
setelah itu kelas prof subagyo pun di mulai, mulai dari menjelaskan aplikasi apa saja untuk membuat video, aku memperhatikan dengan seksama karena kak renaldy sudah meninggalkan kelas, hari ini prof subagyo menjelaskan inti dari materinya selama semester 1, yang nantinya akan di jabarkan oleh renaldy, sekitar 2 jam perkuliahan prof subagyo memberikan video proses pengeditan video dari awal sampai selesai dalam durasi yang singkat dan cepat.
tapi akhirnya kami menikmati hasil akhir video yang diedit sangatlah bagus dan tak ada kecacatan sedikitpun walaupun itu dari pengambilang video yang sangat banyak, kami semua terkesan dan ingin cepat menguasainya.
"yak sampai sini ada yang ingin di tanyakan" ucap prof subagyo
kami semua terdiam karena tak mengerti apa yang harus di tanyakan, kami semua kagum dengan hasil editing video tadi
"oke saya rasa semua tak ada yang ingin bertanya saya akhiri kelas hari ini, selamat siang, dan sampai berjumpa di ujian akhir semester 1" prof subagyo berpamitan sambil melambaikan tangan
"wah akhirnya selesai juga" ucap dini
"iya akhirnya, kantin yuk" ajakku
"ayo laper gue" balas dini
sesaat aku melihat anak pendiam di kelas yang hanya duduk sendiri sedangkan yang lain sibuk dengan grub nya masing-masing
"din itu siapa sih, ajak yuk" ucapku
"namanya silvia dia anaknya emang pendiem dan susah berinteraksi jadi banyak yang sebut dia kutu buku" jelas dini
aku berjalan menghampiri silvia, ku tepuk pundaknya dari belakang, silvia pun kaget dan langsung berdiri
__ADS_1
"ah maaf apa saya mengganggu" ucapnya sambil menundukkan kepala
"kan udah gue bilang dia orangnya susah di deketin" gumam dini
aku pun mencubit tangan dini
"sabar bentar gue pasti bisa kok ajak dia" balasku berbisik
"eh nama gue nadya dan ini" kenalku
"dini" ucap dini
"enggak gue cuma mau ajak lo makan bareng di kantin kok, mau kan" ucapku
"yaudah ikut aja yuk, kan enak makan rame-rame hehehe" ucapku sambil menarik tangan silvia
"oke let's go" bals dini mendorong tubuh silvia
seketika silvia langsung meraih tasnya dan juga beberapa buku miliknya
kami menuju ke kantin disana ternyata sudah cukup ramai tak banyak tempat tersisa dan hanya bagian tengah dan pojok yang masih kosong
"via, din kita duduk sini aja ya" ucapku sambil masih menarik silvia
__ADS_1
"oke gue pesen dulu lo mau apa" tanya dini
"bakso sama jus jeruk 2" ucapku
"banyak amat minum lo nad" umpat dini
aku tak menghiraukan dini dan mengajak silvia mengobrol
"via lo marah ya karena gue ajak ke kantin paksa padahal kita belom kenal" tanyaku
"enggak saya cuma enggak enak aja kalau saya ganggu" ucap silvia lirih
"udah deh bahasanya santai aja via, gue mau temenan sama lo kok kita bertiga bisa jadi teman akrab oke" aku meyakinkan silvia
terlihat mata silvia berkaca-kaca, silvia merasa tak pernah ada yang perhatian padanya dulu hingga sekarang tak ada yang menganggap bahwa dirinya ada jadi silvia sudah terbiasa dengan kesendirian nya selama ini
"apa gue boleh bersikap akrab" tanya silvia
"ya boleh dong via, lo itu harus akrab sama kita ya engga nad" ucap dini tiba-tiba
"is dasar suka nyerobot emang, boleh banget kok kan kita bakal jadi sahabat hehehe" tambah ku
"makasih ya kalian udah mau terima gue" ucap silvia terharu
__ADS_1