
aku masih terdiam mendengar apa yang diucapkan renaldy, masih tak menyangka dan tak percaya
"segitu bencinya kah kak rey sama nadya" ucapku kemudian
"iya gue enggak suka, lo itu kayak penguntit tau" balas renaldy
aku mulai meneteskan air mata, kemudian aku mengusap air mata ku yang hampir menetes lagi
"jadi nadya itu kayak gitu ya di mata kak rey, nadya minta maaf selama ini nadya enggak pernah ngerti, nadya cuma percaya kalau kita sayang sama orang kita harus perjuangin tapi ternyata nadya salah, kak rey sama sekali enggak bisa liat itu di nadya" ucapku kemudian menatap renaldy dengan tajam
"......" renaldy hanya diam tak berkata dan masih memperhatikan ku
"mungkin bener kata via, kak rey belum bisa move dari orang yang kak rey suka walaupun dia udah buat kak rey kecewa tapi kak rey masih aja mau maafin dia, maaf nadya kira semua itu cuma masalah waktu, tapi sekarang nadya ta hati manusia susah berubah" lanjutku
"dan ini hadiah terakhir dari nadya buat kak rey, dan nadya enggak akan pernah muncul lagi di depan kak rey, bahkan nadya enggak akan pernah buat kak rey tau kalau nadya ada" ucapku terakhir sambil mengusap air mataku dan pergi meninggalkan renaldy
__ADS_1
aku berusaha keras berjalan dan tak menangis tapi ternyata air mataku tak ingin berhenti mengalir, aku menuju ke arah via dan juga dini yang menunggu ku di dalam mobil
sedangkan renaldy masil melihat nadya yang mulai menjauh dan menggenggam kotak makan yang di berikan nadya kepadanya
"nad lo kenapa" tanya dini
aku diam tak menjawab pertanyaan dini
"udah sekarang mending kita pergi dulu deh din biar nadya lebih ngerasa lega" ucap silvia
kemudian dini menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan kampus, kami bahkan melewati renaldy yang masih terdiam berdiri memandangi kotak makan itu dan juga memandang ke depan
"iya tumben lo bengong" timpal frans sambil membaca bukunya
"enggak gue rasa gue udah kelewatan deh" ucap rey tiba-tiba
__ADS_1
"wait jangan bilang lo hina nadya" ucap kevin menebak
"yah dan dia bilang kalau ini hadiah terakhir dari dia, dan dia bilang kalau enggak bakal muncul lagi di depan gue dan di hidup gue" ucap rey
"gue rasa nadya akan lakuiin hal itu" ucap frans
"kok lo bisa mikir gitu" tanya kevin
"perasaan cewek itu rumit tapi juga kudah pecah kayak kaca, kalau emang lo udah nyakitin dia jangan berharap lo bakal bisa kayak dulu dan ucapan nya mungkin awalnya sulit dia lakuiin tapi saat cewek udah serius dia enggak akan pernah nyerah sampai tujuan dia berhasil" papar frans
"wah kalau gini gue mau pilih nadya aja lah" balas kevin
"kok gitu" tanya rey
"kan gue lagi deketin via, jadi gue enggak mau kehilangan dia, kalau gue kehilangan lo kan emang gue dan lo enggak mungkin sama-sama jadi gue ikhlas" jelas kevin
__ADS_1
"sialan lo jadi lebih berharga cewek dari pada gue" tanya rey
"yah karena gue bakal nikah sama cewek bukan sama lo, kalau emang lo mikir sih seharusnya lo pilih nadya, tapi ternyata cinta lo terlalu buta buat bisa bedaiin mana tulus dan mana bodoh" umpat kevin lalu pergi meninggalkan frans dan rey