
Tora Sin terus berada disamping Sherly Lee. Ia sangat khawatir pada wanita itu. Berkali kali Tora mengecek denyut nadinya, dan untunglah sudah kembali normal. Tora sangat mengantuk akibat sama sekali belum tidur dan akhirnya ia tidur disamping Sherly.
Dua jam kemudian Sherly mengerjapkan matanya, ia terkejut dengan alat bantu pernafasan dan selang infus yang ada pada tubuhnya. Dan juga satu tangannya digenggam oleh seseorang. Sherly mencoba mengingat kejadian semalam dan ia terkejut saat ingatan itu kembali. Ferdinan hampir membunuhnya dan seseorang menolongnya. Sherly melihat siapa yang menggenggam tangannya. Seorang pria yang menunduk dan tertidur. Sherly tidak bisa melihat wajahnya karena ia menunduk namun postur tubuhnya mirip sekali dengan Tora Sin.
Sherly mencoba bangun pelan pelan, gerakannya membuat pria itu terbangun. Dan benar saja ia adalah Tora Sin.
"Kau sudah sadar. Apa yang kau lakukan? Kau tidak boleh bangun dulu." ujar Tora.
"Aku tidak apa apa, terima kasih kak. Jadi kau yang menolongku." jawab Sherly.
"Tidak masalah, itu tugasku melindungimu Sher. Aku akan memanggil dokter." ujar Tora.
Sherly hanya mengangguk. Tapi ia memperhatikan bekas darah yang ada pada baju Tora. Sherly mencoba berpikir, dan kembali terkejut. Pria itu menghajar Ferdinan dengan tangannya yang terluka. Ia pasti sangat kesakitan. Beberapa menit kemudian Tora bersama dokter masuk. Dokter memeriksanya.
"Syukurlah sudah stabil Tora, aku akan melepas alat bantu pernafasannya." Jack mulai melepaskan alat oksigen itu.
"Terima kasih Jack." ujar Tora.
"Kau harus memeriksakan tanganmu Tora. Jika infeksi itu sangat bahaya." ujar Jack.
"Kau sangat cerewet, aku sudah baik baik saja." jawab Tora.
"Dasar Inspektur keras kepala. Baiklah aku ada tugas yang lain. Nona Sherly jaga kesehatanmu." ujar Jack dan meninggalkan ruangan rawat.
"Terima kasih dokter." jawab Sherly dan mendapat anggukan dari Jack.
Sherly beralih memandang Tora. "Maafkan aku kak, gara gara aku kau kembali terluka." ujarnya.
"Siapa yang bilang itu gara gara kau Sher, itu memang sudah tugasku melindungimu dan masyarakat. Sudahlah jangan dibahas. Aku sudah tidak apa apa, jahitannya hanya terlepas sedikit." ujar Tora. "Oh ya nanti ada pihak kepolisian yang akan memintai keterangan terkait pria itu. Kau saksi utama dan korbannya. Katakanlah yang sebenarnya, jebloskan ia ke penjara." sambung Tora.
"Apa Ferdinan ditangkap?" tanya Sherly.
"Tentu saja, ia akan terkena pasal berlapis. Aku akan memastikan ia mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. Aku takkan membiarkan si brengsek itu lolos." jawab Tora.
__ADS_1
"Ia hanya emosi kak, ia sangat baik selama ini padaku." kata Sherly.
"Omong kosong, pria itu yang bersamamu selama 7 tahun kan, ia tak pernah menghargaimu selama itu bagaimana bisa ia pria yang baik." Tora kesal.
Sherly terkejut. "Bagaimana kak Tora bisa tahu jika ia kekasihku selama 7 tahun?" tanya Sherly.
Tora menelan ludahnya, ia tak mungkin mengungkapkannya sekarang jika ia selama ini mengikuti Sherly selama 10 tahun dan terus mencari informasi tentangnya. "Tentu saja interogasi Sher, pria itu sudah diinterogasi pihak kepolisian. Jadi aku tahu." jawab Tora berbohong.
"Oh kak Tora benar, kau kan seorang Inspektur tentu saja kau tahu segalanya." ujar Sherly.
