
Setelah selesai, Joe kembali ke kamarnya untuk bersiap menuju kantornya. Setelah selesai Joe bergegas menuju kantor dan tak lupa untuknya sarapan.
Begitu juga Ayla, setelah Joe keluar Ayla kembali tidur. Pasalnya kepala Ayla masih terasa pusing, dan ia juga malas untuk kemana-mana.
_,,,PUKUL 10.00,,,_
Ayla terbangun dari tidurnya, ia sudah merasa lebih baik setelah tidur. Setelah selesai mencuci muka Ayla keluar kamar untuk mencari udara segar. Ayla berencana untuk jalan-jalan hari ini.
Tapi sepertinya ia harus mengurungkan niatnya untuk pergi jalan-jalan. Pasalnya Joe tidak akan memberinya izin.
"Dia pasti tidak akan membiarkan ku pergi jalan-jalan keluar, orang kolot seperti dia mana mau mendengarkan ku"
Disepanjang perjalanan Ayla bergumam sendiri, ia bahkan tidak memperdulikan sekitarnya. Ayla bahkan tidak tahu bahwa ia melewati Joe yang sedang berdiri didepan ruang kerjanya.
"siapa yang kau maksud dengan kolot?" suara Joe menghentikan langkah Ayla, ia membantu tidak bergerak sama sekali. Ayla perlahan membalikkan tubuhnya.
"bodoh bodoh bodoh, mengapa kau bodoh Ayla. Mengumpat seseorang tidak memerhatikan sekitar, ya Tuhan tolong aku, selamatkan aku!!! huhuhu..."
Perasaan Ayla semakin tidak karuan ketika ia melihat ekspresi Joe yang menunjukkan hawa pembunuh.
__ADS_1
"Emm... i... it... itu, a... ak... aku tadi tidak sengaja mendengar gosip pelayan, mereka mengatakan ada seseorang yang..." tiba-tiba saja Joe memotong perkataan Ayla.
"cukup, aku tidak memerlukan penjelasan mu" Joe semakin mendekat ke arah Ayla, membuat perasaan Ayla tidak karuan. Jantungnya berdetak lebih cepat dan kaki nya juga ikut bergetar.
"Ap... apa yang kau ingin lakukan?" semakin Joe mendekat semakin pula Ayla mundur. Sampai-sampai tidak ada lagi ruang untuknya mundur, dan ia terpojok."ja... jangan mendekat" Joe semakin gencar untuk menggoda Ayla.
Ayla tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya diam. Sangking takutnya ia memejamkan matanya. Namun perkataan Joe membuat Ayla tak habis pikir...
"mengapa kau menutup mata mu" refleks Ayla membuka matanya dan menatap tajam kearah Joe."apa yang kau pikirkan, pipi mu memerah?" tanya Joe yang menyentil dadi Ayla.
"hey... sakit" Ayla memegangi dahinya yang Joe sentil."ak... aku tidak memikirkan apa-apa" ucap Ayla gugup.
"apa kau selalu memakiku saat aku tidak ada?" Joe semakin gencar untuk menggoda Ayla.
"aku takut kau rindu pada ku" ucap Joe.
"Dasar manusia narsis,
sok kegantengan" batin Ayla.
__ADS_1
"ahaha.... mana ada" ucap Ayla yang memalingkan wajahnya.
"kau mau pergi kemana, begitu rapi" ucap Joe yang memberi sedikit jarang dengan Ayla.
"i... it... itu sebenarnya aku ingin jalan-jalan, tapi...." Ayla gugup mengucapkan nya, ia takut Joe tidak akan mengijinkan nya dan malah akan mengurung dirinya.
"kita akan pergi keluar besok, kita akan pergi kemanapun kau mau" ucap Joe yang melontarkan senyum manisnya.
"apa.... seorang pria keras kepala ini tersenyum semanis ini. Tuhan... jika dia terus bersikap seperti ini mungkin aku akan tidak tahan, tapi aku juga tidak nyaman dengan perubahan sikapnya. Apa ini benar-benar dia?" batin Ayla, ia terkesima dengan senyum Joe yang menampakkan wajah yang tampan.
"hey... apa wajahku enak dipandang" ucap Joe yang membuyarkan lamunan Ayla, Joe menyisir rambutnya dengan jarinya. Yang menambah pesona yang dikeluarkan Joe.
"ap... apa? ah tidak" ucap Ayla tersadar dari lamunannya."dasar narsis" ucap Ayla dengan suara pelan.
"apa yang kau katakan?"
"ahaha... tidak-tidak, benarkan kau akan membawa ku keluar untuk jalan-jalan" ucap Ayla antusias, pasalnya selama beberapa hari ini Ayla benar-benar bosan berada disisi Joe.
"untuk apa aku berbohong, aku akan kembali ke kantor. Kau hanya boleh jalan-jalan sekitar rumah. Mengerti..." Joe mengusap lembut ujung kepala Ayla.
__ADS_1
"mengerti mengerti" ucap Ayla diiringi anggukan, karena senangnya Ayla sampai lupa akan kepulangan Joe dari kantornya. Setelah selesai Joe pergi meninggalkan Ayla, dan menunju kantornya. Sedangkan Ayla kembali ke rencana awal ia ingin berjalan-jalan di sekitar rumah. Agar ia tidak lagi lagi bosar, dan sekali-kali ia menyapa para pelayan rumah.
Dan itu disambut hangat oleh para pelayan, mereka senang akhirnya tuannya(Joe) bisa menemukan perempuan yang baik dan ramah. Tidak sedikit dari mereka mendo'a kan tuannya(Joe), agar mendapatkan kekasih bahkan istri yang baik. Seperti nona baru mereka(Ayla).