
Komisaris memberikan izin atas pemindahan jam kerjanya, karena inilah pertama kalinya Tora meminta sesuatu pada atasannya. Selama kehamilan, Tora menjadi suami yang sangat siaga. Sherly memang tak mengidam makanan apapun, namun ia hanya ingin Tora terus bersamanya sepanjang waktu. Sherly akan mogok makan jika Tora tak menurutinya, terkadang prilakunya membuat Tora kewalahan.
Usia kandungan Sherly sudah 7 bulan tapi perutnya sangat besar mengingat ada 2 bayi dalam perutnya. Menurut hasil USG, jenis kelamin keduanya adalah laki laki. Kabar tersebut sangat membuat ayah Tora senang. Penantiannya memiliki cucu dari Tora akhirnya terwujud. Dan cucunya benar benar laki laki dan ada 2 sekaligus.
Ayah Tora berharap cucu cucunya bisa meneruskan perusahaan yang ia bangun selama puluhan tahun, Tora menolak mewarisinya namun Tora memang berjanji akan memberinya cucu laki laki yang akan meneruskan perusahaan kakeknya.
Tora melakukan itu karena memang ia tak ingin putranya menjadi aparat negara sepertinya. Ia tak ingin putranya nanti menghadapi penjahat dan bahaya seperti hal dirinya yang setiap hari harus berhadapan dengan senjata.
Saat ini Tora sedang mengelus elus perut istrinya yang sangat besar. "Aku minta maaf membuatmu kerepotan sayang." ujar Tora.
Sherly terkekeh. "Kau pria aneh, apa kau yang ingin mengandungnya?" goda Sherly.
Tora menggeleng dengan cepat. "Membayangkannya saja aku tidak ingin sayang, mana ada pria mengandung. Dan lihat perutmu sangat besar. Aku akan sulit sekali berjalan. Maafkan aku tak bisa membantumu." jawabnya.
Sherly mencubit pipinya. "Ini memang takdir seorang wanita mengandung, mengapa kau merasa sangat bersalah sayang. Aku senang mengandung anak anak kita." ujarnya.
"Kau benar benar sangat kerepotan saat berjalan. Aku sering kali melihat kau memegang pinggangmu karena lelah. Itu membuatku sangat sedih." kata Tora lagi.
"Aku lelah karena putra putra kita yang aktif didalam, kau coba dengarkan dan rasakan." ujar Sherly menyuruh Tora mendekati perutnya.
Tora mendekatkan telinganya dan memegang perut Sherly, Tora terkejut saat putranya merespon. Berkali kali tendangan itu dirasakan Tora. Lalu ia memandang Sherly dan tak terasa airmatanya menetes. Ini pertama kalinya Sherly melihat Tora menangis.
Sherly menghapus air mata Tora. "Apa yang kau rasakan?" tanya Sherly.
"Kau wanita dan istriku yang hebat, kau mengandung putra putraku tanpa mengeluh. Aku sangat menyayangimu Sher." ujar Tora.
"Sssstttt... Ini pertama kali aku melihatmu menangis sayang. Jangan lakukan itu, aku sangat bangga memiliki suami sepertimu. Putra putra kita adalah hadiah paling berharga untuk cinta kita. Aku juga sangat menyayangimu pak Inspektur." jawab Sherly.
__ADS_1
Tora memeluk Sherly kembali. "Seminggu lagi adalah acara Baby Shower (7 bulan), aku sudah mengatur semuanya. Jadi aku tak ingin kau kelelahan sayang. Kita akan ke gereja sebelum pesta. Jadi selama persiapan, aku tak mengizinkanmu ikut berpartisipasi. Kau tetap diam di rumah." perintah Tora.
Sherly mengangguk, tak ada gunanya berdebat agar Tora mengizinkannya ikut persiapan. Jika ia lakukan itu, Tora akan mengamuk dan itu akan membuat Sherly pusing dengan omelan omelannya.
