Dilemaku

Dilemaku
Chapter 10


__ADS_3

Chapter 10


*------- ---- -----*


"mereka makin deket aja! Bikin aku iri! Liat aja lu ya Yuan! Gua bakal balas dendam sama lu!" -kesal Annisa


Lalu Annisa pun menemui Zia untuk membicarakan sesuatu hal dengannya


Sesampainya di Depan kelas Zia


"kak, boleh tolong panggiling ka Zia ga?" pinta Annisa kepada salah satu teman Zia


"Zi, ada yang nyariin nih cecan" ucap salah satu teman Zia


"iya bentar" balas Zia


"kak, aku boleh nyampein sesuatu ga?"


"apa? Penting banget emang?"


"ini tentang Yuan, gapapa sih kalo emang kaka gamau, yauda deh aku pulang lagi aja" setelah berbalik


"eh tunggu, yoda apaan" tahan Zia


"tauga? Ternyata Yuan itu udah pacaran sama teuku anak baru di kelas aku ituloh" Jawab Annisa


"ah jangan asal nuduh orang sembarangan lo!" kesal Zia


"nih kalo ga percaya aku tunjukin photo sw nya Yuan, karna aku tau Yuan ga ngesave no kaka" Ucap Annisa sambil menunjukan sebuah Photo



"ini bohong kan?"


"yaudah kalo masih ga percaya, lihat aja di taman sekolah, liat sama kepala mata kaka sendiri sana" titah Annisa


Tanpa babibubebo Zia mengambil langkah seribu menuju taman Sekolah yang berada di samping lapangan


Disisi lain...


"makasih ya udah mau nerima aku apa adanya" ucap Yuan dengan seulas senyum


"aku yang harusnya bilang makasih, karena duniaku seolah berwarna saat bersamamu, saat menatapmu, saat di sampingmu" Balas Teuku dengan mata yang berbinar dan senyum yang memperlihatkan lubang di pipinya


"kamu manis"


"kamu pahit, hahahaha" tawa Teuku


"kan yang manisnya cuman senyum kamu wlee" balas Yuan dengan menjulurkan lidahnya


"hahahahahahaha" tawa keduanya


"Tuhan, begini ya rasa jatuh cinta? Jangan ambil dia Tuhan, aku menyayanginya" batin Yuan


"Tuhan, betapa indahnya ciptaanmu ini, sangat Subhanallah sekali, aku suka melihatnya, dia adalah duniaku" batin Teuku


Tiba tiba...


"Yuan?! Apa apaan ini?! Dia pacar kamu hah?!" teriak Zia

__ADS_1


Dan bugh.. Zia menonjok perut Teuku dan terjadilah tonjok menojok antar Zia dan Teuku..


"Stop! Berhenti! Sudah! Hentikan!" teriak Yuan dengan menarik Zia


"Jelasin dia pacar kamu kan?! Aku yang ngejar kamu, kok malah dia si anak baru yang jadi pacar kamu?!" ucap Zia dengan nada meninggi


"iya dia pacar aku! Kenapa kalo aku milih dia daripada akang?! Aku gasuka akang! Ini soal hati! Gabisa hati aku kalo dipaksain biar suka sama akang! Aku nyaman sama dia! Dia lembut, ga kayak akang! Akang tuh kasar! Pemaksa! Aku gasuka! Berhenti cati keributan! Bukannya dari dulu aku nolak akang?! Kenapa akang masih ngejar aku?! Udah ya kang! Aku gasuka sama akang! Sekarang akang jauhin aku! Jangan usik hidup aku! Aku benci akang! Yuan Rianti benci Kang Zia!" lantang Yuan


Teuku masih duduk mengaduh aduhkan wajahnya yang bonyok karena di tonjok oleh Zia, ia merasa kasihan sebenarnya kepada Zia, namun sikap Zia membuat benci di hati Teuku!


Zia masih terpaku di tempat, ia tak mengira gadis yang ia cintai, gadis yang ia perjuangkan, membentaknya di tempat umum, memakinya didepan siswa siswi, mereka hanya menonton karena merasa ada drama gratis disekolahnya. Lalu Zia pun pergi dengan hati yang menahan sakit, perih, hatinya merasa ada sayatan sayatan berupa kata yang berubah menjadi jarum yang menusuk hatinya.


