
HAPPY READING ALL...
👇👇👇👇👇
*****
Malam ini para pelayan hotel menyiapkan makan malam di balkon kamar hotel dengan sangat romantis. Dihiasi dengan lilin lilin dan bunga dipenuhi disekitar balkon menuju kamar utama. Malam ini adalah malam pertama buat Tora Sin dan Sherly Lee. Walaupun Tora masih belum tahu jika Sherly masih virgin. Tapi Tora tetap menyiapkan malam indah mereka. Karena Tora memang tidak memperdulikan apapun tentang Sherly. Ia tak perduli jika Sherly virgin ataupun tidak karena ia mencintai istrinya apa adanya.
Tora Sin sengaja mengajak Sherly berjalan jalan di sekitar pantai agar persiapan makan malam romantis mereka dijadikan sebagai kejutan buat Sherly Lee. Sudah jam 7 malam, Tora menantikan kabar dari pihak hotel. Tak lama ponsel Tora berdering. Benar saja persiapannya sudah selesai.
"Dari siapa?" tanya Sherly.
"Pihak hotel sayang, makan malam sudah siap. Apa kau sudah lapar?" tanya Tora.
"Aku masih ingin menikmati pemandangan ini tapi perutku juga sudah lapar." jawab Sherly.
"Kita bisa melakukannya besok lagi, masih ada waktu buat kita berjalan jalan dan menikmati pemandangan di Bali ini sayang." ujar Tora.
Sherly mengangguk dan mengikuti suaminya. Tora menggandeng Sherly menuju kamar mereka. Pelayan hotel semua menyapanya. Sherly bingung dengan senyuman ramah dan pandangan mereka.
"Mereka kenapa?" tanya Sherly dengan polos.
"Mereka iri dengan kecantikan pengantin baruku." jawab Tora.
"Kakak aku serius." ujar Sherly kesal.
"Aku juga serius sayang, mereka hanya ramah pada pelanggan apa yang salah." jawab Tora.
"Tapi berbeda dengan tadi pagi. Pandangan mereka juga mencurigakan." kata Sherly.
"Mereka ingin tahu malam pertama kita seperti apa." canda Tora sambil berbisik.
Sherly membelalakkan matanya. "Kakak suka sekali bercanda, padahal saat bertugas sangat menakutkan." ejek Sherly.
"Malam ini aku akan mengeluarkan sikap menakutkan padamu sayang. Tapi kau akan ketagihan dengan sikap kejamku itu." goda Tora.
Sherly menunduk, wajahnya pasti sangat memerah sekarang. Tora membuka pintu kamarnya. Sherly kembali terkejut. Kamar itu hanya diterangi cahaya lilin yang sangat banyak. Ranjang mereka dipenuhi kelopak bunga yang berbentuk love.
__ADS_1
"Selamat datang di surga dunia kita sayang." ujar Tora. Ia mengajak Sherly ke balkon dan mendapati meja makan yang sudah dihias sedemikian rupa.
"Ya Tuhan ini sangat indah, kapan kakak mempersiapkannya?" tanya Sherly.
"Saat kita berjalan jalan sayang, aku bukan pria romantis, jadi aku membayar mereka untuk menyiapkan semuanya. Aku tak ingin mengecewakanmu." jawab Tora.
"Ini sangat romantis, walaupun kau membayar orang tapi kau memikirkannya. Terima kasih kak." ujar Sherly terharu.
"Aku tak ingin melihat airmata mu sayang." ujar Tora sambil mengusap pipi Sherly.
"Ini airmata kebahagiaanku kak. Kau suami yang sangat baik dan perduli padaku." jawab Sherly.
Tora mengangguk. "Apapun akan aku lakukan untuk istri yang lebih dari 10 tahun aku cintai sayang." ujar Tora.
Mereka menikmati makan malam dengan pemandangan malam yang luar biasa di depan balkon. Saat sudah selesai makan. Tora mengeluarkan kotak perhiasan. "Ini hadiah buat istriku yang cantik." ujar Tora.
"Apa ini?" Sherly membuka kotak perhiasan itu dan ia melihat sebuah kalung cantik bermutiara. "Ini cantik sekali." ujar Sherly. "Kau sudah memberiku perhiasan saat kita menikah. Lalu ini untuk apa?" tanyanya.
Tora membalikkan tubuh Sherly. Ia mengambil kalungnya dan memakaikan ke leher Sherly. "Terlihat lebih cantik saat kau memakainya sayang. Hadiah pernikahan dan bulan madu ini berbeda sayang." ujarnya.
"Cincin berlian ini saja sangat indah kak, kau malah memberiku hadiah lain lagi." ujar Sherly.
Tora mengelus pipi Sherly. "Aku mencintaimu Sher." ujar Tora lalu mencium keningnya, beralih ke matanya, lalu hidung dan pipinya.
