Diantara Aku Dan Dia

Diantara Aku Dan Dia
mengejar


__ADS_3

"gimana berhasil" tanya dini penasaran


"enggak sih tapi gue bakal terus kejar kak rey sampai dia luluh sama gue" ucapku tegas


"emmm nad, tapi gue denger gosip kalau kak rey itu enggak punya pacar karena dia masih mencintai inta pertama dia dulu yang sampai sekarang enggak bisa dia lupaiin" ucap silvia pelan


"eh emang mereka pernah ketemu lagi vi?" tanyaku menghadap silvia


"kayaknya sih enggak katanya dia kuliah di luar makanya enggak ketemu kak rey dan mereka putus hubungan" jawab silvia


"tenang aja vi, kalau gue terus berjuang kak rey bakal luluh uga kok sama gue, karena gue adalah cinta sejatinya kak rey, dia bisa jadi cinta pertama tapi gue cinta terakhir sekaligus takdirnya kak rey" ucapku sambil membanggakan diri


"ya tingkat percaya diri lo ini yang buat gue selalu betah sama lo ya enggak vi" ucap dini


"iya" jawab silvia sambil tersenyum


"harus dong karena hati itu enggak akan salah mengenali cintanya" jawabku


aku, dini, silvia langsung tertawa mendengar kata-kataku tadi, aku tak menyangka bahwa aku akan berkata begitu setelah dulu aku selalu mengabaikan orang yang menyatakan cita padaku, karena ku fikir mereka tak akan bisa mengetuk pintu hatiku.


setelah pelajaran usai aku, dini dan silvia pergi mencari makan, di jalan tak sengaja kami bertemu dengan kak rey, aku sedikit berlari untuk menyusul kak rey yang ada di depanku, stevani dan dini melihatku saja dan membiarkankupergi.


aku mengeluarkan hp ku untuk bersiap meminta nomor hp kepada kak rey, sekarang aku sudah tepat berada di sampingnya


"siang kak rey, wah siang ini kak rey tetep ganteng ya" ucapku


"kenapa lagi nadya" tanya renaldy


"kak rey bisa minta nomor hp nya" ucapku sambil menyodorkan hp ku

__ADS_1


renaldy tak mengambil hp ku dan masih saja berjalan untuk meninggalkan ku, aku mengejar renaldy dan meminta kembali nomornya


"kak rey segitu amat sih enggak mau dapet ucapan selamat malam gitu dari nadya, atau ucapan selamat pagi dari nadya, nanti kan kak rey juga bisa tau nadya lagi ngapa atau bahkan saat nandy terluka kak rey kan bisa telfon" ucapku panjang


"maaf ya nadya kali ini geu sibuk dan enggak ada wkatu untuk maen-maen sama nadya" ucap renaldy dengan tersenyum kesal


kali ini aku melihat kak rey yang sedang kesal karena ku


"lo mau nomor rey?"tanya salah satu teman kak rey


"mau nadya mau" ucapku semangat


"hallo nama gue frans dan ini kevin" ucap frans


"udah lo diem frans ganggu aja" ketus kevin


"mana kak nomornya" tanyaku


"emmm nadya tanya dulu ya kak ke via soalnya via enggak terlalu suka bergaul sama orang baru" jawabku


"oke lo caet nomer gue nanti lo bisa hubungi gue kalok udah ada jawabannya" ucap kevin


lalu bersiap untu pergi meninggalkan ku


"kak " aku berteriak kepada kevin untuk menghentikan langkahnya


"kenapa" tanya kevin


"kak kevin mau mainin via atau mau serius sama via" tanyaku

__ADS_1


"maksudnya" tanya kevin kembali


"ya maksud nadya kak kevin beneran sayang viia atau cuma sekedar penasaran aja sama via" tegasku


"gue suka kok sama temen lo tapi kayaknya dia selalu sembunyi di belakang kalian makanya gue minta lo yang kasih nomor dia ke gue bukan gue minta langsung" ucap kevin menjelaskan


"oke nanti nadya kabarin ya kak" ucapku sambil tersenyum kepada kevin dan frans


setelah itu aku pun menemui silvia dan dini, mereka telah dari tadi berada di kantin kampus dan sudah memesankan ku bakso


"vi lo mau enggak kenalan sama kak kevin, tapi kalau lo enggak mau enggak papa kok, tadi gue juga udah tanya sama kevin kalok dia serius sama lo apa enggak" ucapku


silvia kaget dan tersedak oleh makanannya, da tengah mencoba minum saat aku berbicara


"terus katanya apa" tanya dini bersemangat


"ih bukan lo yang di taksir" ucapku


"iya gue tau tapi kan lo lagi cerita" jawab dini sedikit kesal


"terus dia jawab apa din soal gue" ucap silvia


"kak kevin bilang dia beneran suka sama lo vi, dan juga kak kevin bilang lo selalu sembunyi di belakang kami makanya dia enggak bisa minta langsung sama lo takut di sangka penjahat" tuturku menjelaskan


"udah kasih aja vi, lagian kalau dia berani macem-macem ada kita yang bakal bela lo" ucap dini


"yaudah kasih aja nad enggak papa kok" balas silvia


"oke semoga dia adalah orang yang bakal jagaiin lo terus ya sil" jawbku

__ADS_1


aku pun mengamil hp, tapi di cegah oleh dini agar aku makan terlebih dahulu karena bakso yang ku pesan sudah mulai dingin


__ADS_2