
Chapter 5
*------- ---- -----*
Yuan pov
Sebenarnya hidupku sudah cukup indah, jika masalah asmara ku yg tahun lalu, kucukupkan ku simpan sebagai hadiah tuhan untukku, hadiah indah, hadiah yang mungkin akan membekas dihatiku, sahabatku + cintaku dari Kecil, kita saling memahami, saling mengerti, saling membantu, hingga badai itu datang, merenggut sahabatku, lenyap, hilang, tanpa jejak. Sampai saat ini aku tak suka ada orang yang memaksa ingin menggantikannya, menggantikan posisi nya, menggantikan segalanya. Cukup indah, cukup nyaman bila memutar kembali di ingatan itu, tempat itu, rindu segalanya, hidupnya, candaannya, perhatiannya, senyumnya, kukira takkan serumit ini, tapi aku sadar, takdir berkata lain, mungkin kini aku hanya bisa mengirimkan doa untuknya, sejak kecelakaan itu, aku tak tahu kini dia dimana, dengan siapa? Sudah makan atau belum? Sudah bahagia atau belum? Doaku ingin dia mengingatku, itu saja. Karna seingatku, dia periang, lucu, menggemaskan..
Dia adalah Pasha, temanku, yg nyaris menjadi teman hidupku, sedari kecil, aku nyaman didekatnya, kami seumuran, sepandangan, sehati,tapi...
Flashback on
__ADS_1
"Perjodohannya sebentar lagi, tunangan ku yg tak pernah aku kira, kini sebentar lagi aku dijodohkan dengan Pasha, lelaki baik, anak Sahabat mamah dan ayah, aku senang! Sangat senang! Kita akan berjodoh! Tak disangka ya! Pasha! Semoga hubungan kita membaik!" -ucap Yuan senang mendengar kabar baik dari orang tuanya bahwa ia telah dijodohkan dengan Pasha, lelaki yg menemani ia sejak kecil sampai lulus SMP satu sekolah, bahkan satu kelas. Ia akan bertunangan besok dengan Pasha!
Esoknya*
"APA?!" -teriak Ortu Yuan
"ada apa mah? Pasha mana? Kok gaada? Ibu.. Pasha dimana bu? Bapa? Ayah? Mamah?...."
Tak ada jawaban, akhirnya Yuan keluar, ia mendapati mobil kedua orang tua Pasha, namun Pasha tidak ada, ia mencari kemana mana, berteriak kemana mana. Hingga jawaban dari orang tua Pasha membuatnya sedikit lemas...
Yuan berteriak sekencangnya, ia ingin bangun dari mimpi buruknya, ia tak ingin mendengar, melihat semuanya, lelaki yg ia cintai dan ia sayangi, yg nyaris mrnjadi tunangannya, kini menghilang dan sampai saat ini tidak pernah di temukan lagi..
__ADS_1
Flashback off
Entahlah, aku seperti menunggu yang tak pasti, menyakitkan? Memang, tapi aku takbisa apa apa, semuanya masih mencari, aku menunggu, dan terus menunggu hingga akhirnya tiba.
Jika mengingat kejadian itu hatiku selalu menangis, menjerit, meminta Pasha kembali, aku menunggunya, menunggu kabarnya, entahlah aku seperti menunggu yang tak pasti, kejadian ini tak pernah ku ceritakan pada temanku, itu alasannya mengapa aku selalu membenci Zia, ya! AKU MEMBENCINYA!
Author pov
Di rumah Zia*
"apa aku mundur saja? Aku gak tahan kalau harus dicuekin sama Yuan, aku juga manusia, aku juga punya perasaan, mungkin ini sedikit alay, tapi ini benar, semuanya benar, perasaanku, hatiku, hidupku, aku bisa gila jika memikirkan gadis gila yg membenciku, aku bodoh? Memang, aku bodoh dalam urusan percintaan, harusnya aku sadar, dia tak menyukaiku, bahkan membenciku, baiklah, aku menyerah" batin Zia di dalam hati, kemudian Zia melirik sekelilingnya baru tersadar jika sekarang ia berada di dapur, bahkan ia tak sadar jika ia berada di dapur, ia lupa berada didapur untuk apa, dan dia kenapa ada di dapur, ya, benar, dia gila karena 1 wanita saja. Kemudian dia berlari menuju kamarnya menaiki sebuah tangga yg elegan dan mewah, yup, Zia orang berada, yg sering ditinggalkan orang tuanya berbisnis keluar negri, dia anak tunggal, dia tak punya kakak, adik, hanya ada pembantu, supir, satpam, dan tukang kebun, yg jika malam hanya ada pak Asep menjaga gerbang rumah Zia.
__ADS_1
-----
Jangan lupa like dan komen nyaa!