
Chapter 22
*------ ---- -----*
Bel masuk pun berbunyi*
Guru olahraga pun masuk memberikan materi untuk praktek minggu depan yaitu renang, hal yang mungkin tidak disukai oleh sebagian besar wanita, bagaimana tidak? Saat salin baju? Membersihkan badan? Dan ngantri? Oh tentu saja big NO.
"kamu kan gabisa renang? Hahahahahah!" tawa Pasha
"ngatain dasar beruang kutub!" kesal Yuan
"beruang kutub?" tanya Pasha
"mm, oh itu julukan buat kamu yang suka cuek bebek ituloh" jelas Yuan
"aku kan cueknya ke orang lain?" heran Pasha
"ga mesti cuek, ga peka juga termasuk! Wle!" ledek Yuan sambil menjulurkan lidahnya
"Yuan apa perlu kamu yang jelasin ke depan dan bapa duduk ditempatmu?" tegur guru olahraga itu
"maaf pak"
"dengarkan bapa dan jangan mengobrol lagi"
Kemudian bapa itupun melanjutkan pemateriannya di kelas hingga bel pulang tiba
"yasudah bapak cukupkan sampai sini, assalamualaikum" ucap guru pamit mengundurkan diri
"walaikumsalam" jawab anak kelas serempak
Setelah guru itu keluar kelas
"Sin sini deh" pinta Yuan
"lu gamau jombs lagi kan? Mau gue jodohin aja ga sama kak Zia?" sambung Yuan
"mau yaa? Plisss?" pinta Yuan
"mph, gapapa deh kan satu eskul sama gue, siapa tau dia mau kan sama gue?" jawab Sindi menerima ajakan Yuan
__ADS_1
"oke, ntar gue kabarin ke kak Zia" balas Yuan senyum sumringah bahagia senang
"Ummu, gue denger denger lu nyalonin jadi ketua MPK? Beneran?" tanya Yuan
"hooh, makanya ikut kumpulan, jadi lu bisa nyoblos gue" jawab Ummu cemberut
"ya maap Zheyeng hoho" goda Yuan
"eh Dwi lu lanjut mau jadi apa?" tanya Yuan beralih ke Dwi
"gue mah jadi Kepala Bidang aja, simple no ribet" jelas Dwi
"kalo lu jadi apa Yu kalo lanjut?" tanya Ummu
"masih bingung nih gimana dong?" jawab Yuan
"jadi Kepala Bidang aja sama kayak gue?" saran Dwi
"jadi Sekre aja atuh, kalo engganya Bendahara?" saran Ummu
"gatau deh, gue pengennya jadi waketos aja, kan sistem tunjuk tuh kalo wakil ketos?" cengir Yuan
"yaudah deh semoga berhasil!" semangat Dwi
"Ummu ku sayang, aku bingung mau jawab yang mana dulu nih" kesal Yuan
"gue yakin lo inget semua pertanyaan gue" mantap Ummu
"Pasha ke toilet dulu bentar, gue gatau ada hubungan apa diantara mereka berdua, yang jelas gue juga ngerasa gitu" jelas Yuan
"eh kelompok Bahasa Indonesia gimana nih?" kini Sindi yang mulai bertanya
"Pasha gabung kita yak?" pinta Yuan
"bebas serah lo!" jawab ketiganya serempak
"tapi 2 lagi siapa coba?" tanya Dwi
"Teuku sama Annisa aja lah" jawab Ummu enteng
"biwirnya minta di cabein" kesal Yuan
__ADS_1
"ya emang mau sama siapa lagi coba? Kalo lu gamau ngajakin, sama gue aja" jelas Sindi
"gapapa kali Yu, santai aja, berteman sama mantan tuh" ledek Dwi
"serah lo" kesal Yuan, kesel aja gitu apa apa bahas mantan, ya ga benci sama mantan tapi sifat dia tuh emang bikin orang benci, Yuan masih sayang sama Teuku, tapi Teuku dah nempel sama yang lain, jiji banget ga tu? Males aja mikirin orang yang caper kayak Teuku, gaguna dia juga bukan pahlawan yang emang harus di kenang kan?
"yaudah di grup kita pikirin tema nya apa" lerai Ummu
"beib ku ayo pulang" ajak Pasha
"najwis alay bat dah ewh" jijik Ummu
"pengen muntah pengen muntah, hoekkk" ucap Dwi meniru orang yang ingin muntah
"dede masih kecil astaghfirullah, kuping dede ternodai" alay Sindi
"berisik deh, eh Ummu sama Dwi bukannya punya pacar ya? Kenapa harus gitu?" tanya Yuan keheranan
"udah putus!" jawab serempak keduanya
"kok?" kaget Yuan
"kita putusin, gaguna soalnya pelit!" jawabnya serempak lagi
"masa minta traktir martabak aja ga di kasih, banyak alesannya" kesal Dwi
"gue juga cuman minta bakso malang, eh malah marah marah ga jelas" ketus Ummu
"gue gaada pengalaman euy, gimana dong?" tanya Sindi
"lagian gaada yang nanya ke elu gitu Sin" ketus Dwi
"yoi ah aneh" kesal Ummu
"udah ah gue pusing, cabut duluan ya gue, bye!" ucap Yuan melarikan diri
"jangan lupa Lusa hari senin kita pelantikan!" teriak Ummu
"iyaaa!" jawab Yuan
---------
__ADS_1
Like komennya!