Dicintai Oleh Ceo Tampan

Dicintai Oleh Ceo Tampan
#04


__ADS_3

Setelah terjadi pertengkaran Ayla langsung menuju ke kelasnya untuk mengambil ranselnya. Ayla menuju parkiran dan tidak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf maaf, aku nggak sengaja"ucap si cowok itu. Ia membantu Ayla yang terjatuh di lantai.


"Tidak usah terimakasih, aku tidak apa-apa"Ayla menggibas tangan cowok itu dan ia langsung berdiri dan membersihkan roknya. Ia berlalu meninggalkan cowok tersebut yang masih berdiri.


Ayla pulang dengan menahan kekesalannya, terlihat jelas di wajahnya yang memerah menahan kesal. Ayla terus mengayuh sepedanya menuju arah rumahnya.


**Rumah Ayla


Ayla memarkirkan sepedanya dan langsung masuk ke rumah. Ia terkejut melihat ada seorang laki-laki yang sedang duduk di sofa nya. Ia lupa bahwa memang ada laki-laki itu sejak semalam.


Ayla masih tetap dengan ekspresi nya yang menyimpan kesal, tetapi terkesan datar. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Ayla langsung menuju kamar nya untuk mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke cafe. Joe yang melihat itu hanya diam dan memerhatikan Ayla. Ia kembali fokus dengan tv yang dari tadi ia tonton.


Setelah beberapa menit Ayla keluar dan memakai pakaian yang sederhana. Ia memakai celana jeans dan kaos oblong berwarna hitam. Ayla berjalan melewati Joe yang sedang memperhatikannya, ia tetap cuek dan memasang wajah datar.


Ia langsung pergi tanpa basa-basi pada Joe. Kali ini ia berangkat menggunakan sepedanya. Setelah beberapa menit akhirnya Ayla sampai di cafe. Ia berjalan masuk melalui pintu pekerja dengan muka datarnya. Ardi yang lihat Ayla datang langsung menghampirinya.


"Ay kamu kenapa kok datang-datang udah pasang muka datar kayak gitu? nggak enak tau dilihat"Ardi mendekati Ayla yang ingin mengganti pakaiannya.


"Nggak kenapa-napa kok Ar. Cuma lagi kesel aja, ya udah deh mau ganti dulu"Ayla coba menjelaskan dia hanya sedang kesal.


"Ya udah game memasak dulu ya"Ardi pergi meninggalkan Ayla. Ayla langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengganti pakaian kerjanya.


Setelah selesai agatha langsung keluar menuju dapur. Wajah Ayla yang tadinya datar yang terkesan dingin menghilang seketika, digantikan dengan wajah Ayla yang penuh dengan keceriaan. Ayla memang pintar untuk menyembunyikan perasaannya dari orang luar. Ayla memilih memendam sendiri semua beban hidupnya dari pada ia harus berbagi cerita pada orang lain.


"Ar ada pesanan?"Ayla menghampiri Ardi dan menanyakan pesanan yang harus di antar.


"Ni tolong anterin ke meja nomor 11"Ardi menyodorkan pesanan yang belum diantar. Ayla langsung mengambil dah masuk mengantar kemeja nomer 11.

__ADS_1


Ayla terus bekerja mengantarkan pesanan-pesanan pelanggan. Tak terasa waktu sudah larut, Ayla melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 21.00 pertanda dia harus pulang. Ayla langsung menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dan bersiap untuk pulang.


Ayla berpamitan pada Ardi karyawan cafe dan Manager cafe. Hari ini adalah hari melelahkan bagi Ayla. Baru kali ini ayla merasa kelelahan saat bekerja.


*Rumah Ayla


Joe yang dari pagi hanya diam dan menyusun rencana untuk mengalahkan Geng Naga Hitam yang semalam menyerangnya. Joe hampir tidak melakukan apapun sama sekali.


Joe :"Hallo Ken"Joe menelpon asisten nya


untuk memberi tahu keberadaannya.


Kevin :"Hallo Tuan muda anda selamat,


sekarang anda di mana biar saya


menyelimuti kevin karena sejak


kejadian semalam kevin belum


menerima kabar tentang keberadaan


Joe.


Joe :"Aku baik-baik saja, untuk sekarang kau


tidak perlu mencari ku, aku aman


sekarang. Sekarang yang terpenting

__ADS_1


susun rencana dan temukan lokasi


keberadaan Naga Hitam"


Kevin :"Baik tuan laksanakan. Apa sekarang


tuan membutuhkan bantuan untuk


menjaga keamanan anda?"Kevin


masih takut akan keselamatan Joe


yang berbahaya.


Joe :"Tidak perlu kau laksanakan saja


tugasku dan terus awasi pergerakan


Naga Hitam"Joe langsung memutuskan


sambungan telepon.


Joe memang seorang Mafia yang sangat terkenal kejamnya jika sedang berurusan dengan dunia Hitam. Sampai-sampai pemerintahan tidak dapat melawannya. Joe mampu membolak-balik kan kota hanya dengan semalam.


Untuk menutupi dunia hitamnya Joe menjabat sebagai CEO di sebuah perusahaan milik Ayahnya yang sekarang Joe kelola sendiri dan menjadi perusahaan terbesar nomor dua se Asia.


Tidak heran jika banyak orang yang mengincar nyawanya. Seperti kejadian semalam.


---------------------------------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2