Dicintai Oleh Ceo Tampan

Dicintai Oleh Ceo Tampan
Rencana Ayla 2


__ADS_3

Setelah selesai makan Ayla kembali ke kamarnya, untuk memikirkan cara untuk mendapatkan kembali Handphone nya dan kabur dari rumah Joe.


"Sekarang yang terpenting Handphone harus kembali, terus telfon Febri cari bantuan untuk keluar dari sini". Ayla memberikan rencana licik untuk mengambil handphone nya.


Ayla mengendap-ngendap keluar kamarnya, untuk melihat situasi. Setelah dirasa aman Ayla berjalan perlahan untuk mencari keberadaan kamar Joe.


"Ya ampun ini rumah besar amat sih, udah kayak lapangan bola".seru Ayla setelah berjalan beberapa saat.


"Mana ruangan nya banyak banget, ni kalau orang baru masuk sini bisa nyasar". seru Ayla lagi seraya terus melangkah.


"Ada yang bisa saya bantu nona?". tanya salah satu pelayan yang mengagetkan Ayla.


Refleks Ayla berbalik badan dan mencari sumber suara."Ahhaaa i...itu aku mau jalan-jalan cari udara segar. Hehehe". Ayla meringis sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Oh kalau begitu saya permisi". pelayanan tersebut pergi meninggalkan Ayla.


"Huhhh...aman". seru Ayla setelah pelayanan tersebut pergi."Harus hati-hati nih".seru Ayla.


Ayla terus berjalan kearah yang berlawanan, saat ia berada diujung koridor ia melihat pintu berwarna putih. Ayla yakin bahwa pintu ini adalah kamar Joe karena cat pintunya berbeda dari yang lain.


"Ni nih pasti kamar punya tu om resek". Ayla mencoba melihat keadaan, dirasa aman Ayla mencoba membuka pintu. Dengan sangat perlahan ia membuka pintu kamar dan masuk kedalam kamar. Ayla mencoba mencari petunjuk yang dapat memastikan benar tidaknya ini kamar Joe.


"Oh ya handphone-handphone". Ayla meletakkan kembali foto Joe. Dan kembali keniat awal mencari handphone nya.


Ia mencoba mencari di semua laci yang ada dikamar Joe. Namun hasilnya nihil, tidak ada satupun dari laci tersebut yang menyimpan handphone milik Ayla. Saat ia sedang mencari handphone nya, tiba-tiba pintu kamar Joe terbuka. Refleks Ayla langsung bersembunyi di bawah ranjang Joe.


Joe masuk kedalam kamarnya dengan tanpa rasa curiga sedikitpun. Ia berjalan menuju kamar mandi, tanpa melihat sekeliling.

__ADS_1


"Aku harus keluar, ya aku harus keluar". Ayla bergumam, ketika ia hendak keluar dari bahwa ranjang Joe tak sengaja lengannya menyenggol gelas yang ada diatas nakas. Dan itu menimbulkan suara yang keras membuat Ayla takut.


"Haduh... ceroboh banget sih". Ayla mencoba meninggalkan pecahan gelas tersebut, ketika ia hendak meraih gagang pintu ada suara yang menghentikannya.


Joe yang mendengar suara lantas segera keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Ketika ia keluar dari kamar ia melihat Ayla yang hendak keluar dari kamarnya.


"Sedang apa kau dikamarku?". tanya Joe yang mengagetkan Ayla.


Ayla berbalik badan mendengar suara Joe."Ahh....anu...anu...i...itu aku salah masuk kamar kayaknya. Hehehe". Ayla menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali diiringi senyumnya.


Joe mengernyitkan keningnya melihat tingkah Ayla. Ia tahu bahwa Ayla sedang berbohong padanya."Apa kau mencari sesuatu Ayla?".tanya Joe yang berjalan mendekati Ayla.


"Aahahah...tidak tidak, aku memang salah masuk kamar saja". elak Ayla, Ayla mundur melihat Joe semakin mendekat."Aggghhh...dasar mesum, jauh jauh". Ayla berteriak mana kala ia sadar bahwa Joe yang ada didepannya hampir telanjang. Dan refleks ia menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2