Dilemaku

Dilemaku
Chapter 24


__ADS_3

Chapter 24


*------ ---- -----*


Sisi lain Teuku*


"Bagaimana aku bisa menjelaskan semuanya kepada Yuan? Ini semua salah paham, aku harus menjelaskan nya mulai darimana?"


Flashback on*


"Nak, kamu kan bukan bagian dari keluarga kami, bagaimana jika nak Fauzan dinikahkan dengan putri tunggal kami? Apa nak Fauzan bersedia?" Ucap lelaki paruh baya itu


"Iya nak, lagipula nak Fauzan telah kami anggap seperti anak kami sendiri, jadi nak Fauzan mau kan menjadi menantu ibu?" Timpal ibu


"Fauzan bersedia buk pak" ucap Pasha


"Syukurlah kalau begitu, lagipula kan nak Fauzan telah berpacaran lama dengan Alin putri kami, gabaik pacaran lama lama" ucap ibu Alin


"Yasudah kita mempercepat pernikahannya saja, bapa putuskan Minggu depan kalian resmi menjadi pasangan suami istri, nak Fauzan tidak keberatan kan?" Tanya Bapak Alin


"Yasudah pak, gimana baik nya saja, Fauzan ikut bapa" balas Fauzan dengan senyum, ada perasaan mengganjal ketika membahas pernikahannya dengan Alin


Hari menjelang pernikahan pun terlewati hingga pada saatnya hari yang di tunggu tunggu tiba.


Hari pernikahan*


"kamu harus jadi pangerannya dan aku putrinya oke? Kita harus jadi yang paling tampan dan paling cantik" ucap Alin dengan mengulas senyum


"baiklah, tapi sampai kapan kamu diam di kamarku? Apa kamu ingin melihatku berganti pakaian? Ohh kamu tunggu sampai kita sah ya?" goda Pasha kepada Alin sambil mencubit gemas pipi tirus Alin


"oke oke aku keluar, tapi jangan lama lama yaaa?" tanya Alin


"iya"


Sesudah Alin keluar kamar Pasha, Pasha pun mulai mencari baju yang telah ia beli beberapa hari yang lalu bersama Alin, dan saat sedang mencari bajunya, ada sebuah kotak kecil jatuh dari dalam lemari.

__ADS_1


"prakkk"


Pasha pun mengambil kotak itu, karena ia penasaran, ia pun membuka kotak itu.


Kotak yang berisi kenangan indah sewaktu masih kecil hingga saat lalu bersama Yuan.


Pasha pun merasakan sakit kepala yang hebat, ia pun terjatuh pingsan, tidak ada yang menolongnya karena Pasha mengunci pintu kamarnya.


Di sisi lain Alin*


"pak, buk, Fauzan dimana? Kok belum kesini? Harus berapa lama lagi Alin nunggu?" resah Alin


"sabar nak, mungkin ada perihal penting" ucap bapak menenangkan Alin putri tunggalnya


"iya nak, kamu sabar dulu ya? Kita tunggu sebentar lagi, mungkin nanti akan turun, jika dalam waktu 15 menit lagi Fauzan ngga turun, ibu ke atas dan memeriksanya" balas Ibu


"yasudahlah" pasrah Alin


Disisi lain Pasha*


"aku harus kabur dari sini, aku gabisa nikah sama Alin, aku cinta Yuan, aku gabisa hidup tanpa dia" batin Pasha


Pasha pun menulis surat untuk, bapak, ibu, dan Alin yang telah merawatnya 2 tahun. Ia pun meminta maaf tidak bisa melanjutkan pernikahannya.


Pasha pun lari keluar pintu kamar dan mencari pintu belakang untuk bisa melarikan diri.


Toktoktok"


"nak Fauzan, ibu masuk ya?" ucap ibu dari luar pintu


Ibu pun mengambil kunci cadangan untuk membukanya. Saat ibu masuk, ibu pun terkaget karena tidak menemukan Pasha di dalam kamarnya, dan lebih terkaget lagi saat ia selesai membaca surat yang ditulis oleh Pasha.


'Buk, Pak, maafkan Fauzan, Fauzan kabur karena Fauzan sudah mengingat semuanya Buk, Pak. Fauzan harus kembali ke rumah Fauzan, dan membenarkan semuanya, Fauzan juga minta maaf kepada Alin, karena Fauzan dulu sudah mempunyai tunangan, tunangan Fauzan pasti mencari Fauzan, Fauzan sangat mencintainya sebelum Fauzan mengenal Alin, Maafkan Fauzan buk, pak dan untuk Alin, Alin baca surat ini, Alin pasti bisa lupain Fauzan, karena Fauzan sebenarnya sudah milik yang lain yang tak bisa Fauzan tinggalkan. Maaf Alin, sepertinya kita memang sudah ditakdirkan untuk tidak bersama, hubungan kita berakhir sampai sini saja ya? Fauzan sudah mencintai yang lain jauh sebelum Alin


-Fauzan. '

__ADS_1


"Alin, bapak! Lihat ini!" teriak Ibu dari dalam kamar


"ada apa buk? Loh Fauzan mana?" tanya Alin


"ini..." pasrah ibu


"ini ga mungkin buk, ini pasti salah, Alin sayang sama Fauzan, Alin cinta!!!" tangis Alin


Bapak pun meminta para tamu untuk pulang karena acaranya tidak jadi dan meminta maaf yang sebesar besarnya


"Fauzan, kamu kemana?" lirih Alin


....


Saat Pasha sampai di depan rumahnya...


"ayah, bunda! Pasha pulang!" teriak Pasha di depan pintu


Bundanya pun terkaget dan langsung memeluk, menciumi putra tunggalnya itu, sedangkan ayahnya hanya memeluk putra nya saja, semuanya menangis, melepas rindu, dan menanyakan ini itu.


"kita kabari keluarga Yuan" pinta ayah Pasha


"iya ayah, aku rindu Yuan" jelas Pasha dengan suara parau


"yasudah kamu istirahat saja, kamupun tidak sekolah kan disana? Jadi kamu seangkatan dengan Yuan, bunda mau, kamu sekelas dengan Yuan agar kalian menjalin hubungan kasih kembali" pinta Bunda, hatinya senang, putra nya kembali, putra kesayangannya, buah hatinya, meski...


Orang tua Pasha dan Orang tua Yuan pun sepakat untuk memperjuangkan hubungan Pasha dan Yuan


Hingga kejadian tak terduga pun terjadi.


Flashback off*


"Yuan maafkan aku...." lirih Pasha sambil memeluk kotak indahnya itu


-----------

__ADS_1


Like dan komentarnya


__ADS_2