"Kau istirahatlah ini masih sangat pagi Sher, aku akan membangunkanmu jika ada pihak kepolisian datang." perintah Tora.
Sherly mengangguk dan mulai memejamkan matanya lagi karena masih mengantuk.
Tora ke sofa yang ada di ruangan dan ia juga memejamkan matanya disana.
*****
Ario mengambil baju ganti milik Tora, ia ingat jika baju Tora berlumuran darah. Tapi ia bingung bagaimana mengambil baju ganti Sherly. Tidak mungkin ia masuk ke rumahnya tanpa izin. Pagi ini tidak ada tugas buatnya. Jadi Ario menghampiri Tora ke rumah sakit. Akhirnya Tora meminjam beberapa baju istrinya buat Sherly.
"Kau kira aku bisa berselingkuh dan mengorbankan pekerjaanku. Kau selalu saja berbicara omong kosong sayang, aku hanya mencintaimu dan anak anak." Ario mencium istrinya.
"Kau sampai meminjam bajuku, sangat spesial sekali wanita itu." ujar Ica lagi.
Ario membisikkan sesuatu pada Ica. "Benarkah? Jadi..."
"Sssstttt....ini rahasia sayang, Tora belum mau mengungkapkannya." ujar Ario memotong ucapan istrinya.
"Dasar pria lajang bodoh, tolong katakan padanya sayang, jangan terlalu lama. Jika lagi lagi wanita itu diambil pria lain, ia akan menyesal 2 kali." ujar Ica.
"Aku sudah memperingatkannya sayang, aku lihat kali ini Tora sangat gigih." kata Ario sambil terkekeh.
"Kau jangan terus terusan menggodanya Ario, kau sangat senang melakukan itu." Ica mengingatkan.
__ADS_1
"Baiklah nyonya Ario, sudah waktunya aku berangkat sekarang. Terima kasih bajunya." ujar Ario sambil melangkah keluar.
"Tidak usah dikembalikan, itu baju baru untuk wanita itu." teriak Ica.
"Terima kasih sayang." jawab Ario sambil masuk kedalam mobilnya dan menuju ke rumah sakit.
*****
Tora bangun ketika ada dua anggota polisi yang masuk ke ruangan. Keduanya memberi hormat pada Tora.
"Pasien masih syok, jadi jangan terlalu memberi banyak pertanyaan." perintah Tora sebelum membangunkan Sherly.
"Siap ndan." jawab keduanya bersamaan.
Tora membangunkan Sherly dengan lembut. Wanita itu terbangun. Beberapa menit kemudian, anggota polisi mulai memintai keterangan terkait penyerangan Ferdinan terhadapnya. Tora terus berada disamping Sherly. Tora lega dan puas atas jawaban Sherly pada polisi. Ia mengungkapkan semua hal yang akan memberatkan Ferdinan.
"Terima kasih nona Sherly, kami akan menghubungi anda kembali jika itu diperlukan." ujar salah satu polisi itu.
Sherly hanya mengangguk. Keduanya memberi hormat pada Tora dan pamit pergi.
"Bagaimana perasaanmu setelah mengatakannya, apa sangat lega?" tanya Tora.
"Aku puas kak, aku baru sadar jika selama ini aku terus dimanfaatkannya." jawab Sherly.
Tora mengangguk dan mengambil nampan makanan yang disediakan dari rumah sakit. "Sudah waktunya makan, biar aku yang menyuapimu." ujar Tora.
Sherly menggeleng. "Tidak perlu kak, aku bisa sendiri." jawabnya.
"Dengan infusan ditanganmu? Kau jangan membantah Sher, kau hanya perlu membuka mulutmu." perintah Tora tak bisa ditolak.
"Baiklah." jawab Sherly menyerah.
Ario memperhatikan adegan itu dari luar. Tora benar benar menyukai Sherly, pria tegas itu bisa sangat lembut ketika bersama wanita itu. Ario hanya tersenyum sambil menunggu mereka diluar sampai selesai.
__ADS_1
*****
Happy Reading All...😘😘😘