Diakah Jodohku 1

Diakah Jodohku 1
BAB 27


__ADS_3

Tora sama sekali tak melepaskan genggamannya. Semua anggota memandangnya. Ini pertama kalinya Tora Sin membawa seorang wanita ke markasnya. Dan wanita ini adalah calon istrinya 3 minggu lagi. Beberapa anggota menyapanya dan Tora langsung memperkenalkan Sherly.


Sherly benar benar sangat canggung. Tapi genggaman tangan Tora benar benar bisa menenangkan syaraf tegangnya. Tora sangat bangga memperkenalkannya pada anggota yang lain, ia sama sekali tak merasa malu dengan penampilan Sherly yang biasa saja.


"Kita ingin kemana?" bisik Sherly.


"Ke kantorku sayang. Kau akan aman disana. Aku akan menemui tersangka tadi, aku ingin tahu mereka siapa dan apa tujuannya mencarimu." jawab Tora.


Sherly mengangguk dan terus mengikuti Tora sampai kedalam kantornya. Tora memeluknya dan juga mencium keningnya. "Tunggulah disini, jangan kemana mana Sher. Aku akan segera kembali." ujar Tora dan meninggalkan Sherly.


Sherly memandangi kantor Tora yang besar. Kantor itu sangat bersih dan rapi. Ia juga menatap foto foto keberhasilan Tora didinding kantor. Bahkan sangat banyak piagam penghargaan yang diraihnya sebagai anggota kepolisian.


Sherly terkejut saat melihat foto yang ada di meja. Itu fotonya saat sekolah dan beberapa foto saat Sherly bermain di berbagai tempat. Kapan Tora mengambil fotonya. pikir Sherly.


Sherly juga melihat foto keluarga Tora di mejanya. Sherly tersenyum, Tora masih sangat muda di foto tersebut. Sherly beralih ke lemari yang di belakang meja. Disana banyak sekali buku tentang kepolisian. Ia mengambil salah satu buku yang menarik perhatiannya. Buku biru tebal berpita, Sherly membukanya dan ternyata itu buku harian Tora. Sherly menutupnya dan mengembalikan ke tempatnya.


"Mengapa kau taruh lagi." ujar Tora mengagetkan Sherly.


Sherly terkesiap. "Ya Tuhan, aku hampir mau mati. Kau masuk tiba tiba. Maaf kak aku tak bermaksud melihat buku diary mu." ujar Sherly takut.


"Bacalah sayang, semuanya tentang dirimu." jawab Tora.


"Tentang aku?" tanya Sherly bingung.


"Tentangmu selama 10 tahun terakhir. Aku mencurahkan hatiku disana." kata Tora.


Sherly mengambil bukunya lagi. "Kalau begitu, sekarang ini jadi milikku. Aku akan membacanya nanti." ujar Sherly sambil memeluk bukunya.


"Tentu saja sayang, apapun yang kau mau dan milikku tentu saja milikmu sekarang." jawab Tora sambil memeluk Sherly.


"Terima kasih kak, kau selalu menjagaku. Aku sangat beruntung memilikimu sekarang." kata Sherly.


"Aku yang sangat beruntung bisa memilikimu Sher." jawab Tora.


"Apa aku mengganggu pak." ujar Ario. "Aku sudah mengetuk berkali kali tapi tak ada jawaban." sambungnya.


"Tak apa sersan, masuklah." jawab Tora.


"Ini laporan yang anda minta." Ario menyerahkan dokumennya. "Kedua tersangka baru keluar dari penjara 6 bulan yang lalu karena kasus narkoba. Dan penangkapnya adalah pak Inspektur 5 tahun yang lalu, mereka dendam terhadap bapak dan ingin membalaskan dendamnya dengan menyakiti orang terdekat bapak. Mereka sudah menyelidiki Sherly sebagai kekasih anda. Kami juga mendapatkan beberapa nama penjual senjata api ilegal dari mereka. Lokasinya tak jauh dari dusun Menggala." Ario menjelaskan.


"Siapkan beberapa anggota untuk menyelidiki tempat itu, jika sudah pasti maka kita lakukan penggerebekan." perintah Tora.

__ADS_1


"Siap ndan laksanakan." jawab Ario. Ia pamit keluar meninggalkan ruangan.


Sherly memperhatikan percakapan keduanya tadi, dan ia bergidik saat Tora dan lainnya akan menangkap tersangka penjual senjata api ilegal.


"Ada apa sayang, kenapa melamun?" tanya Tora.


"Aku hanya takut dan khawatir padamu." jawab Sherly.


