
aku menghampiri dini dan juga silvia yang sedang duduk di taman samping kelas kami
"pagi semua" ucapku semangat
"wah ada yang semangat banget nih" ujar dini
"mungkin perasaan nya mulai di bales sama kak rey" lanjut silvia
"hemmmm buat ngejer kak rey itu susah ya, boro-boro di bales gue malah di cuekin tadi, di depan orang yang enggak suka sama dia, dia bisa ramah tapi kalau ada yang suka sama dia kenapa kak rey jadi ketus dan dingin ya" keluhku
"hemmm mungkin apa yang di bilang via waktu itu bener nad, kalau kak rey emang udah suka sama orang lain" ucap dini
"tapi kan itu udah lama din, lagian gue yakin kok kalau gue terus berjuang kak rey bakal luluh" balasku dengan semangat
"tapi lo enggak takut di bilang pengganggu nad" tanya via dengan nada pelan dan ragu
"gue kan enggak jadi penguntit vi, jadi ngapaiin gue ngerasa kayak gitu lagian gue cuma mau kak rey bales perasaan gue doang" jawabku
tapi kemudian aku terdiam dan memikirkan apa yang di ucapkan via, jika kak rey benar memandang ku seperti itu apa bisa aku kuat dengan pandangan yang akan kak rey berikan selanjutnya
"woy lo kenapa nad" tanya dini
__ADS_1
membuatku sadar dari lamunan
"eh enggak kok" balah ku
"kalau menurut gue sih lo jangan terlalu maju terus kayak sekarang deh nad takutnya malah nanti lo yang sakit hati" ucap via
"tapi kan gue enggak bisa kalau sehari aja enggak ketemu kak rey" keluhku
"yaudah gue akan dukung lo dan gue juga akan siapin bahu saat lo butuh tempat menangis nanti" ucap dini semangat
"hahahaha dini lo lagi semangatin apa doain nadya patah hati" balas via sambil tertawa
sudah sepuluh hari sejak aku mulai mendekati dan mengirim pesan kepada kak rey, namun satu pesanku tak ada yang di balas sedangkan 3 minggu lagi kami menghadapi ujian akhir dan akan libur semester, aku berfikir bagaimana seharusnya aku membuat kak rey tertarik, aku sudah berdandan secantik mungkin dan malah menarik banyak perhatian anak lainnya, tapi kak rey sama sekali tak memperhatikan ku.
"hemmmmm" aku menarik napas panjang dan meletakkan kepala ku di atas meja
"masih enggak ada balasan dari kak rey" ucap via
"iya enggak ada bahkan satu pun enggak ada" ucapku sambil memutar hp ku di atas meja
"yaudah cari yang lain aja bukannya udah ada yang tertarik sama lo kan nad" ucap dini sambil mengangkat sebelah alisnya
__ADS_1
"ih dini kan nadya cuma suka sama kak rey" ucapku kesal
"tapi kan enggak ada salahnya lo buat buka hati ke yang lain nad, kak rey aja enggak pernah liat lo" ucap via
"bener tuh kata via, dari pada lo galau muluk" tambah dini
mereka membuatku tak dapat berkata apapun padahal sudah setiap hari aku memberikan kue coklat dan bahkan makan siang untuk kak rey, tapi sama sekali enggak ada niat kak rey untuk menyapa ku
"eh kak rey" ucapku melihat kak rey lewat depan kelas
aku berdiri menuju pintu depan kelas dan mencoba mengejarnya
"eh kak rey, kok bisa ada disini kak rey tau ya nadya ada di kelas ini" ucapku kepada kak rey
"lo enggak capek apa nad" balas rey dengan tatapan dingin
"enggak kan ada penambah semangat nadya disini" ucapku sambil tersenyum
"gini ya gue kasih tau ke lo kalau gue risih dengan semua yang lo lakuiin lo udah kayak penguntit tau enggak, lo harus sadar dong kalau gue udah enggak bales berarti gue enggak mau ada urusan sama lo, lo jadi cewek seharusnya punya harga diri dikit kenapa" ucap rey yang semakin merendahkan ku
aku tak menyangka kak rey akan mengatakan itu
__ADS_1