
Seminggu telah berlalu, sementara Sherly tinggal di rumah Ario sampai Tora menemukan rumah baru yang terdekat dari markas kepolisian. Hari ini tugas Tora menangkap penjual senjata api ilegal di dusun Menggala. Tora bersama team Jaguarnya bersiap siap ke lokasi tujuan. Tora menyamar sebagai pembeli untuk menangkap pelaku. Biasa yang melakukan penyamaran adalah Darko tetapi pria itu masih tidak bisa bertugas karena sedang dalam masa pemulihan akibat luka tembaknya yang lalu.
Tora bertemu dengan dua tersangka, gerak gerik mereka memang terlihat sedang memperhatikan sekitar, mereka seperti sudah mencurigai sesuatu. Tapi Tora dengan sangat pintar bisa menghadapinya. Tora terus bertransaksi sampai pada akhirnya beberapa anggota berhasil membekuk kedua tersangka. Tapi tebakan Tora benar, kawanan tersangka sudah bersiap di kejauhan. Mereka melepaskan tembakan ke arahnya. Dengan sigap Tora menarik tersangka yang tertangkap dan tembakan mengenai tangan tersangka. Tora segera mengambil senjatanya.
Doooorrrr... Doooorrrr....
Dua kali tembakan Tora tepat sasaran, tersangka lainnya mampu dilumpuhkan. Namun ada beberapa orang yang mencoba kabur. Team Jaguar mengejar mereka. Perlawanan pun terjadi lagi. Ario mengejar sampai ke dalam pasar. Tersangka bersembunyi di keramaian tersebut. Team Jaguar sangat berhati hati, mereka tidak ingin melukai warga disana. Mereka memanfaatkan situasi pasar agar sulit ditangkap.
Tora memerintahkan agar mereka semua mundur terlebih dahulu. Dengan kasar Tora menginjak kaki tersangka dan menanyakan keberadaan mereka. Tora sangat tidak sabaran mengingat kawanan tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat.
"Dimana tempat persembunyian kalian." bentak Tora.
Salah satu tersangka masih bungkam, Tora menembakkan pistol ke kaki tersangka. Tersangka berteriak. "Dimana?" bentak Tora lagi.
Tersangka buka mulut. Tora mendapatkan info. Beberapa anggota mengurus 3 tersangka, dan ia beserta team lainnya menuju lokasi yang ditunjukkan tersangka. Masuk ke wilayah itu lumayan jauh dan sepi. Mereka sangat berhati hati. Dan akhirnya mereka menemukan rumah persembunyian mereka. Tora membagi team seperti biasanya. Team segera menyebar untuk melakukan penggerebekan.
Mereka mulai mendekati lokasi. Dan ternyata disana mereka sudah bersiap siap melawan. Tora dan team kembali melepaskan beberapa tembakan. Salah satu anggota Tora tertembak. Tora terus memberondong senjatanya. Suara letusan senjata dan teriakan terdengar disana.
Dooorrr... Dooorrrr.... Dooorrrr....
Tembakan terus saling bersautan. Tora dan team Jaguar, semakin mendekati lokasi. Sudah ada 2 tersangka yang berhasil di lumpuhkan. Tora memerintahkan 2 anggota mundur untuk mengurus anggota yang tertembak. Lagi lagi perlawanan terjadi.
Dooorrr... Dooorrrr.... Dooorrrr....
Kali ini naas bagi Ario, tangannya terluka akibat tembakan para tersangka.
__ADS_1
"Ada berapa tersangka lagi." teriak Tora kepada team.
"Sekitar 4 orang ndan." jawab team.
Tora melihat sisa anggotanya. Ia memutuskan maju atau mundur. Tora melihat Ario yang kesakitan, Ario menggeleng meyakinkan Tora bahwa ia baik baik saja. Akhirnya Tora memutuskan mereka agar segera menyelesaikan ini. "Team 1 dan 2 lindungi aku." teriak Tora.
"Siap ndan." teriak team 1 dan 2 bersamaan.
Ternyata Tora maju dari depan, ia mengarahkan senjatanya dan mengeluarkan ketajamannya yang sangat terkenal selama ini, benar saja baru beberapa menit Tora mampu melumpuhkan 2 tersangka. Sedangkan 2 tersangka lainnya akhirnya berhasil kabur dari lokasi. Semua team sudah sangat lelah. Tora memerintahkan mereka untuk berhenti sekarang.
Dari 6 tersangka, 2 tersangka tewas di tempat kejadian. Tora memerintahkan team agar membawa Ario dan satu anggota lagi ke rumah sakit. Tora menghubungi markas agar mengirim team penyelidik di lokasi yang mereka temukan. Tora masuk di dalam persembunyian mereka. Tora sangat terkejut. Itu adalah gudang senjata api terbesar yang Tora dan team Jaguar temukan. Mereka benar benar menimbun ratusan bahkan ribuan senjata disana. Mereka merakitnya sendiri, Tora terus menggelengkan kepalanya karena tak percaya.
Beberapa jam kemudian, mereka semua kembali ke markas setelah team penyelidik sudah sampai di lokasi. Tora menghubungi keluarga Ario agar segera ke rumah sakit. Tora meyakinkan bahwa Ario baik baik saja, hanya luka kecil ditangannya.
*****
Sherly terbangun jam 6 pagi, ia keluar dari kamarnya dan menemukan rumah Ario dalam keadaan sepi, hanya ada satu pelayan disana.
"Bi, dimana mereka semua." tanya Sherly.
"Ke rumah sakit nyonya." jawab pelayan.
"Ada sesuatu yang terjadi?" tanya Sherly terkejut.
Pelayan menggeleng. "Saya tidak tahu nyonya, tadi pagi pagi sekali nyonya Ario dan anak anak berangkat ke rumah sakit tapi tak mengatakan apa apa lagi." jawab wanita tua itu.
__ADS_1
Sherly mengambil ponselnya dan menghubungi Tora. "Kau tak mengabariku." ujar Sherly kesal saat telponnya diangkat Tora.
"Maaf sayang, aku hanya tak ingin mengganggumu tidur." jawab Tora.
"Kau tak ingin memberitahuku ada apa?" tanya Sherly.
"Ario tertembak di tangannya, dan Yoga salah satu team kami juga tertembak. Ario sudah baik baik saja, tapi Yoga masih kritis." ujar Tora.
"Aku kesana ya." ujar Sherly.
"Tidak, jangan kemana mana. Aku sebentar lagi pulang." bentak Tora. "Jangan membuatku khawatir Sher. Tetaplah di rumah." perintah Tora.
"Iya...Iya...kau galak sekali." jawab Sherly.
"Maaf sayang, aku hanya takut akan terjadi sesuatu padamu. Ini saja aku sangat khawatir kau disana sendirian." ujar Tora.
"Aku bersama pelayan keluarga Ario kak. Kau jangan khawatir. Baiklah kau selesaikan pekerjaanmu dulu. Aku mau mandi, dah sayang." ujar Sherly.
"Dah juga sayang, sampai bertemu nanti." jawab Tora dan mematikan ponselnya.
Sherly masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menunggu Tora dan keluarga Ario kembali. Ia berharap semuanya baik baik saja. Pekerjaan mereka benar benar menakutkan bagi Sherly.
*****
Dukung, Like n Komen terus ya...😘😘😘
__ADS_1