Diakah Jodohku 1

Diakah Jodohku 1
BAB 19


__ADS_3

"Hukum aku pak, aku yang salah." ujar Ario sambil berlutut.


"Kau gila, apa yang kau lakukan. Bangunlah." bentak Tora. "Aku tak menyalahkanmu Ario, seharusnya aku menyewa orang lain. Bukan mengganggu tugas kalian. Berapa orang yang tertangkap." tanya Tora.


"Siap ndan semuanya 5 orang." jawab Ario.


"Ini sudah di rumah jangan terlalu formal." ujar Tora.


"Saya tidak berani ndan, ini masih jam tugas." jawab Ario.


Tora menendang kaki Ario dengan keras. Ario meringis tapi tegap kembali. "Itu sudah aku berikan hukuman, lepaskan tugasmu disini." perintahnya.


Tubuh Ario langsung melemah. "Maafkan aku Tora, setelah absen di markas. Aku membeli sesuatu dulu di mini market. Makanya aku terlambat menjemput Sherly." ujarnya berubah menjadi sahabat.


"Aku sudah bilang ini bukan kesalahanmu. Yang terpenting sekarang Sherly sudah selamat dan penculik sudah tertangkap. Besok aku akan ke markas, malam ini aku tak bisa meninggalkan Sherly." ujar Tora.


Ario dan Darko mengangguk dan pamit kembali ke markas. Jack ikut pamit tapi ditahan oleh Tora. "Tunggulah sampai Sherly sadar, aku takut ia histeris lagi." ujar Tora.


Jack mengangguk. "Baiklah, tapi aku belum makan." ujarnya sambil tertawa.


"Ya Tuhan, maafkan aku. Aku akan pesankan makanan." ujar Tora.


Jack mengangguk. "Terima kasih Tora." jawabnya.


"Aku yang harus berterima kasih padamu Jack." jawab Tora lalu ia menghubungi salah satu restoran yang bisa delivery.


 *****


Satu jam kemudian, Sherly terbangun. Ia memandangi ruangan. Ia menyadari jika ini kamar Tora. Ia mencoba mengingat ingat kejadian yang menimpanya. Tubuhnya menggigil ketakutan. Ia ingat tamparan pria itu dan ia mengingat saat dirinya ingin diperkosa.


Pintu kamarnya terbuka, Sherly semakin ketakutan. Ia meringkuk diujung ranjang.


"Ya Tuhan sayang kau sudah bangun." ujar Tora sambil mendekati Sherly. Tora memeluknya. Tubuh Sherly bergetar dipelukan Tora. "Tenanglah sayang, ini aku. Jack..." teriak Tora.


Jack datang tergesa gesa. Ia langsung memeriksa keadaan Sherly. "Ia sudah tidak apa apa Tora, kau yang bisa menenangkannya." ujar Jack dan langsung meninggalkan kamar.


"Aku langsung kembali ke rumah sakit, satu jam lagi kau minumkan obatnya." teriak Jack diluar.

__ADS_1


"Terima kasih Jack, hati hati." jawab Tora.


Tora masih memeluk Sherly. Ia terus mengelus punggungnya agar Sherly tenang.


"Kau sudah aman, para penculik itu sudah ditangkap. Tapi ternyata tidak ada hubungan dengan Ferdinan. Mantanmu sama sekali tidak menyuruh anak buahnya melukaimu. Itu inisiatif mereka karena tertarik padamu. Jadi mulai sekarang kau tak boleh keluar sendirian. Kau mengerti?" ujar Tora.


Sherly mengangguk, tubuhnya sudah mulai tenang. Tora mencium keningnya. "Kita makan dulu, minum obat lalu istirahat. Malam ini kau tidur disini." perintah Tora.


Sherly menggeleng. "Aku kembali ke kamarku saja." jawabnya.


"Tidak, tetap disini. Aku tak akan memakanmu Sher." pinta Tora. "Jangan membantah, jika kau memaksa aku yang akan ke kamarmu." ancam Tora.


Sherly tak kuat berdebat sekarang, ia hanya mengangguk. Tora mengambil bubur untuknya yang dipesan tadi.


Sherly kembali menggeleng. "Aku tidak sakit, aku tak mau makan itu." ujar Sherly.


Tora menyipitkan matanya. "Kau mau makan apa?" tanyanya.


"Nasi. Aku lapar." jawab Sherly.


Tora terkekeh. "Baiklah, aku tadi memesan makanan buat Jack. Masih banyak di dapur." Tora mulai melangkah.


"Kau pasien sekarang. Diamlah disitu, jangan terus berdebat denganku." perintah Tora.


"Kali ini aku membantah." Sherly turun dari ranjangnya dan menghampiri Tora.


"Dasar wanita keras kepala." ujar Tora.


"Ini sudah sangat larut, aku takut sendirian." ujar Sherly.


Tiba tiba Tora membopong Sherly. "Kak turunkan aku." teriak Sherly sambil meronta.


Tora tak bergeming ia terus membawa Sherly ke lantai bawah menuju meja makan.


 *****


"Besok aku mulai bekerja, banyak sekali yang harus diurus." ujar Tora setelah mereka selesai makan tengah malam.

__ADS_1


"Apa tangan kakak sudah baik baik saja?" tanya Sherly.


"Aku tidak akan bermanja manja dengan luka ini sayang, ini belum seberapa. Aku bahkan pernah tertembak di dada. Tapi Tuhan masih memberiku umur panjang." ujar Tora.


"Kapan kau akan berhenti melakukan hal bahaya seperti itu?" tanya Sherly lagi.


"Tentu saja saat aku pensiun nanti Sher." jawab Tora.


"Apa kau tidak ingin hidup lama bersama anak dan istrimu?" kata Sherly.


"Tentu saja sayang, tapi tugas tetaplah tugas. Sebagai aparat negara. Kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan." ujar Tora.


"Kak, aku hanya khawatir." jawab Sherly.


Tora tersenyum. "Sudah waktunya tidur." ujarnya.


Sherly menggeleng. "Aku menagih janji kakak untuk memberi info tentang pria yang menolong keluargaku. Aku mohon katakan apa yang kau ketahui kak." ujarnya.


Tora menggeleng. "Tidak sekarang cantik, kau butuh istirahat." Tora mendekati Sherly dan membopongnya lagi.


Sherly terkesiap. "Aku bisa jalan sendiri." rontanya.


Lagi lagi Tora tak mendengarkannya. Ia terus membawa Sherly ke kamarnya dan menidurkannya di ranjang. Tora mencium keningnya. "Selamat tidur sayang." ujar Tora.


Sherly sangat kesal, Tora masih juga tidak mengatakan orang yang sudah menolongnya dan keluarganya. Tapi Tora juga benar, ia sangat lelah sekarang. Jika mengingat kejadian tadi, itu akan membuat Sherly merinding. Ia benar benar takut jika saja Tora terlambat menyelamatkannya. Maka ia tak akan mau bertemu Tora lagi jika ia dinodai pria lain.


Tuhan masih memberinya keselamatan, mungkin papa dan mama nya masih menjaganya di surga.


Papa, mama... Terima kasih... Kalian selalu menjagaku. gumam Sherly.


Lalu akhirnya ia terlelap di pelukan kekasihnya.


 *****


Maaf atas keterlambatan up...


Happy Reading All... 😘😘😘

__ADS_1


Dukung, like n komen terus ya...


__ADS_2