
aku mendengarkan semua cerita kevin, dan aku merasa iri pada mereka karena mereka dapat cinta yang terbalas sedangkan aku terus dengen cinta sebelah ku dan terus mengejar kak rey
"nad lo enggak papa kan" tanya kevin
"eh gue enggak papa kok kak, oh iya kak, nadya mau tanya dong" ucapku
"kalau lo mau tanya gue bakal serius apa enggak sama via, gue bakal jawab gue serius" ucap kevin langsung
"hahahahaha, apaan sih kak nadya tuh mau tanya tentang kak rey" ucapku setelah tertawa
"oh rey, lo mau tanya apa" ucap kevin
"sebenernya tipe kak rey tuh gimana sih kak, dan apa nadya tuh termasuk cewek yang jauh dari tipe kak rey" ucapku dengan nada sedih
dini dan via saling tukar pandang mereka bingung harus menjawab apa, perlahan kevin memarik nafasnya
"gini ya nad, setau gue rey enggak punya tipikal idaman yang spesifik, dan menurut gue lo itu cantik dan manis jadi enggak mungkin rey enggak suka sama lo tapi ini harus lo tau kalau rey masih menunggu seseorang yang buat dia enggak bisa buka hati ke cewek manapun," ucap kevin menjelaskan
"emmmm jadi nadya enggak bakal bisa punya peluang ya kak" ucapku
kevin kembali menarik napas panjang
__ADS_1
"bukan lo enggak ada harapan cuma rey takut buat jatuh cinta sama lo karena dia takut saat orang yang dia tunggu balik dia enggak bisa pilih salah satu di antara kalian" kevin menjelaskan dengan hati-hati
entah kenapa hati ku sakit mendengan penolakan tidak langsung, seakan aku harus menyerah saat belum berjuang
"emmm semua nadya mau pulang ya kayaknya nadya agak enggak enak badan" ucapku dan berdiri
dini mencoba untuk mengikuti ku namun ditahan oleh via
"jangan din" ucap via sambil memegang pergelangan tangan dini
"tapi vi, nadya" ucap dini sambil melihat ke arah nadya
dini kemudian duduk, dini merasa kesal kepada rey
"sumpah gue kesel banget sama kak rey, seharusnya kalau emang dia enggak suka sama nadya dia jelasin dong, bukan malah maki dan buat kesel" umpat dini
"yah makanya gue ada disini" jawab kevin
"kak kevin disini kan emang karena ada via" sindir dini
"udah dong gue juga khawatir sama nadya tau, takut nadya kenapa-kenapa" ucap via
__ADS_1
saat aku berjalan ternyata ada mobil yang menghampiri ku
"nad mau ke mana" ucap dimas
"oh dim, nadya mau pulang" ucapku
"gue anter yuk masuk" ucap dimas
"enggak deh nadya bisa pulang sendiri kok" jawabku
kemudian dimas pun turun dari dalam mobil dan membukakan pintu mobilnya untuk menyuruhku masuk, aku merasa tak enak jika menolak, akhirnya aku masuk ke dalam terlihat dimas merasa senang
"pasang sabuknya ya" ucap dimas
aku pun memasang sabuk pengaman dan dimas langsung menginjak gas
"lo lagi liatin nadya rey" ucap frans
"............" renaldy diam tak menjawab
mata renaldy terus mengarah ke mobil dimas melaju keluar dari gerbang kampus, seakan ada perasaan kesal di diri rey yang tak dapat di ungkapkan dan tak dapat di ekspresikan
__ADS_1