Dicintai Oleh Ceo Tampan

Dicintai Oleh Ceo Tampan
Penggoda


__ADS_3

"Buka matamu Ayla, kenapa kau menutup mata?". tanya Joe yang semakin mendekat ke arah Ayla sedangkan Ayla semakin mundur sampai tidak ada lagi ruang untuknya mundur.


"Tidak tidak tidak, om pakailah bajumu. Apa kau tidak punya malu?". tanya Ayla, ia masih enggan untuk menurunkan tangannya.


"Malu, ckckc disini bahkan hanya kau dan aku. Aku harus malu pada siapa? kau? tidak mungkin, kau hanya bocah ingusan". jawab Joe yang semakin gencar untuk menggoda Ayla.


"Huhuhu... dasar orang tua, tak tau diri, tak tau malu. Bisa-bisanya bertelanjang dada dihadapan ku. Gini-gini aku juga wanita normal". batin Ayla. Wajah Ayla bersemu mengingat seksi nya tubuh Joe.


"Hey hey apa kau sakit? wajahmu memerah, apa jangan-jangan kau memikirkan sesuatu tentang ku?". tanya Joe yang mengerti apa maksud dari wajah Ayla yang memerah.


"Ahahaha... tidak-tidak, aku tidak apa-apa". jawab Ayla.


"Aku harus segera pergi dari sini, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan". ucap Ayla dalam hati, Ayla memikirkan cara untuk pergi dari kamar Joe. Ayla memutuskan untuk menginjak kaki Joe, dengan sekuat tenaga Ayla menginjak Joe.

__ADS_1


"Awww sakit". ucap Joe, ia meringis karena kakinya diinjak oleh Ayla. Joe mundur beberapa langkah untuk melihat kakinya apakah baik-baik saja atau tidak. Saat yang bersamaan Ayla memanfaatkan peluang itu untuknya kabur. Ia meraih gagang pintu dan segera lari sekuat tenaga meninggalkan kamar Joe.


"Awas saja nanti kau". ucap Joe dalam hati, yang melihat Ayla kabur. Sebenarnya kakinya tidak terlalu sakit hanya dia berpura-pura. Karena ia tahu bahwa Ayla ingin kabur. Setelah menutup kembali pintunya, Joe kembali ke dalam kamar mandi untuk melanjutkan mandinya yang tertunda.


Sementara itu....


"Huft... huft... huft.... dasar orang gila". Ayla mengumpati Joe." Untung cepet kabur, kalau tidak bisa tamat aku". seru Ayla setelah masuk kedalam kamarnya. Dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Lagian juga di rumah sebesar ini nggak ada Teleponnya, apa di terlalu pelit hanya sekedar membeli sebuah Telepon". gerutu Ayla. Ia kembali duduk dan membenamkan wajahnya di lututnya.


"Febri Aya rindu, Kak Jordan Aya nggak suka disini. Aya pengen pulang, hiks... hiks...". tak terasa buliran air mata Ayla jatuh ketika ia mengingat orang yang Ayla anggap penting dalam kehidupannya. Tak terasa sudah beberapa menit Ayla menangis dan tak terasa Ayla tidur karena terlalu kelelahan.


Joe memang sengaja menyuruh para pelayan nya untuk menyembunyikan semua alat komunikasi yang ada di kediaman Joe. Ia tidak ingin Ayla membuat panggilan keluar dan menghubungi temannya untuk meminta bantuan.

__ADS_1


Dan Joe juga sengaja memerintahkan kepada para pelayan, untuk tidak memberikan alat komunikasi dalam bentuk apapun kepada Ayla. Dan memerintahkan kepada para penjaga untuk memperketat pengamanan, untuk berjaga-jaga bila Ayla ingin kabur.


Di lain tempat.....


"Kak gimana ini, Ayla kok masih nggak ketemu-ketemu sih?". tanya Febri yang mulai gusar karena tak menemukan jejak Ayla.


"Sabar Feb, kita cari-cari dulu". ucap Jordan.


"Kita lapor polisi aja yuk"


"Jangan kalo kita lapor polisi, yang ada nanti masalahnya malah jadi panjang. Dan nanti orang tuanya Ayla malah tau, kalau mereka panik gimana? mending kita cari bareng-bareng dulu, lagian temennya Ayla udah mau bantu cari". ucap Jordan yang mencoba menenangkan Febri.


_______________________

__ADS_1


__ADS_2