Diantara Aku Dan Dia

Diantara Aku Dan Dia
teman 3


__ADS_3

kami sampai di toko yang menjual berbagai farian ice cream, aku memesan ice cream 3 tingkat di dalam gelas, dini memesan ice cream spesial dan silvia memesan ice cream coklat


setelah itu kami mencari tempat duduk


"lo mau cerita enggak ke kita kenapa lo bisa berfikir gitu" tanyaku


"tapi kalok lo masih enggak percaya sama kita enggak papa kok lo enggak usah maksaiin" tambah dini


"gue bisa kok cerita ke kalian" ucap silvia


"dulu waktu gue smp gue bukan anak yang kayak sekarang ini, gue punya banyak temen ceria dan selalu jalan-jalan, waktu itu gue terlalu percaya apa kata temen-temen gue, setiap kali kami jalan makan selalu gue yang bayar dan gue juga yang selalu beliin apa mau mereka gue enggak pernah tau kalau mereka manfaatin gue, dari mulai tugas sekolah dan bahkan untuk bisa deket sama orang yang mereka suka gue juga yang keluarin semua biayanya" tutur silvia

__ADS_1


"gila parah" umpat ku


"sampai akhirnya gue enggak sengaja denger waktu mereka ngomong tentang gue di belkang gue, mereka bilang gue ini enggak lebih dari atm berjalan mereka dan juga pesuruh mereka, saat itu gue sedih banget gue enggak nyangka bahwa selama ini kebaikan gue disalah artiin, dan akhirnya gue enggak mau di suruh lagi sama mereka, mereka marah mereka mulai buli gue, mereka bilang gue ini cuma menang tampang, suka nyontek, semua uang gue itu hasil jual diri sama om om, dan parahnya lagi gue di kunci di gudang dan mereka semua enggak ada yang peduli, sampek berbulan-bulan mereka terus jadiin gue sebagai bahan bully mereka mulai coret-coret meja gue dan juga buang baju olahraga gue" lanjut silvia


"gila lo enggak lapor ke pihak sekolah" tanyaku


"gue takut mama dan papa gue khawatir dan sedih, jadi gue tahan, menurut mereka gue pantes dapetin itu, dan dari situ gue mulai jadi pendiem orangtua gue mulai curiga, akhirnya mereka tau dan mama langsung pindahin gue ke sekolah baru tapi semua itu enggak berguna gue mulai enggak mau berteman dengan siappun dan enggak mau menjalin hubungan dengan orang yang coba mendekati gue, tapi saat liat lo pertama kali nad, gue iri karena lo terlalu bersinar dan tulus apalagi sama orang baru, tanpa sadar gue terus perhatiin kalian berdua, dan gue seneng banget sebenernya kalian mau nyamperin gue, gue enggak tau kenapa tapi hati gue bahagia banget, gue ngerasa kalian adalah orang yang berharga dan enggak mandang gue dari materi, apalagi tadi gue denger kok dini ngomong" tutur silvia


"enggak kok, karena itu gue tau kalau kalian tulus sama gue, jadi gue enggak perlu sembunyiin apapun lagi sama kalian" jawab silvia


"denger ya vi di dunia ini gue janji enggak bakal biarin kalian di sakitin gue akan selalu ada buat kalian kecuali kalok gue lagi pacaran hehehe" ucapku usil

__ADS_1


"dih udah di dengerin serius juga" balas dini sewot


"ya masa kalian mau nempel kalok gue lagi kencan" jawabku


"ya seenggaknya pentingin sahabat dong" balas dini


"enggak ah nanti pangeran berkuda putih gue kabur lagi" jawabku


"eh emang masih ada pangeran berkuda putih " tanya silvia polos


"duh polos banget sih kamu vi hahahahaha" ucap dini sambil mencubit pipi silvia

__ADS_1


aku hanya tertawa melihat silvia yang kebingungan


__ADS_2