"Kenapa? Memang itulah pekerjaanku sayang." tanya Tora lagi.


"Sampai kapan kau berhenti menghadapi kematian mengerikan. Tugasmu membuatku bergidik kak." jawab Sherly.


Tora terkekeh. "Kau akan lebih bergidik saat tugasku menangkap begal atau pembunuh sadis Sher, tapi memang itulah tugasku." jawabnya lagi.


Sherly cemberut mendengarnya. "Kau menganggap sebuah kematian seperti permainan." ujarnya.


Tora mendekatinya dan memeluknya lagi. "Tidak sayang, aku tahu seberapa khawatir dirimu, tapi aku berjanji akan berhati hati menghadapai para musuh, karena aku juga menginginkan hidup lebih lama denganmu." ujarnya.


"Aku mulai mencintaimu kak, aku takut kehilangan dirimu." ujar Sherly.


"Katakan lagi." kata Tora.


"Tadi kau bilang mulai apa?" tanya Tora.


Sherly menggeleng. "Kau salah dengar dan aku tak akan mengulanginya." kilahnya.


Tora menggelitik pinggang Sherly, membuatnya tertawa geli.


"Hentikan kak Tora." pinta Sherly.


"Ayo katakan." ujar Tora.


"Baiklah pak Inspektur Tora Sin. Aku mencintaimu." jawab Sherly.


Tora menariknya dan mencium Sherly. "Aku tak tahan menanti malam pernikahan kita sayang." goda Tora.


"Bersabarlah hanya tinggal 3 minggu lagi, aku janji tidak akan mengecewakanmu." ujar Sherly.


Tora menyipitkan matanya, tidak mengerti maksud Sherly.


"Jangan terlalu banyak berpikir kak, bukankah kita harus pulang. Apa kau tidak mengantuk?" tanya Sherly.

__ADS_1


Tora mengangguk. "Kita makan dulu lalu pulang, aku akan tidur sampai jam 4 sore. Dan harus bertugas lagi. Dan kau akan ikut bersamaku ke rumah Ario." Tora menjelaskan.


"Untuk apa ke rumah Ario?" tanya Sherly tak mengerti.


"Tentu saja menitipkanmu disana, aku tak akan membiarkanmu sendirian sayang." jawab Tora.


"Tidak, itu akan merepotkan kak. Aku lebih baik ke rumah Mega saja." jawab Sherly.


Tora menggeleng. "Jangan membantah Sher, aku hanya percaya pada keluarga Ario."


Sherly menghela nafasnya dan mengangguk. Tora akhirnya lega, calon istrinya sangat penurut. Mereka keluar dari markas dan menuju restoran terdekat. Setelah mereka menikmati makan antara sarapan dan makan siang mereka. Lalu keduanya kembali ke rumah.


 *****


Sherly terkejut melihat keadaan rumah Tora yang kembali rapi seperti sediakala. Tak ada bekas penyerangan sedikitpun. Kaca dan teralis rumahnya sudah diperbaiki, dan semuanya bersih.


"Bagaimana bisa hanya beberapa jam semuanya kembali?" tanya Sherly.


"Tentu saja semua tergantung uang sayang, siapapun bisa melakukannya asal ada uang." jawab Tora.


"Kau benar kak, tapi ini sangat cepat." ujar Sherly kebingungan.


Tora hanya terkekeh dan membawanya masuk ke dalam. Lalu mengunci pintunya.


"Sayang aku sangat lelah dan mengantuk. Aku akan tidur, kau harus disampingku. Aku juga tadi sudah mendengar bahwa Darko sudah sadarkan diri, dan ia baik baik saja sekarang. Jadi sebelum ke rumah Ario, kita mampir ke rumah sakit dulu oke." ujar Tora.


"Baiklah, tapi aku tak mau ikut tidur denganmu. Kau berisitirahatlah, aku akan menonton televisi." jawab Sherly.


Tora cemberut. "Kau tak ingin menemaniku?" tanyanya.


"Aku akan menemanimu disini." jawab Sherly.


"Kalau begitu aku tidur di ruang televisi bersamamu." jawab Tora.


"Kau keras kepala pak Inspektur. Ayo naik." ajak Sherly.


Tora tersenyum dan mengikuti Sherly ke atas. Ia sangat lelah dan akhirnya terlelap di pelukan Sherly di ranjangnya. Sherly mengelus kepala Tora sambil memandangi wajah tampan calon suaminya itu. Sherly tersenyum bahagia karena bisa mendapatkan pria baik yang akan mendampinginya seumur hidup.


 *****


Happy Reading All...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2