Diantara Aku Dan Dia

Diantara Aku Dan Dia
teman 2


__ADS_3

"loh vi kok lo nangis sih"ucapku kaget


"aduh kan kita enggak ngebuli lo nih" balas dini


"din gimana nih" tanyaku panik


"gue enggak papa kok nad, din gue seneng aja akhirnya gue punya temen" jawab silvia sambil mengusap air matanya dan tersenyum


"oh gue kira" sahutku


dini tertawa akan tingkah kami dan aku juga silvia ikut tertawa karenanya


"abis ini kita enggak ada jam kan gimana kalok kita shopping aja sekalian ubah penampilan silvia" ucapku


"emmm boleh juga kayaknya emang ada yang perlu di perbaiki sedikit deh" balas dini


"eh tapi gue enggak pernah belanja" sahut silvia sedikit panik


"udah tenang aja kan ada kita" ucapku


aku, dini dan silvia berbagi cerita saat pertama kali masuk kampus ini, bagaimana perjuangan kami dan juga kenapa kami tak mengenal silvia, silvia bercerita bahwa ia hanya menunduk selama masa orientasi sehingga orang-orang jarang yang menghiraukannya, setelah selesai kami pergi ke mal terdekat


"sekarang kita beli baju dulu ya" ajakku


"ayo jalan" sahut dini


aku dan dini menarik silvia dan membawanya ke toko baju yang ada disini

__ADS_1


"emm silvia anaknya manis dan kalem, yang ini, ini, ini, ini juga, dan ini juga" gumamku sambil memilih beberapa baju


"nih vi coba" ucap dini yang sudah membawa sekitar 5 baju


"ini juga ya vi" timbal ku


"kalian yakin" tanya silvia


aku dan dini menganggukkan kepala dengan yakinnya, kemudian silvia masuk ke dalam ruang ganti, aku dan dini memilih baju juga untuk memuaskan diri kami juga


"ini cocok enggak buat gue" ucapku


"kayaknya yang itu lebih bagus deh nad, sama baju itu deh lo paduiin sama lepis," jawab dini


"ih kok kita sehati sih din gue juga mau paduin baju ini sama lepis tau terus gue pakeiin blazer luarnya" ucapku


"oke selanjutnya " seruku


sekitar 10 baju telah di coba oleh silvia dan menurut kami yang pantas di kenakan silvia yaitu rok pendek selutut dengan kemeja dan blazer panjang di bagian luar


"oke semua baju ini persiapan untuk ngampus kita beli semua" seru ku


"kamu yakin nad" tanya dini


"iya emang kenapa" tanyaku bingung


"apa silvia punya uang lo suruh belanja sebanyak ini"bisik dini

__ADS_1


"kalok enggak cukup gue tambahin kok" balasku


"oh ratu ku aku akan berada di sisimu" ucap dini tiba-tiba


"oh rakyatku diriku terlalu berharga untuk kau dekati hahahaha" balasku


"sialan lo" umpat dini


silvia yang melihat tingkah kami pun tertawa terbahak-bahak


sesampainya di kasir tak ku sangka silvia mengeluarkan kartu hitam yang limitnya tak terhingga, aku kaget dan tak percaya bahwa orang yang ada di depanku ini adalah orang kaya


"oh ratuku aku siap melayani mu" ucapku


"hamba juga siap melayani mu ratuku" tambah dini


"kalian ini apaan sih udah sini sekalian mau di total kok" ucap silvia sambip merebut belanjaan kami


"mba yang ini di pisah ya bungkusnya" ucap silvia ke pelayan toko


aku dan dini saling pandang dan kebingungan


"vi kalok lo sekaya itu kenapa lo enggak ubah penampilan lo dari dulu aja" tanyaku


"gue enggak terlalu suka jadi pusat perhatian dan juga cuma buat jadi atm berjalan" jawab silvia canggung


"emmm mau makan ice cream dulu" ajakku

__ADS_1


silvia dan dini menganggukkan kepala


__ADS_2