"***** Yuan berani banget liat ngebentak bentakin si Zia, edan parah euy" ucap Dwi menganga tak percaya


"itu Yuan? Ga percaya aku, singa nya keluar" lanjut Ummu


"gilaseh, cowonya yang di tonjok, yang ngelawan malah si cewenya, parah parah" ucap Sindi tak percaya


"SABAR WOY YUAN!" Teriak Sindi


"Sin! Telinga kita berdua nih ah, lu mah teriak tuh jauh jauh coba!" Sinis Dwi sambil menutup kupingnya


"tauk nih" ucap Ummu sambil Mendelik kearah Sindi


"maap maap" sesal Sindi


"ada darah diujung bibir kamu, biar aku obatin ya? Kita ke ruang UKS aja ya? Sini ikut aku" ucap Yuan sambil memopang badan Teuku


"makasih honey" Teuku sambil mengulas senyum


Sesampainya di ruang UKS


"aww, sakit Yuannn!" teriak Teuku


"sebentar sini sebentarrr aja sebentarr, siniiiiii" pinta Yuan


"Galama kok galama" sambung Yuan dengan nada memelas


"sebentar ya sebentar? Janji nih?" Teuku sambil mengacungkan kelingking nya


"iya janji sayang" ucap Yuan sambil mengaitkan kelingking Yuan di kelingking Teuku


"udah tuh selesai" ucap Yuan sambil menunjukan telunjuknya kearah luka Teuku


"makasih Yuan sayang" ucap Teuku sambil mengulas senyum


Dan Yuan pun membalas senyumnya


Bel pulang sekolah pun berbunyi, semua siswa dan siswi pun berhamburan untuk pulang, karena dari jam pertama sampai jam terakhir guru tidak ada yang masuk kelas.


"udah bunyi tuh bel pulang, kamu pulang aja gausah nungguin aku" pinta Yuan


"ah aku tetep mau nungguin kamu" Teuku


"tapi kamu sakit" Yuan


"gapapa kok, cuman ini" Teuku sambil menunjuk ke arah ujung bibirnya


"keras kepala" gumam Yuan tapi masih bisa terdengar oleh Teuku

__ADS_1


"aku denger Yuan" Ucap Teuku


"SENGAJA!" teriak Yuan


Lalu mereka pun tertawa sepanjang jalan dari UKS hingga sampai masuk ke kelas


Annisa yang melihat itupun semakin geram kepada Yuan, dan berniat ingin menggoda Teuku, karena sedari tadi Annisa mengikuti mereka berdua kemanapun mereka pergi dari tadi.


"eits yang makin nempel" -Dwi


"unjc lem tikus" -Ummu


"yang lainmah ngontrak!" -Sindi


"maksudnya sin?" -Tanya Yuan


"dunia serasa milik berdua artinya tuh" Jelas Ummu


"Hei guys!" Teriak Teuku di samping meja Guru


"Gue mau ngenalin pacar kesayangan gue sama kalian!" sambung Teuku


"siapa?"


"patah hati dede"


"ada yang bunyi krek, tapi bukan bunyi kentut"


"ada yang patah, tapi apa ya?"


"gua kepo nih, tapi jleb sih"


"saingan gue berkurang juga hahahaha"


"anjay, murid baru tapi dah ada yang nyantol, gue kapan yak?"


"galaku aja lo ma"


"ngatain lo"


"Dia adalah Yuan Rianti" tegas Teuku, penuturannya membuat wajah Yuan seperti kepiting rebus, jangan tanya sekarang ia sedang apa? Ya sedang bersembunyi di kolong meja, ya badan kecil mah bebas


"hah? Gua salah denger ga?'


"kaga ah budeg"


"duh panas"


"anjay, si Yuan? AWOKAWOKAWOK"


"Jomblo akut punya pacar woi!"


"sejarah kelas inimah njay"


Dan masih banyak lagi


"gue harus nyingkirin Yuan secepatnya, Teuku cuman milik gue seorang! Kalo gue gadapet Teuku, Yuan juga gabisa dapetin Teuku!" batin Annisa


.

__ADS_1


.Like dan Komentarnya!


__ADS_2