
Waktu sudah siang, mereka sekarang sudah berada disebuah tempat makan. Untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi sudah berdemo minta diisi.
"Om cobalah, rasanya enak kok. Dan dijamin higenis" ucap Ayla, Ayla mengajak Joe ke tempat makan yang ada di pinggir jalan. Joe tidak mau memakan makanannya, ia mengatakan makanannya tidak higienis karena dijual dipinggir jalan.
"Ayo lah Om, aku suapi" ucap Ayla uang terus membujuk Joe. Sampai akhirnya Joe pasrah, Joe menerima suapan mie dari Ayla.
"Bagai mana, enak?" tanya Ayla setelah Joe menelan mie nya.
"Tidak buruk" ucap Joe yang memasang wajah datar.
"Bisa tidak kau buang wajah datar itu" ucap Ayla yang sudah mulai muak, dengan ekspresi yang ditunjukkan Joe.
"Tidak bisa" ucap Joe singkat dengan tetap memasang wajah datar.
"Dasar Beruang" umpat Ayla. Mereka menghabiskan makanan mereka dengan cepat. Joe mengajak Ayla untuk pulang, dikarenakan waktu sudah menjelang sore.
*
Saat ini mereka sudah berada didalam mobil. Tidak ada percakapan pun diantara mereka, mereka hanya diam seribu bahasa. Tetapi aura kebahagiaan yang ada di Ayla tidak bisa ditutupi. Sebab dari awal mereka memasuki mobil sampai sekarang. Ayla selalu tersenyum bahagia. Sedangkan Joe tetap dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Sebenarnya sedari tadi Ayla ingin menanyakan soal Ayla ingin pulang ke rumahnya dan bertemu dengan teman temannya. Akhirny setelah bergulat dengan pikirannya sendiri, Ayla memutuskan untuk bertanya.
"Em... om bolehkah aku pulang?" ucap Ayla to the point.
"Pulang kemana?" ucap Joe yang masih menatap kearah depan dan masih dengan wajah datarnya.
"Ke rumah ku lah, rumah yang waktu om numpang nginep itu. Masak udah lupa" ucap Ayla.
"Baiklah tapi hanya sebentar" ucap Joe yang sudah mulai melihat Ayla. Tanpa aba-aba Joe sudah mendekat ke arah Ayla.
"Hai om apa yang mau kau lakukan" Joe terus mendekat sampai sampai jarak diantara mereka menipis. Hidung mereka berdua saling berdekatan. Ayla hanya diam entah karena kaget atau apa. Dan tanpa aba-aba Joe mengecup bibir mungil milik Ayla.
cup....
"Oh tidak..... ciuman pertama ku" ucap Ayla yang seolah olah meratapi nasibnya, yang ciumannya di curi oleh orang yang tidak ia sukai.
"Itu bukan ciuman tapi kecupan" ucap Joe tanpa ada rasa malu."Nanti akan ku ajarkan caranya, ciuman" Joe tersenyum merasa puas dengan apa yang dia lakukan. Caranya berhasil untuk menjahili Ayla.
"Akhhhh.... Dasar Beruang Kutup, bisa bisanya dia mengambil ciuman pertama ku. Tanpa seijin ku. Sekarang lebih parah lagi dia senyum senyum sendiri. Salah makan obat kali" Batin Ayla. Wajahnya memerah menahan malu, pasalnya ia baru kali ini dicium oleh laki-laki.
__ADS_1
Ayla hanya diam seribu bahasa menahan malu. Dan dia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Canggung itu ada, setelah Joe mencium Ayla. Suasana menjadi hening dan canggung.
"Ken kau tau kan rumahku" ucap Ayla memecah keheningan.
"Saya tahu nona" ucap Ken yang sedari tadi hanya diam, melihat mereka berdua berdebat.
"Dari mana kau tau?" tanya Ayla, pasalnya dia tidak pernah tahu Ken pernah kerumahnya.
"Saat saya menjemput tuan muda" ucap Ken.
"Ohh..." setelah itu tidak ada lagi yang berbicara, Ken terus melajukan mobilnya menuju rumah Ayla.
*
*
*
*
__ADS_1
*
*^_^*