
Pagi ini Ayla berangkat ke sekolah seperti biasanya. Ia menaiki sepeda kesayangannya, sebelum pulang nanti Ayla berniat untuk mengajak Febri mampir ke toko buku untuk membeli beberapa buku yang ia butuh kan.
Ayla sudah berada di depan sekolah tapi gerbang sekolah sudah ditutup karena jam sudah menunjukkan pukul 07.10. Beruntungnya masih ada satpam yang menjaga gerbang sekolah.
"Pak Andre, tolong bukain gerbang dong pak. Maaf Ayla kesiangan pak?"Ayla memohon pada satpam untuk dibukakan gerbang.
"Ayla Ayla kamu lagi kamu lagi. Capek bapak nak harus cari alasan lagi buat nyelametin kamu nak"sanggah pak Andre, umur pak Andre bisa dibilang sudah tua. Pak Andre lah yang mencari alasan untuk Ayla, agar Ayla tidak kena hukuman.
"Kali ini aja pak, ya plissss..."Ayal terus memohon untuk dibukakan gerbang.
"Kamu harus janji dulu sama bapak, kamu nggak akan lagi terlambat, kecuali ada pengecualian dari sekolah"
"Ya pak, Ayla janji"
Pak Andre pasrah dengan kelakuan Ayla. Dan pak Andre pun membukakan gerbang untuk Ayla.
"Makasih ya pak"Ayla masuk kedalam sekolah dan tak lupa berterima kasih pada pak Andre.
Ayla masuk ke area sekolah dengan mengendap-endap. Karena ia takut harus bertemu kepala sekolah yang setiap pagi keliling sekolah. Setelah sampai didepan pintu kelasnya, ia ragu untuk membuka pintu karena pasti sudah ada guru killer, yang akan menceramahi Ayla habis-habisan.
__ADS_1
Ayla mengintip dari sela-sela pintu untuk memastikan ada guru killer atau tidak. Setelah memastikan Ayla masuk kedalam kelas, ia melihat kelas sedikit gaduh. Sampai-sampai tidak ada yang tahu Ayla masuk.
"Kok tumben rame, kemana tuh Mak Lampir?"tanya Ayla pada Febri sembari duduk di kursi nya.
"Eh Ayla, kapan datangnya?Bu Defin nggak ada gak tau kemana"
"Barusan, syukur deh nggak harus lagi denger ceramahan"jawab Ayla singkat.
"Lo telat lagi kenapa?"
"Tadi bangun kesiangan"
"Nanti pulang ikut gue yuk?"
"Kemana?"tanya Febri antusias.
"Ke toko buku, mau cari buku buat ujian nanti"
"Oke deh, nanti kita naik sepeda bareng aja gue bawa sepeda gunung kesayangan gue juga kok"Febri memang paling suka bersepedah berdua dengan Ayla. Apa lagi menikmati waktu sore berdua dengan menggoes sepeda dipinggiran kota.
__ADS_1
***Pulang sekolah
"Yuk Ay udah nggak sabar nih"setelah selesai membereskan buku-bukunya Febri langsung mengajak Ayla untuk segera berangkat.
"Iya iya sebentar Febri, semangat amat sih"Ayla masih sibuk membereskan buku-bukunya."Ya udah ayo"mereka pun pergi meninggalkan kelas untuk menuju parkiran. Mereka berdua pun berangkat ke toko buku terdekat.
"Gue seneng banget bisa jalan-jalan bareng Lo lagi, kita kan udah lama nggak jalan-jalan bareng"
"Iya, kalo lo seneng gue juga seneng"
Ketika mereka sedang asik menggoes sepeda. Ayla merasa ada yang membuntuti mereka dari belakang. Ayla meminta Febri mempercepat goesannya. Ayla merasa mobil yang membuntuti mereka semakin mendekat saat mereka melintasi jalanan yang sepi.
Seketika mobil hitam tersebut menghadang mereka berdua. Keluar beberapa orang berpakaian hitam-hitam, mereka berbaris rapi di hadapan Ayla dan Febri. Febri hanya diam membisu ia tidak tahu apa yang sekarang harus ia lakukan.
Sedangkan Ayla mencerna keadaan yang sekarang terjadi. Pasalnya ia tidak pernah berada diposisi ini. Suasana semakin mencekam, disaat salah satu dari mereka mengambil beberapa langkah mendekati mereka.
---------------------------------------------------------------
Buat para readers jaga kesehatan slalu ya, karena virus Corona sudah mulai merebak kemana-mana, Stay At Home🏠. Jangan keluar rumah jika tidak diperlukan.
__ADS_1
Dan jangan lupa untuk like💟, vote dan tinggalkan coment 💬. Dan jangan lupa beri tip untuk author❤️❤️, biar author lebih semangat ngetiknya oke👌🤗😉