Diantara Aku Dan Dia

Diantara Aku Dan Dia
rencana


__ADS_3

ini hari pertama ku mencoba rencana yang di buat dini untukku melihat apakah kak rey ada perasaan atai tidak kepada ku.


saat aku melihat dini dan juga via aku mulai berjalan menuju ke arah mereka


"gimana udah di coba" ucap dini


"nadya udah coba din, tapi entah kenapa nadya seolah enggak sanggup cuekin kak rey" ucapku lesu


"sabar ya nad semua pasti bisa kok asal lo berusaha" ucap via kepada ku


"iya gue yakin kok, kalau emang kak rey enggak suka sama lo kan lo bisa tau lo harus berhenti " bals dini


"iya sih kalian bener tapi nadya jadi merasa berat" ucapku


"yaudah sekarang mending lo makan dulu deh nad, karena butuh banyak tenaga kalau mau berjuang" ucap via sambil menyodorkan bakso kepada ku


"iya lo bener vi, nadya harus siapin tenaga yang cukup kalau mau berperang" balasku


aku kemudian meletakkan empat sendok sambal dan mulai mengaduknya di mangkok bakso ku.


"lo gila ya nad"ucap dini


"hah emang kenapa" tanyaku

__ADS_1


"itu lo masukin sambel kebanyakan" ucap via panik


"eh enggak kok nadya kan emang suka pedes jadi segini mah enggak masalah, kalian kan udah pernah liat" ucapku


dini dan juga via menggelengkan kepala karena mereka merasa tak tau bahwa aku suka pedas


"eh kalian enggak pada tau atau emang enggak fokus waktu kita makan soto itu" ucapku mengingatkan


"waktu itu gue lagi sibuk sama hp gue" ucap dini


"waktu itu via lagi sibuk cari kecap jadi enggak liat" jawab via


"wah kalian ini emang enggak peduli sama nadya ya" ucapku dengan nada menyindir


"hehehehe makanya itu kita kaget kan karena kita peduli sama lo nad" bals dini


tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri kami


"hey masih belum selesai" ucap kevin


"eh sejak kapan kalian jadi sedekat ini" tanyaku


"maaf ya nad gue sama kak kevin udah pacaran" ucap via

__ADS_1


"apa kok bisa sejak kapan, eh enggak kok kalian enggak kasih tau nadya" ucapku kaget


"belum lama kok saat itu lo lagi sedih karena di bentak kak rey jadi gue enggak cerita " ucap via


aku menoleh ke arah dini


"eh bukannya gue enggak mau cerita tapi kan lebih baik kalau vianya langsung yang cerita" ucap dini


"maaf ya karena nadya enggak peka" ucapku


"nad lo enggak salah kok lagian kalau emang gue sama via pacaran kan enggak perlu minta izin lo" ucap kevin


"iya sih" ucapan kevin makin melukai ku


via segera menyikut kevin karena merasa bahwa kevin menambahkan garam diatas lukaku


"maafin gue ya nad" ucap via menggenggam tangan ku


"enggak nadya yang seharusnya ngerti dan peka bukannya cuma mikirin diri nadya sendiri" ucapku


"oke mulai sekarang nadya akan prioritasin kalian diatas segalanya" terusku sambil tersenyum


"walau lo punya pacar" potong kevin

__ADS_1


"emmmm kalau pacar nadya enggak keberatan hehehehe" ucapku sambil tertawa kecil


kami pun mulai mengobrol santai dan membahas bagaimana kevin bisa membuat via jadi pacarnya


__ADS_2