuang nafasnya dengan keras dan duduk kembali menunggu Tora selesai mandi.
*****
"Kau ingin berangkat sekarang?" tanya Tora. "Kapan kau akan resign? Aku sudah mengatakan aku ingin kau ada saat aku pulang bekerja. Kapan kita bisa bersama lebih lama." sambung Tora kesal.
"Sherly menggenggam tangan Tora. "Aku janji bulan ini terakhir aku bekerja kak, saat kita menikah aku sudah menjadi pengangguran." jawab Sherly.
"Kau takkan menganggur sayang, sebagai istri seorang Inspektur, kau akan sangat sibuk berada disampingku. Melakukan kegiatan sosial di kalangan ibu bhayangkari. Kau akan lebih sibuk dari bekerja sekarang. Tapi setidaknya kau berada disampingku." kata Tora.
"Apa kau tidak akan bosan melihat wajahku setiap hari?" tanya Sherly.
"Omong kosong, wajahmu itu obat segalanya buatku sayang. Aku akan merontokkan gigi setiap pria yang memandangimu dengan intens." ancam Tora.
Sherly tertawa. Ia tak bisa menahan tawanya. "Kau sangat menakutkan kak, mereka hanya memandang tidak menyentuh." ujarnya.
"Jangan tertawa sayang, jika kau melakukan itu, aku takkan membiarkanmu berangkat kerja." ancam Tora lagi.
Sherly menutup mulutnya. "Baiklah pak Inspektur yang terhormat, kau mau mengantarku atau tidak?" tanya Sherly.
"Jangan ditanya, tentu saja aku akan mengantar dan menjemputmu seperti biasa. Aku tak akan membiarkanmu diculik pria hidung belang." jawab Tora.
"Jangan ingatkan aku soal itu kak, tubuhku merinding jika mengingatnya." ujar Sherly.
Tora menggenggam tangan Sherly. "Takkan aku biarkan siapapun menyakitimu sayang, aku tak perduli walaupun gosip murahan itu sudah menyebar. Yang harus kau tahu aku mencintaimu apa adanya." ujar Tora.
Mereka menikmati sarapannya bersama. Setelah selesai Tora membawa Sherly ke mobilnya dan mengantarnya berangkat kerja.
__ADS_1
*****
Happy Reading All...😘😘😘