Dicintai Oleh Ceo Tampan

Dicintai Oleh Ceo Tampan
Weekend"_"


__ADS_3

Pagi harinya@_@...


Setelah bangan dari tidurnya Ayla segera membersihkan diri dan langsung menuju meja makan. Ia hari memakai kaos oblong berwarna putih dan jeans berwarna hitam.


Ayla terlihat sangat casual dan modis, sudah beberapa hari ini Ayla memakai pakaian yang ia tidak sukai(dress). Dan dia memakai nya juga terpaksa sangat menyiksa batinnya.


Salah satu pelayan memanggilnya Ayla untuk segera turun. Ia sudah melihat Joe berada dimeja makan, sepertinya sedang menunggu dirinya.


"apa sudah dari tadi?" ucap Ayla sembari duduk berhadapan dengan Joe.


"tidak" Joe selalu saja tak menunjukkan ekspresi, wajahnya datar-datar saja. Kadang Ayla bingung dengan Joe, kapan saat ia senang kapan saat ia marah dan kapan saat ia sedih. Itu sulit dibedakan oleh Ayla.


"baiklah baiklah" ucap Ayla sangat antusias, ia tidak sabar untuk segera pulang kerumahnya. Sebenarnya niat awal Ayla ingin jalan-jalan ke luar tapi ia berubah haluan, ingin pulang ke rumah dan ingin bertemu Febri dan Jordan.


____


"apa kau menyukai tempat ini?" tanya Joe ketika mereka sudah berada di sebuah Mall yang menyediakan berbagai macam jenis benda elite dan brendit.

__ADS_1


"sebenarnya aku lebih suka ditaman bermain atau pasar malam" dirinya memang tidak terbiasa dengan yang namanya shopping dan barang-barang mewah yang harganya bisa membuat orang sesak nafas. Ia akan shopping jika ia memerlukan suatu barang.


Dan Ayla juga lebih suka menghadiri pasar malam atau pergi ke taman bermain. Karena di sanalah ia bisa melihat barang-barang tanpa harus memiliki seberapa mahal harganya. Dan ia juga bebas untuk memilih makanan yang ia ingin.


"Em.. bisakah kita pergi ke pasar malam saja, aku tidak suka disini" ucap Ayla, ia berusaha merendahkan suaranya ia takut jika Joe akan marah padanya.


Joe mengeluarkan ponsel dari sakunya, ia terlihat sedang menelfon seseorang. Setelah beberapa saat Joe menelfon ada seorang laki-laki datang menghampiri Joe. Dan tak lain adalah asistennya Ken.


"mari nona" ucap Ken mempersilahkan Ayla untuk mengikuti Joe.


"kita mau kemana?" tanya Ayla.


"Apa dia marah? kenapa dia tidak mengatakan apa-apa, oh tidak jangan sampai dia marah. Akan sulit untuk membujuknya lagi" batin Ayla.


*


"wah... ternyata kau membawaku kemari, terimakasih" ternyata Joe membawa Ayla ke sebuah pasar malam di sekitar area itu.

__ADS_1


Ayla salah tingkah melihat Joe yang melepas Jas, membuka satu kancing baju dan menarik dasinya. Suatu pemandangan yang menarik para kaum hawa.


"hey hey... apa yang kau lakukan, ini ditempat umum" ucap Ayla sembari menutup mata.


"kau kira aku akan datang ketempat ini, dengan memakai jas. Apa kata orang nanti" ucap Joe sembari meletakkan jas dan dasi nya didalam mobil.


Ken heran ada apa dengan tuanya itu, seumur umur Ken tidak pernah melihat tuannya datang ketempat seperti ini. Kali ini demi wanita tuannya rela harus datang ketempat yang penuh dengan keramaian.


"Bolehkah aku mencoba semua wahana yang ada di sini?" tanya Ayla dengan antusias, pasalnya ia sudah lama tidak datang ke pasar malam. Ya walaupun ini masih siang, pasar malam juga sama ramainya dengan malam hari.


Menurut Ayla pasar malam akan lebih seru jika siang hari untuk mencoba wahana. Jika malam hari paling pas untuk mencoba kuliner.


"Kau bisa melakukan apapun yang kau mau" ucap Joe, ia senang melihat Ayla gembira. Sebenarnya Joe ingin memiliki tanpa menyakiti, tetapi dengan sifat dan kelakuan Ayla yang keras kepala. Joe sulit untuk memiliki tanpa memaksa.


Mereka berdua mencoba semua wahana yang ada di pasar malam. Ayla selalu memaksa Joe untuk ikut bermain dengan nya. Walau ia sangat malu untuk melakukan nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2