Dilemaku

Dilemaku
Chapter 26


__ADS_3

Chapter 26


*------- ---- -----*


Setelah Pasha sampai di rumah Yuan


"Yuan, ini aku Pasha" ucap Pasha di luar pintu


"ngapain lo disini? Mau nyakitin adek gue lagi? Belum puas lo nyakitin dia?" ucap Rasya setelah membuka pintu


"bang maaf Yuan nya ada?" tanya Pasha dengan nada cemas


"aku disini, bang aku mau ngobrol berdua sama Pasha" ucap Yuan menghampiri Rasya dan Pasha


"awas lo kalo ngapa ngapain adek gue!" ancam Rasya menunjuk wajah Pasha


Pasha pun hanya menunduk, pasrah, kepercayaan selama bertahun tahun yang ia bangun kepada keluarga Yuan itu hampir habis.


"jelasin sama aku, apa yang di ucap wanita itu benar?" tanya Yuan dengan nada khawatir, ia takut jika seseorang yang ia sayang di ambil orang lain lagi.


"jadi wanita itu bernama Alin, keluarganya yang merawatku selama 2 tahun" ucap Pasha, ia pun menghela nafas panjang dan menceritakan apa yang dialaminya itu


"terus sekarang kamu jawab aku, kamu pilih Alin atau aku?" selidik Yuan


"aku jelas pilih kamu" jelas Pasha


"terus Alin gimana? Kalau aku jadi dia pun pasti aku sakit hati banget" lirih Yuan

__ADS_1


"aku bakal ngomong sama orang tua Alin" jawab Pasha


"tapi kapan? Aku ga tenang ya kalau kamu masih ada hubungan sama Alin" tangis Yuan pecah, ia tak ingin lelaki yang ada di hadapannya.


"secepatnya, kamu yang tenang ya, aku ada disini buat kamu" tenang Pasha


"makasih sayang" lirih Yuan, air mata yang ia tampung sedari tadi pun lolos keluar, setidaknya hatinya kini sedikit tenang setelah Pasha mengucapkan itu


"iya" jawab Pasha dan menarik Yuan kedalam pelukannya, memberi ketenangan, mengecup puncak kepalanya, hatinya tenang saat Yuan masih memepercayainya


Yuan tidak menolak, hatinya tenang, ia pun membalas pelukan Pasha.


"kamu pulang gih, udah malem, gaenak sama om, sama tante" ucap Yuan setelah melepas pelukan Pasha


"yaudah, kamu tidur ya? Semangat buat besok, dan titip salam sama keluarga kamu ya?" ucap Pasha


"iyaa" balas Pasha mengacak pelan puncak rambut Yuan


"acak acakan kan ihh" kesal Yuan


"udah ah mau masuk, bye!" sambung Yuan menghentak hentakan kakinya menuju pintu rumah


"selamat malam my Queen" kekeh Pasha diakhiri seulas senyum


"malam my baboon" ledek Yuan menjulurkan lidahnya


Kemudian Pasha pun pergi menaiki motornya. Rasya yang menyadari Yuan akan masuk kedalam rumah pun buru buru ia menaiki tangga agar tidak ketahuan dari tempat persembunyiannya, yup karena Rasya penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Pasha, ia pun mengupin di jendela tak jauh dari tempat Pasha dan Yuan berbicara. Rasya akhirnya mengerti keadaan masalah yang menimpa adiknya itu, ia pun akhirnya dapat tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"emang gue gatau bang, lo nyumput kan di jendela, nguping pembicaraan gue sama Pasha?! Kepo amat si ah lo mah jadi abang gaada akhlaq!" teriak Yuan dari depan pintu kamar abangnya itu


"gaboleh ngatain abang sendiri dek lu mah, pengen gua doain biwir lu monyong 5 meter?" ledek Rasya dari dalam kamarnya


"gue doain juga lo cepet putus dari Teh Sarah bang!" balas Yuan tak mau kalah


"eh jangan dong ah" Rasya pun menyerah dan membuka pintu kamarnya untuk melihat adik nya itu


"oke, tapi coklat yang banyak ya? Gue pengen besok harus dah ada di tas sekolah gue ya bang?" tanya Yuan menaik turunkan alis nya


"heh gaboleh nyogok orang" keluh Rasya


"oke... Ya Allah Ya Tuhanku, semoga bang Rasya sama -----" ucapan Yuan terpotong saat Rasya menutup bibirnya


"iya iyaaaa... Ok.. Ok gua beliin!" pasrah Rasya


"nah,, makasih abang koeh yang koe cintai dan koe sayangi" ucap Yuan sambil mengedip ngedipkan matanya


"heleh, matre" gumam Rasya


"bodoamat ye terserah gue, mau gue matre kek, apa kek, bukan urusan abangku yang satu ini" Yuan pun pergi menuju kamarnya yang di sebelah kamar abangnya.


"Pasha... I Love You!" teriak Yuan di balkon kamarnya, tak lama ia pun masuk dan tidur di ranjangnya, menanti hari kebahagiaannya pada esok hari...


--------


Like dan komen!

__ADS_1


__ADS_2