
Singkat cerita...
Setelah mengandung selama 9 bulan 10 hari, akhirnya Sherly melahirkan putra putranya dengan normal. Ia masih mengingat saat pertama kali putra yang pertamanya lahir disusul putra kedua beberapa menit kemudian. Saat itu Tora tak henti hentinya mengeluarkan air matanya. Begitu juga dengan Sherly saat putra putranya yang tampan dipeluknya untuk pertama kali.
Tora menciumnya dan bersyukur atas apa yang Sherly lakukan. Suaminya tak menyangka jika Sherly bisa melahirkan dengan normal padahal ini pertama buatnya dan 2 anak sekaligus yang dilahirkan Sherly. Berkali kali Tora meminta Sherly agar melahirkan secara caesar, tetapi Sherly menolaknya karena ingin menjadi ibu yang sebenarnya. Dan saat inilah ia sekarang memeluk putra putranya yang ia lahirkan.
Tora adalah suami dan ayah yang sangat baik untuk Sherly. Ia tak pernah membiarkan Sherly kelelahan mengurus putra putranya. Ia selalu menyempatkan diri membantu Sherly di sela kesibukannya sebagai ajudan komisaris. Sherly sangat bersyukur kepada Tuhan atas apa yang ia dapatkan sekarang.
3 Tahun kemudian...
Jordan Sin dan Jidan Sin sedang bermain di taman rumah mereka. Umur mereka sudah 3 tahun. Sedikit merepotkan bagi Sherly mengurus keduanya. Tora sangat sibuk dengan tugas barunya. Mengingat Tora Sin sudah diangkat menjadi Ajun Komisaris Polisi.
Sebagai ibu rumah tangga Sherly memang sangat telaten mengurus kedua putranya, untung saja ada ibu Sari yang membantu mengurus rumahnya. Sherly memejamkan matanya di kursi taman. Ia sangat lelah dengan kenakalan putra putranya.
"Ini milikku..." ujar Jordan.
"Ini milikku..." ujar Jidan.
"No...itu milikmu...ini milikku..." kata Jordan lagi mulai kesal.
Sherly mendengarkan kedua putranya yang berdebat tapi ia sangat enggan membuka matanya. Sherly akan melerai mereka jika sampai keduanya menangis. Tapi Sherly tak mendengar keduanya berdebat lagi. Sepertinya Jidan sebagai kakaknya mengalah pada Jordan. Sherly tenang kembali dan melanjutkan tidurnya walaupun ia sambil terduduk.
Tora kembali ke rumah, ia sengaja ingin memberi kejutan pada istri dan anaknya. Saat ibu Sari menyambutnya, wanita paruh baya itu mengatakan Sherly dan anak anak ada di taman. Tora menuju taman dan menemukan istrinya memejamkan mata di kursi taman sedangkan kedua putranya sedang asyik bermain robot dan mobil mobilan.
Tora memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipinya. "Selamat siang istriku." ujar Tora.
Sherly terkejut dan mendapati suaminya sedang memeluknya. "Kau sudah kembali sayang?" tanya Sherly. "Memang ini jam berapa?" tanyanya.
"Aku sengaja pulang lebih awal, aku merindukan kalian. Kau sangat lelah istriku, apa kita harus mencari baby sister?" ujar Tora.
Sherly menggeleng. "Aku akan puas mereka tumbuh ditanganku sayang, kalau ada baby sister lalu aku harus apa di rumah? Itu akan membuatku bosan." jawab Sherly.
"Kau melayaniku setiap hari." goda Tora.
__ADS_1
"Kau pria genit. Kau sudah makan siang?" tanya Sherly.
Tora menggeleng. "Tidurkan anak anak, aku ingin mengajakmu makan siang di restoran mewah hari ini." ujar Tora.
Sherly menghela nafasnya. "Aku tak tega meninggalkan anak anak sayang." jawabnya.
"Oh... Ayolah sayang, hanya makan siang. Sudah 3 tahun kita tak jalan berdua." rengek Tora seperti anak remaja.
Sherly mengangguk. "Baiklah, asal kau bahagia. Aku akan mengikutimu tuan Sin." ujarnya.
Tora menciumnya lagi. "Terima kasih istriku." ujar Tora. "Jordan, Jidan kalian sangat serius sampai papi pulang tak melihatnya." teriak Tora.
Kedua putranya mendongak saat mendengar suara Tora. Lalu tersenyum saat melihat Tora, keduanya berlarian mengejar Tora dan memeluknya.
"Jagoan jagoan papi yang tampan. Apa kalian nakal hari ini?" tanya Tora.
Keduanya menggeleng. "No..." jawab mereka.
Keduanya menunjuk mainan mereka, Tora menggendong keduanya dan menghampiri mainan itu. Tora menemani mereka bermain sampai akhirnya keduanya kelelahan.
Tora menggendong Jordan dan Sherly menggendong Jidan. Keduanya dibawa masuk ke kamar mereka. Sherly pelan pelan mengganti pakaian mereka dan mengelap wajah, tangan dan kaki mereka dengan tisu basah. Tora memperhatikan setiap gerakan istrinya. Setelah selesai Tora memeluk Sherly lagi.
"Gantikan pakaianku mami. Pakaianku juga kotor." goda Tora.
Sherly terkekeh. "Kau iri dengan putramu?" tanya Sherly.
Tora mengangguk. "Beri aku makan siang di kamar sebelum kita keluar." jawabnya.
Sherly membelalakkan matanya. Ia mengajak keluar Tora. "Kau akan membangunkan mereka sayang." ujar Sherly.
"Mr. P ku sudah bangun sejak tadi." ujar Tora sambil menarik Sherly ke kamar.
"Apa yang kau lakukan sayang, ini tengah hari dan sangat panas." ujar Sherly berusaha menghindar.
__ADS_1
"Aku memang sudah sangat kepanasan sejak melihatmu di taman." Tora melepaskan bajunya dan memperangkap tubuh istrinya hingga jatuh ke ranjang. "Aku menginginkanmu." ujarnya parau.
"Sayang, kita akan terlambat makan siang. Dan anak anak keburu terbangun." ujar Sherly mencari alasan.
"Jangan banyak alasan istriku, makan siangku ada di depanku sekarang." Tora membuka kaos Sherly.
Tora menikmati makan siangnya di ranjang dengan panas yang membakar tubuhnya. Keringat mengucur deras saat ia melampiaskan hasratnya pada istrinya. "Kau sangat nikmat, kau tak berubah walaupun sudah melahirkan 2 anak kita dengan normal. Aku terus menerus menginginkanmu sayang." ujar Tora saat akhirnya ia melepaskan hasratnya.
"I love you my wife... Now, Later and Forever." ujar Tora sambil mengecupi wajah istrinya.
"I love you too my husband... Now, Later and Forever." jawab Sherly.
Keduanya hidup bahagia bersama putra putra mereka. Perjuangan Tora demi cinta dan kebahagiaannya akhirnya terwujud. Kesabarannya mencintai wanita selama 10 tahun akhirnya terjawab sampai saat ini.
THE END.
*****
TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SEMUA...
🙏🙏🙏
AUTHOR SAYANG KALIAN PARA READERKU TERSAYANG...
😘😘😘
BACA TERUS KARYA KARYAKU DENGAN CARA KLIK PROFILKU...
🤗🤗🤗
SEASON 2 BERJUDUL "Cinta Segitiga Sin"
Happy Reading All...
__ADS_1