
Chapter 11
*------- ---- -----*
Setelah murid kelas 11 Ipa 1 pulang, tinggalah Yuan, Dwi, Ummu, dan Teuku
"enak njay di tungguin bebep" gerutu Dwi
"yoi ah ga ajak ajak" seru Ummu
"gausah di dengerin ya mereka berdua, emang gitu biwirnya pengen ngegas terus" jelas Yuan kepada Teuku
Namun tiba tiba...
Brukkkkkk seseorang menabrak Yuan hingga keduanya terjatuh
"auch, duhh" rintih seseorang itu
"KAMU?!" teriak Yuan
"Yuan? Kamu Yuan kan? Yuan Rianti?"
"Indana Dzulfa?! AAAAAA" hambur pelukan Yuan dan seseorang yang bernama Dzulfa itu
(Dzulfa adalah sahabat Yuan sewaktu di SMP selain Pasha, mereka berpisah saat menduduki kelas 10, di karenakan orang Tua Dzulfa pindah dinas keluar Pulau yang menyebabkan mereka pernah tidak berhubungan sekedar menanyakan kabar, dan kini, ia kembali..)
"aku kangen Dzul, kangenn!" ucap Yuan setelah melepas pelukan Rindunya kepada Dzulfa
"akupun huaaaa" tangis Dzulfa
"udah udah, kamu kemana aja?" tanya Yuan
"maaf aku ga ngabarin kamu, hp ku rusak kemasukan air, oh iya minta no telp kamu dong" jelas Dzulfa sambil memberikan handphone nya kepada Yuan
"oh gitu, 08xxxxxxx113 dah" ucap Yuan
"oh iya aku lupa, Dzul ini Ummu, Dwi temen aku. Dwi, Ummu kenalin ini Dzulfa unch unch nya aku waktu SMP" jelas Yuan
"ahahahah, bisa aja lu ah" Dzulfa
"hmm cogan satu ini siapa?" ucap Dzulfa sambil menunjuk Teuku
"yang ini jangan lu godain! Bebep gue inima, awas aja lu godain dia, namanya Teuku, ay kenalin ini Dzulfa" jelas Yuan
"amboy amboy marah marah ae lu ah, cepet tua tau rasa" Goda Dzulfa
__ADS_1
"elu yang tua mah ye" balas Yuan
"lu ngapain ke sini?" sambung Yuan
"eh iya gue nyari R.Osis, gua di undang sama ketos disini buat nyanyi, ahay suara gue kan merdu ga kek lu" ledek Dzulfa
"sembarang, nih kita bertiga Osis, kecuali Teuku! Yaudah ikut sini, kita juga mau rapat" Ajak Yuan
"ay, aku tinggal dulu ya? Kamu gapapa kan sendiri?" sambung Yuan kepada Teuku
"iya, gapapa, semangat ya!" ucap Teuku kepada Yuan
"eh woi kita berdua ga di semangatin nih?" pinta Dwi
"semangat cunguk" ledek Teuku
"sembarang kita dikatain cunguk" kesal Ummu
"udah udah, ayo! Duluan ya?" lerai Yuan
Lalu mereka bertiga pun memasuki R.Osis yang sudah agak ramai namun belum dimulai, dan rapat pun di mulai dengan Khidmat, meski Zia menjawab dengan ketus entah kepada siapapun meski orang itu tak bersalah, ia merasa hari ini ialah hari sialnya.
Disisi lain...
"hai ganteng" goda Annisa
"apaan si?" ketus Teuku
"jangan galak galak, gua gaada maksud apa apa kok, cuman mau nanya, lu disini ngapain?" tanya Annisa
"nungguin bidadari gue, kenapa emang?"
"oh si Yuan? Lu ga pengen tau gitu kebiasaan dia di kelas kayak gimana?"
"gaperlu, gua udah tau kok dari Dwi"
"asal lu tau aja deh ya, Yuan itu jomblo akut, dia gapernah pacaran sama orang lain, padahal banyak yang suka sama dia, makanya dia ga bisa romantis ke elu, mending sama gue aja, gue kan lebih cantik dari si Yuan? " Goda Annisa
Lalu Teuku pun berdiri menatap tajam kearah Annisa seperti ingin membunuhnya
"dan lu? Gue baru tau ada cewe serendah lu, iya lu cantik lebih dari Yuan, gue akuin. Tapi kelakuan lo ga lebih dari sampah!" ucap Teuku dengan datar
Jleb! Krekkk! Patah hati ini bang -batin Annisa
Kemudian Annisa pun pergi meninggalkan Teuku sendirian di taman yang dekat dengan Ruang Osis.
__ADS_1
Di dalam Ruang Osis..
"yu yu, cowo yang di ujung sana siapa? Kok lu mah ada cogan gabilang bilang sama gue ish! Gans banget ah gilaseh! Deketin gue ama dia yak!" bisik Dzulfa kepada Yuan
"oh itu kang Zia, nanti gue ceritain lagi, tapi ga pas rapat, nanti pas selesai aja, kalo engganya lain kali" bisik Yuan
"oke" balas Dzulfa
Setelah selesai rapat, Yuan pun memutuskan untuk menghampiri Teuku dengan Dzulfa karena Ummu dan Dwi sudah ada janji dengan pasangan masing masing
-("ga di dunia nyata, ga di dunia halu, gue mah jadi nyamuk lu aja" yakin gue yakin lu pasti bilang gitu dzul)-
"maaf ya lama" seru Yuan
"eh iya gapapa kok" balas Zia dengan mengulas senyum
"Yu ih Yuu, ceritain tentang orang tadi" pinta Dzulfa dengan wajah cemberut
"jadi gini, Zia itu pernah ngejar gue, dia suka sama gue dari waktu MPLS, gue udah nolak dia berkali kali, tapi tetep aja dia maksa supaya gue jadi pacarnya, itu yang bikin gue jadi jijik sama dia" jelas Yuan sambil berjalan untuk mencari tempat duduk
"ohh jadi dia pemaksa ya?" balas Dzulfa dengan mengikuti Yuan untuk duduk
"iya, dia baik sangat! Tapi ya begitulah.. Dia jago beladiri tuh Dzul, pepet aja terus jangan di lepasin, nih gue kasih no nya 08xxxxxxx204, idaman lu kan kalo yang unceh unceh?" goda Yuan
"hehe tau aja lu mah" balas Dzulfa dengan wajah sumringah
"iyalah, kan gue deket sama lu udah 3 tahun di SMP, dari awal sampe akhir, eskul kita pun sama, kemana mana kita bareng terus, bahkan lu pernah jadi alasan gua untuk main keluar, hahaha" jawab Yuan
"yeh lu mah gaenak di akhir, gue udah terharu pengen nangis" kesal Dzulfa
"iya iya canda" goda Yuan
"aku nyamuk nih ay jadinya? Sedih gitu kan ya ga di anggap" ucap Teuku bercanda
"haha iya iya, yuk pulang" ajak Yuan
"yuk!" balas keduanya serempak
"eh yu, gue gabisa lama lama ya, ada acara ulang tahun anaknya tetangga, gue disuruh nyanyi disana!" ucap dzulfa sambil berlari menjauh
Tinggalah Yuan dan Teuku yang akan pulang bersama
------
Gimana readers? Like dan komentarnya!
__ADS_1