Diantara Aku Dan Dia

Diantara Aku Dan Dia
Teman 4


__ADS_3

kami berbicara sambil tertawa kali ini, kami senang akhirnya silvia dapat tersenyum kembali dan tidak merasa canggung lagi dengan aku dan juga dini, awalnya aku sangat khawatir karena silvia tak mempunya teman dan terlihat sendirian dan setelah mendengarkan ceritanya tentang masa lalunya, kini aku semakin yakin bahwa keputusan ku untuk mengajak silvia berteman adalah keputusan yang tepat, dan aku bahagia memiliki sahabat seperti mereka.


hari ini pun berlalu begitu saja kami membuat grup chat agar kami bertiga bisa bebas untuk berbicara, sesekali kami membicarakan hal yang menyangkut tugas kampus dan kadang lagi kami membicarakan soal keseharian dan kami juga sering berbicara tentang semua orang yang mulai tertarik pada silvia, aku pun sering menceritakan betapa gantengnya kak rey setiap kali aku melihatnya


tak terasa pertemanan kami sudah 1 semester, dan aku masih belum berani untuk mendekati ka rey, dari awal sampai sekarang sikap kak rey ke semua mahasiswi sama, dia selalu ramah terhadap kami dan itu membuatku makin tak merasa bahwa kak rey juga tertarik pada ku, aku bingung sedangkan mulai semester depan kak rey sudah jarang masuk kampus karena tugas akhirnya dan seminar proposal juda skripsinya.


rasanya aku ingin sekali membantunya tapi akupun tak mengerti, aku ingin sekali dekat dengannya tapi setiap kali aku mencoba mendekatinya selalu saja ada yang bersamanya


kali ini aku berada di kantin kmpus duduk sambil meminum es jeruk yang aku pesan sambil mengigit edotan dan mataku terus menatap ke arah kak rey smbil fikiranku terus berfikir bagaimana caranya supaya dekat dengannya


"lo kenapa sih nad" ucap dini sambil memukul bahu ku


"hemmmm" aku hanya menarik nafas panjang dan berat


"biasa lah din kak rey, si nadya mulai bngung cara mengetahui apakah kak rey juga suka sama dia tau enggak" tutur silvia

__ADS_1


"yadah tinggal lo samperin terus lo tembak deh" jawab dini cepat


"emang lo kira enak, kalau misalnya gue di terima kalau gue di tolak gimana, gue kan enggak mau jauh dari kak rey" ucapku sambil terus menggigit sedotan yang ada di depan ku


"tapi enggak ada salahnya di coba kan" usul silvia


"inget nad lo bentar lagi enggak ketemu kak rey kan apalagi setelah dia lulus pasti makin susah lo ketemu dia kalau lo bukan siapa-siapa dia" balas dini meyakinkan ku


aku pun berfikir apa yang bisa aku lakukan untuk semakin dekat dengan kak rey,


"gue bakal coba besok, thanks ya kalian selalu dukung gue" ucapku bersemangat dan melemparkan senyum


"hai kak" spaku


"eh nadya kan, ada apa" tanya renaldy

__ADS_1


"enggak nadya cuma mau kasih ini ke kak rey dan juga nadya boleh minta nomor kak rey" tanyaku sambil menyerahkan kotak makan yang ku bawa


"wih ada bau-bau dia naksir nih rey hahahaha" ucap salah satu teman renaldy


"nadya gini ya bukannya gue enggak mau kasih nomor gue ke nadya cuma menurut gue enggak perlu aja" jawab rey


"nadya perlu kok kak, nadya perlu nomor kak rey, nadya mau lebih deket sama kak rey, nadya mau kak rey tau nadya suka sama kak rey" ucapku lantang


"nadya enggak perduli kak rey mau anggep nadya apa yang jelas nadya akan terus kasih tau kak rey kalau nadya suka sama kak rey" lanjutku


"maaf nadya gue enggak suka sama lo dan juga gue enggak tertarik untuk pacaran sekarang" jawab renaldy cepat


"enggak papa kok kak kita bisa mulai pelan-pelan nadya kan udah pernah suka kak rey diam-diam selama 6 bulan ini dan sekarang nadya bakal suka kak rey terang-terangan" jawabku


"............" rey hanya terdiam tak mengatakan apapun dia hanya melihatku

__ADS_1


"yaudah nadya ke kelas dulu ya kak jangan lupa di makan dan jangan lupa siap-siap untuk jatuh cinta sama nadya" ucapku sambil melambaikan tangan


kemudian aku segera menuju kelas, disana dini dan silvia menunggu apa reaksi ku


__ADS_2