Dicintai Oleh Ceo Tampan

Dicintai Oleh Ceo Tampan
#08


__ADS_3

Setelah selesai membantu mamanya Jordan Ayla langsung pamit pulang. Ia langsung bergegas pulang untuk mandi karena waktu sudah sore. Setelah sampai dirumah Ayla ia melihat pintu rumah tidak dikunci. Ia mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Joe. Tidak sengaja mata Ayla tertuju pada meja yang ada diruang tamu, ia melihat ada secarik kertas.


Maaf karena sudah merepotkan mu, dan saya minta maaf sekali lagi karena saya pergi dari rumahmu tanpa pamit pada mu. Terimakasih sudah memberi tumpangan untuk saya. Karena ada urusan mendadak yang mengharuskan saya pergi dari rumah mu.


Pesan yang dituliskan oleh Joe yang ditujukan untuk Ayla.


Setelah membaca isi dari surat tersebut, Ayla langsung membuang kertas itu dan langsung masuk menuju kamarnya sambil bergumam."Cih orang jaman sekarang, semoga aku tidak bertemu dengan nya lagi".


**Ditempat lain


Joe pergi dari rumah Ayla karena ia mendapat kabar bahwa Naga Hitam menyerang Gengnya. Lalu ia pergi dengan meninggalkan secarik kertas diatas meja ruang tamu.


"Bagaimana sekarang situasinya?"tanya Joe pada asisten pribadi nya. Sembari duduk di kursi kebanggaan nya.

__ADS_1


"Setelah pemberontakan kemarin, Naga Hitam sudah ditaklukkan. Ketua dari mereka sudah meninggal, dan kami akan segera membersihkan sisanya"jelas asisten pribadi Joe yang sudah mengikuti Joe selama bertahun-tahun.


"Bagus, setelah ini kau panggilkan Ares untuk menghadap"pinta Joe pada asisten nya, Ken asisten Joe membungkuk dan segera pergi untuk melaksanakan tugas dari tuannya.


Joe melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, ia memeriksa setiap dokumen-dokumen dari beberapa perusahaan yang mengajukan permintaan kerjasama.


Ketika Joe sedang memeriksa setiap dokumen-dokumen pintu ruang kerja Joe terbuka. Ia berhenti, dan melihat siapa yang lancang tidak mengetuk pintu sebelum masuk.


"Wah sobat ku lama tak jumpa aku sangat-sangat rindu pada mu"Dimas masuk tanpa mengetuk pintu ruang kerja Joe, ia berjalan menghampiri Joe sembari melontarkan kata-kata manja.


"Menjijikkan, Apa kau sudah bosan hidup?"Joe melirik Dimas sebentar lalu kembali fokus pada dokumennya.


"Ayolah Joe kau terlalu dingin untuk aku yang hangat"Dimas berjalan menuju sofa.

__ADS_1


"Aku tidak ingin basa-basi, kau sepertinya sangat santai. Besok kau bisa mengurus anak perusahaan yang ada di negara K"


"Apa? kau pasti bercanda Joe, aku sangat sibuk untuk pergi ke negara K"Dimas kaget dengan pernyataan Joe yang tiba-tiba mengirim dirinya ke negara K.


"Apa kau lihat aku sedang bercanda"jawab Joe dengan ketus tanpa mengalihkan pandangannya.


"Cih dasar Beruang Kutub, bisa-bisanya menyuruh ku untuk pergi ke negara K, apa hanya aku anak buahnya yang bisa ia kirim ke sana"Dimas bergumam.


Joe yang mendengar gumaman Dimas hanya tersenyum. Joe sudah terbiasa dengan sikap Dimas pada nya. Karena Dimas lah yang dapat merasakan apa yang dirasakan oleh dirinya. Dimas lah yang selalu membantu Joe saat Joe kesulitan.


"Baiklah aku akan memberimu dua pilihan. Pilihan yang pertama kau pergi ke negara K, atau pilihan yang kedua kau mati di hadapanku"Joe memalingkan pandangannya ke arah Dimas, tangannya menopang dagunya diatas meja.


Dimas kaget mendengar kata-kata Joe, karena Joe bisa saja membunuh dirinya jika ia mau. Dan memalsukan kematiannya."Baiklah aku mengalah aku akan pergi ke negara K besok sesuai permintaan mu tuan"Dimas beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang kerja Joe.

__ADS_1


Joe tau Dimas kesal pada dirinya, tapi Joe melakukan itu karena Joe tidak mau Dimas terus-terusan melunjak pada dirinya.


-------------------------------------------------------


__ADS_2