Dicintai Oleh Ceo Tampan

Dicintai Oleh Ceo Tampan
Pulang....


__ADS_3

"Yey akhirnya aku pulang, yey yey yey..." betapa gembiranya Ayla ketika ia sudah berada didepan rumahnya. Setelah ia mengambil kunci rumahnya, segera ia membuka dan langsung masuk kedalam.


"Silahkan masuk dan silahkan duduk" ucap Ayla mempersilahkan Joe untuk masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Ken pulang kerumahnya, karena Joe menyuruh Ken untuk berlibur untuk hari ini. Ya walaupun hanya sedikit waktu. Tetapi itu harus di syukuri oleh Ken.


"Kau ingin minum apa ?" tanya Ayla setelah menutup pintunya.


"Aku lapar" ucap Joe.


"Apa? lapar? bukankah kita tadi sudah makan, kenapa sekarang masih lapar?" ucap Ayla. Yang terheran dengan nafsu makan seorang Joe.


"Entah yang penting aku lapar" ucap Joe yang memasang wajah datar.


"Baik tuan aku akan memasakkan sesuatu untuk anda" ucap Ayla diiringi senyum kecut. Dan segera pergi menuju dapur.


*Setelah beberapa saat.....


"Maaf jika kau tak suka, hanya ini yang ada di dapur" ucap Ayla setelah ia menyodorkan seporsi mie instan yang ia masak. Ya memang tidak ada bahan masakan lain yang tersisa di dapur Ayla. Sebenarnya ada sedikit sisa bahan makan, tetapi kondisi mereka kurang baik. Ayla takut akan mempengaruhi rasa dari makanan yang ia masak.


"Tak apa aku masih bisa memakannya" ucap Joe. Mereka berdua memakan makanan mereka dengan tanpa adanya suara, hanya suara seruputan mie yang terdengar.

__ADS_1


Setelah selesai Ayla langsung membersihkan sisa makanan dan segera mencuci sumpit yang mereka gunakan. Terlihat Joe yang berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruang tamu.


"Em... Om kalau kau mau mandi kau bisa menggunakan kamar mandinya sekarang, dan aku akan mencarikan baju laki-laki ku." ucap Ayla sedikit gugup."Tapi kalau kau mau" ucap Ayla dengan nada lirih.


"Dimana kamar mandinya?" tanya Joe segera berdiri dari duduknya."Kau bisa meminjamkan baju laki-laki mu" ucap Joe dengan tetap memasang wajah datar.


"Pintu bercat putih, itu kamar mandinya. Disana juga sudah ada handuk, om bisa memakai yang berwarna hitam. Dan aku akan mengambilkan kaosnya" ucap Ayla dan sesegera mungkin langsung menuju kamarnya.


Joe sebenarnya bisa saja menyuruh Ken mengantarkan satu set baju untuknya. Tapi Joe lebih suka jika Ayla mau memerhatikan dirinya. Joe tersenyum melihat Ayla yang malu-malu, bahkan terlihat jelas bahwa wajahnya memerah. Joe segera pergi menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri.


"Ayla.... dasar bodoh, kenapa kau meminjamkan barang pribadi mu pada orang lain!. Bagai mana pun dia juga bisa menelfon Ken untuk membawakannya satu set baju. Kenapa kau harus berinisiatif menawarkan. Dasar bodoh... bodoh..." gerutu Ayla yang sudah berada di dalam kamar. Setelah selesai bergulat dengan pikirannya sendiri, Ayla segera mencari kaos oversize dan segera menuju ruang tv.


Dan ia melihat Joe keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan baju hanya memakai celana yang tadi ia pakai. Mata Ayla tak berkedip, ia memerhatikan setiap lekuk tubuh dari laki-laki yang ada didepannya. Dengan rambut yang setengah basah menambah kesan tersendiri bagi kaum hawa yang melihatnya.


"Hey... apa sudah puas" ucap Joe yang menyadarkan Ayla dari lamunannya.


"Em... om ini kaosnya" ucap Ayla menyerahkan kaos yang ia bawa."Semoga muat" ucap Ayla yang memalingkan wajahnya agar ia tidak terus-menerus melihat bentuk tubuh Joe.


Joe menerima kaosnya dan segera memakai kaos yang Ayla berikan. Ternya kaosnya muat di badan Joe. Ya memang kaos itu adalah kaos ukuran untuk laki-laki.

__ADS_1


"Apa aku sebegitu tampannya? sampai-sampai kau tidak berkedip melihat ku?" ucap Joe yang terus memandangi Ayla. Terklebat pikiran untuk menggoda Ayla.


"Ma... mana ada, aku tidak seperti yang kau pikirkan" ucap Ayla yang berusaha mengelak.


"Sudahlah, kau tidak perlu mengelak. Kau bisa melihatnya kapanpun kau mau" ucap Joe yang semakin gencar menggoda Ayla.


Seketika wajah Ayla blusing mendengar ucapan Joe."Bisa-bisanya ada orang yang tidak tahu malu seperti dia. Tuhan kenapa kau mengirimkan seorang laki-laki yang begitu tak tahu malu" ucap Ayla dalam hati.


"I... itu kau bisa tidur di sofa kan, kalau tidak bisa aku yang akan tidur di sofa. Om yang di kamarku" ucap Ayla yang gugup, menahan malu.


"Tidak usah kau di kamarmu saja Akay disini" ucap Joe yang berjalan menuju sofa dan merebahkan tubuhnya.


"Baiklah, aku akan mengambilkan selimut" ucap Ayla dan segera pergi menuju kamarnya untuk mengambil selimut dan bergegas memberikannya kepada Joe. Dan ia segera pergi menuju kamar nya.


"Bisa-bisa aku gila terus berada di sisinya" gumam Ayla yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Setelah beberapa saat bergumam, mata Ayla sudah tidak bisa diajak kompromi. Dengan waktu yang singkat Ayla sudah tertidur.


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2