Dilemaku

Dilemaku
Chapter 2


__ADS_3

Chapter 2


*------- ---- -----*


Dia adalah Zia, si lelaki pemaksa namun tulus yg mencintai Yuan semenjak masa MPLS, anggota Osis, lebih tepatnya dia Bendahara Osis, tinggi, hitam manis, alis tebal, berdada bidang. Namun entah angin apa Yuan masih saja menolak laki laki yg nyaris sempurna itu.


"kang, permisi -yuan


"tapi kamu belum jawab akang -Zia


"maaf kang -yuan


Di rumah Yuan*


"Mamah ohh mamah, eh kok gaada, eh kok ilang eh kok mppphhh -yuan


"gausah teriak -Agus, ayah Yuan


"eh ayah, mamah mana yah? -yuan


"lagi keluar dulu -ayah


"ohh yaudah aku mau ke kamar -yuan


"hm -ayah


Ya, ayah Yuan terkenal dengan wajah judes sikap dingin bak kulkas, dengan mamah yuan yg terkenal cerewet, Yuan mempunyai seorang Adik perempuan dan Kakak laki laki yg sekarang sudah kerja namun tak kunjung menikah, keluarga Yuan adalah keluarga yg berkecukupan, kehidupannya menjadi lebih mewah semenjak kakak Yuan membangun sebuah perusahaan.


.......


"kenapa sih kakak kelas itu selalu mengganggu ku? Kenapa dia selalu mengejarku? Tak puaskah dia dengan diriku yg slalu mengabaikannya? Kenapa harus aku yang dia kejar? Apa wanita diluar sana tak sedikitpun ia toleh? Aku cape kalo harus berhadapan sama dia, lelaki pemaksa!" gerutu yuan dalam hati. Perasaannya berkecamuk, sebenarnya ia ingin sekali membuka hatinya untuk Zia, kakak kelas yg mengejar cintanya, namun ia kembali menutupnya karena tak ingin sakit hati lagi, mengingat kejadian sebelum ia masuk SMA Bangsa.


Karena dalam keadaan berkecamuk seperti itu, maka Yuan memutuskan untuk tidur karena dia sudah mandi terlebih dahulu, hingga tak sadar sekarang waktunya makan malam.


"Teteh bangunn! -teriak mamah menggedor pintu kamar yuan


"hmm iya mahhh!"

__ADS_1


"Bangun yuu, makan malam dulu!"


"iyaaa!"


Dengan lesu nya ia pergi ke meja makan, menyantap makanannya karena cacing di perutnya sudah meronta ronta. Tak sadar, ia menjatuhkan air matanya yg keburu dilihat oleh kakaknya.


"kamu nangis de?"


"oh ngga ini cuman kelilipan"


"aku tau de kamu nangisin dia kan?


"ih apaan sih"


"yaudah, habisin makanannya nanti kita keluar bareng"


"oke, aku ganti baju dulu ya"


"eh makanannya gimana?"


"udah habis itu bangggg"


...


Kakak Yuan bernama Rasya ialah seorang yg kaku, cuek, jutek, judes, banyak yg mengejar kakak Yuan secara terang terangan, dan banyak juga yg menjadi pengangum rahasia, dengan mengirimkan bunga, coklat, parfum, hingga baju. Namun sikap itu tak berlaku jika di rumahnya, ia berlaku sangat sangat ramah kepada ibunya, adik keduanya, adik bungsunya, ia terlihat gagah jika di depan ayahnya.


"de ish buruan"


"hooh"


"mah, yah, kita berangkat ya"


"iya, hati hati"


Di taman*


"bang boleh ke tempat duduk itu ga? Sekalian aku mau cerita?" -yuan

__ADS_1


"oke" -Rasya


Setelah duduk di bangku yg di tunjuk oleh Yuan


"bang, aku mulai aja ya ceritanya, menurut abang, aku buka hati buat Zia bisa ga ya bang? Tapi aku takut untuk memulai, aku takut kembali depresi, aku takut bang, aku takuttt" -yuan menunduk sambil menangis


"gaada salahnya kok kamu membuka hati buat Zia, dia lelaki yg baik, sekretaris abang, kakak nya dia, tapi lihat abang" -Rasya sambil menarik pipi chubby Yuan


"abang ga maksa kamu buat buka hati buat Zia, tapi mau sampai kapan kalo kamu menutup hati gini? Kamu mau sampai kapan menangis seperti ini? Dia pergi dari kamu, karna sudah takdirnya seperti itu, kamu gausah dong nangisin dia terus, dia juga mau kamu bahagia sama yg lain meski bukan sama dia, bukan cuma dia yg sedih liat kamu terpuruk kyk gini, mamah, ayah, abang, Zia juga, sedih liat kamu kyk gini" -Rasya sambil mengusap air mata yuan yg jatuh di pipi menggunakan ibu jari.


"Tapi bang aku takut, aku takut Zia juga bakal ninggalin aku kyk dia" -yuan


"yasudah gimana baiknya kamu aja, abang cuma mau ngasih saran, kalau galau jangan lama lama, ntar kyk abang, galaku laku"


"ih itumah beda lagi, itumah abang nya aja yg cuek bebek ke cewe lain!"


"hehe"


"parfum yg cewe abang kirim, aku pake loh bang, wangi banget, aku suka"


"pake aja, abang gamau"


"abangg, aku mau nanya"


"apa?"


"abang kapan punya pacar?"


"udah ada sih pacar"


"hah kok aku gatau?"


"diem diemmm bae ah abang mah"


"ish abang! Awas aja ya aku kejer nih"


Percakapan pun berakhir saling kejar mengejar sampai rumah..

__ADS_1


-----------------------*


Jangan lupa like dan komen!


__ADS_2