Dilemaku

Dilemaku
Chapter 28


__ADS_3

Chapter 28


*------- ---- -----*


Selesai pelantikan murid pun berhamburan masuk kedalam kelas, termasuk Yuan, Dwi, dan Ummu.


Didalam kelas*


"kok gue daritadi galiat Pasha ya? Lu tau ga Yu?" tanya Sindi


"iya loh, gue juga galiat dia daritadi" jelas Yuan


"dia juga ga ngasih kabar ke gue" sambungnya


"loh? Ini gue mau tanya sama lo. Lo itu pacarnya atau simpanannya?" ledek Dwi


"mungkin gue simpenannya" ucap Yuan tersenyum getir


"sabar yu, mungkin emang lagi sibuk atau apa. Eh tapi bukannya dia sekarang ulang tahun ya?" tanya Ummu


"eh iya bener" ucap Yuan menepuk dahinya berkali kali


"ehh, kelewat **** mah gini" ledek Dwi


"Dwi, heran gue sama lo, itu mulut apa kendaraan? Ngegas mulu perasaan?" ketus Sindi


"iya, lu punya mulut tuh dijaga samyang" ucap Ummu dengan sabar


"iye maap" pasrah Dwi


"gpp ko" jawabnya


Sekolah di bubarkan setengah hari di karenakan sekolah sedang menerima tamu.

__ADS_1


Kumpulan pun tidak jadi di karenakan ketua Osis yang lama tidak bisa hadir, untuk itu susunan kepanitiaan di beri tahukan lewat WhatsApp.


"huh, untung lebih cepet pulangnya. Aku harus cepet cepet ke rumah Pasha, dan aku harus beli kue bolu ulang tahunnya" gumam Yuan dalam hati


"kok perasaan aku gaenak ya? Ada apa sih ini?" Batin Yuan


Setelah selesai memilih kue dan membelinya, kini Yuan sedang menaiki ojek untuk menuju rumah Pasha.


Sesampainya di teras rumah Pasha*


"kok pintunya kebuka? Tumben, ada apa ya ini?" batin Yuan dalam hati


Saat didepan pintu dan melihatnya..


"Dzul.. Pasha.. Kalian.."


"eh Yuan, aku bisa jelasin ini semua"


"Yuan? Lu pacarnya Pasha?"


"Dzulfa? Temen gue sendiri.. Pasha? Pacar gue sendiri.."


"itukah alasan mu tidak masuk sekolah hari ini? Hanya karena ingin bermesraan dengan temanku sendiri?"


"dulu Annisa, perempuan asing yang hampir merusak kepercayaanku pada Pasha.."


"sekarang? Dzulfa? Temen gue sendiri yang ngerusak kepercayaan itu.. Kepercayaan yang gue kasih buat dia.. Juga buat Pasha.."


"hati gue sakit Sha! Hati gue sakitttttt! Lo itu pacar siapa sebenernya?! Baru kemarin lo bangun kepercayaan sama gue! Sekarang lo ancurin semuanya! Mau lo apa Sha! Mau lo apaa?!"


Isakan demi isakan, suara demi suara ia keluarkan, hatinya sakit melihat orang yang dia sayang, dan orang yang dia percaya sedang terlihat mesra. Dzulfa duduk di pangkuan Pasha, dan Pasha seolah tak menolak malah menatap seperti ingin menyatakan cinta kepadanya..


"dan kue ini..?" Yuan mengambil kuenya dan melemparkannya ke danau

__ADS_1


"gue cape, kenapa harus gue yang di sakitin terus? Gaada otak kalian semua!" teriak Yuan


Disisi lain Pasha*


"pengen aku jelasin sekarang sama kamu yu kalau tadi tuh.."


Flashback on*


"hai Sha Sha gua dateng nih, sepupu perempuan lo satu satunya yang paling cantiq uwu uwuan" teriak Dzulfa di pintu


"berisik gentong" ledek Pasha


"ah lo kesini mah rugi bandar gue, lo kesini ga bawa apa apa, ntar lo niat abisin duit gue juga kan?" selidik Pasha


"ya ampun, suudzon mulu lo ah sama gua, nih gua bawa bom!" ucap Dzulfa sambil mengeluarkan sebuah kotak kue bolu berbentuk seperti bom


"tenang ae, bisa dimakan inimah elah, gaakan meledak, enak ko" jelas Dzulfa saat ia tahu Pasha melotot tak percaya


"Dih geer amat lo! Orang gue lagi mikir, tumben nih gentong inget ultah gue! Tapi tetep aja kue nya ga waras kayak yang bawanya!" ledek Pasha


"sianjer! Ambilin minum gua dong, haus nih gua" punta Dzulfa


"ambil ajadah sendiri, males banget gue ngambilin buat manusia jadi jadian kayak lo!" kesal Pasha


"yaudah minggir lo *****" ucap Dzulfa sambil berdiri, namun kaki Dzulfa licin dan ia terjatuh dan langsung terduduk di pangkuan Pasha


Pasha yang baper melihat adegan drama korea pun langsung melihat ke arah Dzulfa.


Sementara di ambang pintu, ada Yuan yang melihat adegan itu pun langsung berlari


Flashback off*


-------

__ADS_1


Like komen!


__ADS_2