
Chapter 3
*------- ---- -----*
-Jika mencintai mu hanya mimpi, maka biarkan aku tertidur untuk selamanya-
-Maaf jika kehadiran ku membuat mu merasa tak nyaman-
Zia pov
"kenapa sih selalu berakhir penolakan? Aku kurang apa coba? Aku tinggi iya, hitam manis iya, mancung iya, tampan iya, cerdas iya, jago beladiri iya, banyak yg suka sama aku, tapi kok dia malah nolak aku terus sih?!"
"sebenarnya dia kenapa sih? Dia kok susah banget ya buka hati buat aku? Aku punya salah sama dia? Apa ada masa lalunya yg bikin dia susah buka hati buat aku? Apa kurangnya aku? Dia ga suka aku deket deket sama cewe kah? Dia ga suka aku yg kyk gimana? Sini bilang, biar aku berubah"
"tapi aku harus dapetin hati dia, dia cinta pandangan pertama ku, aku sudah mengetahui dia seutuhnya, tapi ada satu hal yg belum aku ketahui, 'mantan pacarnya' tapi teman temannya tidak mengetahui nya? Dia setertutup itukah terhadap teman temannya?
"aku mencintai dia, sangat! Sangat!"
Ucap Zia bermonolog
Sampai tak sadar ia tertidur mengigau memanggil nama Yuan Rianti
Author pov
Grup chat WhatsApp *The Gurls* (Dwi, Sindi, Ummu, Yuan)
Dwiunceh
Gais jangan lupa kumpulan heyho!
Ummuulala
Dih emang kumpulan?
Sindiinces
Kutak ikut campur gais, sekarang libur. Aku mau bocan lagi baibai
Yuaniar*
Oke wi!
Dan percakapan pun berakhir
-
__ADS_1
Di ruang osis*
"oke kita bergerak sudah sejauh mana?" ucap Rahmat selaku ketos SMA Bangsa
"izin menjawab kang, kita bergerak sudah sejauh 30%"
"oke, apa saja yg sudah di persiapkan? Dan berapa biaya yg sudah di keluarkan?" ucap Rahmat kepada Zia
Sedaru tadi Zia melamun menatap Yuan dengan penuh cinta, kebingungan, serta kesabaran. Namun tanpa disadari Zia, Rahmat sudah siap melontarkan ceramah ceramah khas nya karna Zia tak kunjung menjawab pertanyaan Rahmat
"khem" deheman Rahmat di telinga Zia membuyarkan lamunannya
"eh iya kenapa?" tanya polos Zia kepada Rahmat
"Zi, kamu tuh kalo lagi rapat bisa ga konsentrasi dulu?! Jangan melamun memikirkan Yuan terus! Bisa?!" ucap Rahmat meninggi
"iya Mat, maaf!" ucap Zia sambil menatap memelas kepada Rahmat
"ayo! Saya menunggu jawaban atas pertanyaan saya tadi!" tegas Rahmat
Dan bla bla bla
Yuan yg menyadari dia daritadi di perbincangkan menatap tajam kepada Zia, mungkin menatap benci.
Di rumah yuan*
Lagi lagi dia membuat masalah! Huh ga ngerti apa kalau aku benci sama dia?! Gerutu yuan dalam hati
*The Gurls*
Yuaniar*
Gais shopping yuk!
Sindiinces
Okei! Gue otw rumah lu ya yuan?
Ummuulala
Sekarang?
Dwiunceh
Yaiyalah sekarang! Oke yuan tunggu akuu!!
__ADS_1
Yuaniar*
Dipercepat! Aku gasuka orang ngaret!
Sindiinces
Yaudah iya sayangQ! Ini aku lagi cepet cepet, lagi pake baju yang paling cantiq biar jadi inces!
Ummuulala
Terserahlah
Dwiunceh
Yuan, bukain pintu ish gua udah di depan pintu rumah lu
Yuaniar*
Tidak menerima tamu
Ummuulala
Wanjer @Dwi lu di usir sama si Yuan Awokawok
Dwiunch
Ah yuannn!!! Lagian di rumah lu sepi kyk gaada orang, ortu lu kemana sih?
Yuaniar*
Pada pergi gatau kyk nya jalan jalan, biasa gua ma sendiri di rumah, kalem Dwi gua lagi di tangga
Dwiunceh
Ih pegel deh ah
....
Percakapan pun berakhir setelah Yuan membuka pintu untuk Dwi dan mempersilahkan untuk duduk sambil menunggu Sindi dan Ummu di rumah Yuan
-------------------------------------------
Like nya dan komentar nya ditunggu!
__ADS_1