
setelah selesai kelas aku buru-buru merapihkan bawaan ku, untuk segera menju ke taman, agar kak rey tak menunggu ku lama
"lo mau kemana sih nad" tanya dini
"iya nih buru-buru banget" lanjut via
"ih kalian nadya tuh mau pergi sama kak rey, kak rey mau nadya ajak nonton ya ampun nanti nadya ceritaiin lagi ya, bye" ucapku sambil buru-buru pergi
"gitu tuh kalau urusannya udah sama si es" ucap dini
"ih jangan gitu dong kan kalau nadya bahagia itu bagus buat kita" balas via
"iya sih tapi gue bingung deh kenapa sih si nadya enggak nyerah aja, padahal udah di perlakuiin kayak gitu" fikir dini
"yah mungkin di kamusnya nadya enggak ada kata nyerah dalam cinta hahahaha" ledek via
"hiss lo mah vi, tapi tuh pangeran cinta lo udah dateng" ucap dini sambil mengarahkan matanya ke arah kevin
via menoleh dan mendapati kekasihnya ada di depan kelas, kemudian via tersenyum dan menghampiri kevin
"kok udah disini aja, kan via udah bilang tunggu di kantin aja" ucap via
"rasanya enggak tega biarin kamu jalan sendiri nanti banyak yang godaiin" ucap kevin lembut
"duh perut gue mual mau muntah" ucap dini
__ADS_1
"sirik aja lo" balas kevin
"lagian ya kak si via itu enggak jalan sendiri orang ada gue juga" ucap dini
"oh ada lo juga ya, oh iya mana tuh si nadya" tanya kevin
"katanya mau nonton sama kak rey, kak" balas via
"hah sama rey, yakin" ucap kevin tak percaya
"duh gue jadi khawatir apa kita ikutin aja ya" ucap dini
"ih jangan kita harus biarin mereka berdua, udah yuk ke kantin" ajak via
mereka pun menuju ke kantin sambil mengobrol dan tertawa.
"enggak kok kak, nadya baru 5 menit diaini" jawabku
aku melihat kak rey seperti habis berlari karena ada keringat mengalir di keningnya
"kak rey abis bimbingan" tanyaku
"iya gue abis bimbingan sama pembimbing satu" jawab rey santai
"kalau emang sibuk enggak jadi juga enggak papa kok kak, nadya ngerti kan kak rey udah di semester akhir" ucapku dengan nada sedikit kecewa
__ADS_1
"udah lo enggak usah sok baik, jadi pergi enggak nih" ucap rey
"jadi yuk kak" ajakku
kak rey mengajakku ke parkiran untuk mengambil motornya, dan memberikan ku helm.
tiba-tiba kak rey melepas jaketnya dan meletakkan di atas paha ku
"eh " ucapku spontan
"gue enggak suka orang liatin lo" ucap rey cepat
aku hanya tersenyum mendengar ucapan kak rey, sepanjang jalan aku terus memandangi kak rey dari belakang
"jangan liatin gue terus punggung gue jadi dingin lo liatin" ucap rey
"ih nadya enggak liatin kak rey kok" jawab ku
tak beberapa lama kami pun sampai, aku mengembalikan jaket kak rey, dan kami memasuki mal
"kak rey udah suka sama nadya" tanyaku
"apasih yuk masuk udah mau di mulai tuh bentar lagi" ucap rey mengalihkan
"is kan nadya penasaran, kak rey enggak bisa apa jujur ke nadya kalau kak rey juga suka sama nadya" ucapku
__ADS_1
"udah sana lo beli minuman gue antri tiket" ucap rey memberikan ku uang
"eh nadya bawa uang kok" ucapku dan langsung pergi meninggalkan rey