Tora mencium dagu Sherly lalu beralih ke bibirnya. Sherly memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan Tora. Tora mengangkat tubuh Sherly membawanya masuk dan merebahkannya di ranjang dengan lembut. Tora kembali memanggut bibirnya. Ia mulai melepas baju Sherly dan menyentuh tubuhnya yang lembut.
"Ya Tuhan kau cantik sekali sayang." ujar Tora dengan suara parau.
Nafas Sherly mulai memburu, malam ini ia akan menyerahkan semuanya pada suaminya Tora Sin. Sherly mulai memberanikan diri membuka kancing kemeja Tora. Tora menahan tangannya dan menggeleng.
"Malam ini biarkan aku yang memuaskanmu sayang." kata Tora sambil menciumi Sherly. Tora terus mencium istrinya tanpa ada yang terlewat sedikitpun.
Ini hal baru yang Sherly rasakan. Panas tubuhnya terasa sampai ke ubun ubun. Suaminya memperlakukannya dengan lembut membuat nafas Sherly memburu saat sentuhan suaminya semakin panas ditubuhnya.
Tora menepiskan pikirannya terlebih dahulu, ia tak ingin memikirkan seperti apa istrinya sebenarnya. Saat Tora semakin turun kebawah menyentuh tubuh istrinya. Sherly menutupinya dengan tangan. "Ada apa sayang." tanya Tora.
"Kak aku malu." jawab Sherly, nafasnya masih terengah engah.
__ADS_1
Tora tersenyum dan menepiskan tangannya. "Kau istriku dan semua ini milikku sekarang, jadi kau tak perlu malu sayang." ujarnya.
Tora mulai menciumi istrinya lagi sampai bagian rahasianya.
"Kak..." teriak Sherly. "Aku takut." ujarnya.
Tora berhenti dan naik memandang wajah istrinya. "Apa yang kau takutkan sayang?" tanya Tora.
"Apa kakak akan meninggalkanku jika aku mengatakan yang sebenarnya?" tanya Sherly sambil menangis.
Tora berhenti, ia menatap istrinya. "Ssssttt... Siapa yang akan meninggalkanmu Sher, apapun yang terjadi aku akan tetap bersamamu." jawab Tora.
"Aku masih ingat saat kakak marah waktu pertama kali menciumku. Karena aku tak berpengalaman kan?" ujar Sherly.
Tora terkekeh. "Aku marah bukan karena kau tak berpengalaman sayang, aku marah karena cemburu. Aku tahu kekasihmu pernah menciummu." ujar Tora.
Sherly menggeleng. "Aku tak berpengalaman berciuman seperti yang kakak lakukan. Aku dan mantanku hanya sekedar mengecup tak lebih dari itu. Dan aku takut kakak tidak suka wanita yang masih virgin. Aku masih suci, tak pernah disentuh. Aku takut kakak meninggalkan aku karena..." Tora menghentikan Sherly dengan menciumnya bertubi tubi.
Ia sangat bahagia mendengarnya, jadi ini pertama buat Sherly. "Aku akan melakukannya dengan pelan sayang." ujar Tora lalu mulai menghujani ciuman ciuman di sekujur tubuh Sherly. "Kau tahu aku sangat bahagia karena kau akan memberikan kesucianmu padaku sayang." sambungnya.
Sherly tak menyangka jika Tora ternyata senang jika ia masih suci, padahal sebelumnya ia berpikir bahwa suaminya akan meninggalkannya karena ia kurang berpengalaman. Bodohnya bahwa ia berpikir jika Tora lebih menyukai wanita berpengalaman. Ia tak menyangka jika suaminya terlihat bahagia sekarang saat ia mengatakan yang sebenarnya.
Tora melepas seluruh pakaiannya dan saat itulah ia mulai melakukan malam pertamanya dengan sangat berhati hati. Sangat sulit memang menembus keperawanan Sherly. Saat Tora berhasil, air mata istrinya mengalir membuat pilu hati Tora. Tora berhenti dan memeluknya.
"Maafkan aku sayang." ujar Tora sambil menciumi mata Sherly yang masih sembab.
Sherly mengangguk, ia tahu beginilah malam pertama yang akan ia rasakan karena Mega pernah menceritakannya. "Apa sudah selesai?" tanya Sherly dengan polos.
"Ini baru mulai sayang." jawab Tora. Suaminya kembali melakukannya hingga akhirnya mereka mencapai puncak surga dunia bersama.
Tora memeluk Sherly sambil mengecup wajahnya. "Terima kasih istriku, aku tidak sia sia menyiapkan semuanya untukmu karena kau memang wanita yang terbaik pilihanku." ujar Tora.
Keduanya akhirnya tertidur bersama. Inilah malam pertama yang sangat indah bagi keduanya.
*****
Dukung, Like n Komen guys...
__ADS_1
😘😘😘