*****
Seminggu kemudian, Tora dan Sherly ke gereja untuk meminta doa keselamatan untung si calon baby mereka. Setelah itu mereka kembali ke rumah. Baby Shower memang dilakukan di rumah besar mereka. Orang orang terdekat Tora dan Sherly turut hadir memberikan hadiah dan doa keselamatan pada bayi dan ibunya.
Tora mengundang banyak sekali teman dan sahabatnya sedangkan Sherly hanya mengundang Mega saja.
"Selamat sahabatku sayang, aku bahagia mendengar kau mengandung putra kembar dan aku berharap kalian bisa sehat nanti. Aku sangat ingin menggendong keduanya." ujar Mega.
"Terima kasih Meg kau mau hadir. Bagaimana teman barumu?" tanya Sherly.
Wajah Mega memerah. "Aku sangat bersyukur suamimu mengenalkanku pada anak buahnya. Setelah aku memutuskan pertunanganku, sekarang aku lebih bahagia bersama Amdan. Kami memutuskan akan menikah bulan depan." ujar Mega.
"Apa yang kalian bicarakan, tanpa mengajakku?" tanya Tora sambil memeluk istrinya.
Sherly membisikkan pada Tora. Tora membelalakkan matanya. "Apa tidak terlalu cepat, kalian baru berhubungan selama 5 bulan?" tanya Tora.
"Aku sudah semakin tua, dan ya Tuhan Tora anak buahmu sangat ingin cepat menikahiku dari sebulan pertama kami bertemu." ujar Mega sambil terkekeh.
Tora ikut tertawa. "Ia mengatakan padaku, jatuh cinta pada pandangan pertama padamu." ujarnya.
"Benarkah, aku akan membawanya segera ke KUA." jawab Mega.
Mereka akhirnya tertawa bersama. Kebahagiaan itu kembali terpancar saat mereka tahu jika sahabat mereka akan menikah.
__ADS_1
*****
Acara Baby Shower akhirnya selesai juga, banyak sekali hadiah yang Sherly terima. Hampir memenuhi ruang tamunya.
"Ya Tuhan, aku tak perlu membeli peralatan buat putra putra kita lagi sayang, lihatlah tamu yang kau undang, semuanya membawa hadiah perlengkapan bayi." ujar Sherly.
Tora terkekeh. "Mereka sangat antusias saat mendengar istri pak Inspektur hamil. Aku sangat senang sayang, mereka memberi perhatian padamu." jawab Tora.
"Tidakkah ini terlalu banyak sayang?" tanya Sherly.
Tora mengangkat bahunya. "Ini rezeki dari Tuhan buat anak anak kita sayang, Kau istirahtlah biar aku yang membereskannya bersama ibu Sari." ujar Tora. ( Ibu Sari adalah pelayan baru rumah mereka ).
"Pinggangku mau patah, aku akan ke kamar sekarang." ujar Sherly.
Tora mengangkatnya dan membawanya ke kamar.
"Apa aku tidak berat?" tanya Sherly.
"Kau tidak berat sayang, tapi anak anak kita yang berat." jawab Tora sambil terkekeh. "Aku akan memperlakukanmu selalu seperti ini sayang, aku masih kuat walaupun beratmu akan bertambah 10kg lagi." sambungnya sambil menggoda istrinya.
"Terima kasih kak Tora. Kau selalu membuat hatiku tenang." ujar Sherly.
Tora mencium keningnya. "Minum susu dulu lalu tidurlah. Kau pasti sangat lelah, aku tak ingin kau membahayakan anak anak kita." ujarnya.
Sherly mengangguk, ia meminum susu yang sudah tersedia di meja kamarnya. Ia sangat lelah dan akhirnya terlelap. Tora menyelimutinya dan mencium kening istrinya.
*****
__ADS_1
Happy Reading All.. 😘😘😘