
aku melangkahkan kaki dengan berat untuk masuk ke dalam rumah, perasaan ku kalut akan hal yang tak ingin aku bayangkan, aku merasa tubuhku berat dan ingin segera merebahkan badan ku ke kasur
"nadya makan dulu sayang" teriak mama
"iya ma nadya ganti baju dulu" jawab ku
aku melihat ke hp ku dan berharap bahwa kak rey akan menghubungi ku, berkali-kali ku lihat layar hp ku dan tak ada pesan yang masuk
aku turun ke ruang makan dan menyantap makanan sambil beberapa kali hanya membolak balikkan makanan ku,
"kamu kenapa sayang makanan nya enggak enak" tanya mama
"enggak kok ma, nadya cuma udah kenyang aja, nadya ke atas dulu ya ma" ucapku sambil meletakkan sendok di piring
aku kembali ke kamar ku dan masih melihat layar HP ku dan masih tak menemukan pesan apapun.
berulang kali rasanya aku ingin sekali mengirim pesan kepada kak rey, tapi selalu ku urunkan niat ku, aku selalu teringat perbuatan kak rey yang telah dia perbuat padaku, tapi di sisi lain aku merindukannya
aku sangat merindukan kak rey, bahkan saat aku memaksakan diri untuk tak peduli kepadanya pun aku masih merindukannya, bagaimana ini bisa berjalan lancar bahkan kak rey saja tak perduli dengan ku.
hemmm mungkin aku sudah kalah dalam peperangan ini, karena sedari awal aku memang tak seharusnya menyukai kak rey.
__ADS_1
pikiranku penuh dengan pemikiran negatif, dan mungkin benar apa yang di ucapkan via dan juga dini
"apa aku harus menyerah" ucapku sambil memandangi langit-langit kamar ku
tak terasa sudah lima hari berlalu aku mengacuhkan kak rey, tapi tetap saja kak rey tak pernah melihat ku, apakah aku ini kurang cantik atau aku bukan tipe kak rey
"dor.... "ucap dini mengagetkan ku
"lo kenapa sih nad kok murung terus, seharusnya lo itu ceria lo harus buktiin kalok tanpa si rey lo bisa bahagia" ucap dini
"iya bener nad kata dini" lanjut via
"kalian enggak ngerti sih gimana perasaan nadya" keluhku
"tapi ini udah hari ke lima nadya jauhin kak rey dan kak rey masih enggak peduli" balas ku
"udah masih ada dua hari lagi kan" ucap dini
"iya" jawabku lemas
tiba-tiba ada yang menfhampiri kami sedang berbicara
__ADS_1
"boleh gabung" ucap dimas
"boleh kok duduk aja mas" ucap dini
"nih buat lo nad" ucap dimas sambil menyodorkan minuman coklat kepada ku
aku melihat kak rey mulai masuk ke dalam kantin ini dan sikapku pun mulai berubah kepada dimas
"oh iya makasih ya dimas, kok dimas bisa tau minuman yang nadya suka" jawabku
"ya gue nebak aja semua cewek kan suka yang manis" balas dimas
"wah mau dong yang manis asal jangan janji manis aja hahahhaha" ledek dini
"tenang buat lo berdua ada kok nih" dimas menyodorkan susu pisang
kevin langsung menghampiri via dan merebut susu pisangnya dari via
"wah makasih ya, tapi pacar gue enggak suka kok beginian" ucap kevin ketus
"iya kak enggak papa kok yang penting nadya suka yang gue kasih" balas dimas
__ADS_1
"nadya suka kok dim makasih ya udah bawaiin buat nadya, nanti nadya gantian deh bawaiin dimas kue buatan nadya" ucapku spontan
dini menatapku dengan tajam, aku tak tau apa maksud dari tatapan itu