
Chapter 19
*------- ---- -----*
Saat pagi cahaya mentari masuk kedalam celah jendela dari luar balkon
Yuan pun telah bangun, mandi, dan berbaju. Yuan menuju ke bawah untuk sarapan pagi dan menunggu Pasha agar berangkat bareng dan pulang bareng.
"nah itu pasti Pasha" seru Yuan saat mendengar suara deruan motor matic berhenti di depan teras rumah
"Pashaa! Aku kangen!" ucap Yuan seraya menyambut Pasha dengan bergelayut manja di tangan kekarnya
"akupun Yuan" balas Pasha dengan cengiran khas nya yang menunjukan gigi kelincinya
"udah siap? Ayo berangkat?" ajak Pasha kepada Yuan
"maah! Ayah! Banggg! Viraaa! Aku betangkat duluan oke! Assalamualaikum!" teriak Yuan di teras rumah
"huss, jangan gitu ayo kita salim dulu" ajak Pasha
"iyaa maap hehe, kamu ga berubah ya? Tetep jadi ustad Pasha dengan omongan yang bermutu" goda Yuan
"ah kamu bisa aja" balas Pasha
"ih iri deh" kesal Rasya yang tiba tiba ada di depan pintu
"udah punya teh Sarah juga?" saut Yuan
"udah kalian berangkat nanti telat" pisah Ayah Yuan
"iya, belajar yang rajin!" balas ibu Yuan
"oke! Assalamualaikum" seru keduanya
"walaikumsalam" jawab ketiganya serempak
Di jalan menuju sekolah*
"Pashaa!" teriak Yuan
__ADS_1
"ya ampun, ada apa Yuan? Kok teriak?" balas Pasha
"ya takut ga kedengeran, hehehehe" tawa Yuan
"kamu taukan mantan ku yang satu kelas denganku? Kuharap kamu ga kemakan omongan dia ya?" sambung Yuan memastikan
"gapapa, dengan kamu udah jadi milik aku sebentar lagi aja aku seneng" mantap Pasha
"makasih sayang kuu cintakuu!" teriak Yuan
"Pasha Ramadhan sekarang milik Yuan Rianti!!!!" teriak Yuan dengan keras membuat Pasha senyum senyum sendiri
Sesampainya di gerbang sekolah*
Banyak mata yang melihat keduanya akrab, ada yang iri, ada yang julid, ada juga yang gosip
"ih kok ganteng sih?"
"kok mirip Teuku ya?"
"ih dasar jamet"
"dipelet tuh pasti sama si Yuan"
Dan banyak lagi.
SMA Bangsa jauh dari kata pembullyan, mereka hanya mencibir saja dengan ucapan ucapan yang menusuk jantung, menusuk ginjal, menusuk paru paru, nembus ketulang, nembus ke anus.
Sesampainya di kelas*
"aku duduk di samping kamu ya? Temen kamu suruh pindah aja?" pinta Pasha
"bentar" jawab Yuan
"Sin, lu duduk di tempat lain ya? Kesian tunangan gue kalo jauh dari gue" pinta Yuan
"HAH?! TUNANGAN?! KAPAN?! KOK GA UNDANG?!" Teriak Sindi
"SERIUS YU LO UDAH TUNANGAN?!" Ucap Dwi tak kalah kaget
__ADS_1
"yaiyalah si Yuan cantik gitu, mana ada yang mau nolak dia?" santai Ummu
"udah ih lo izinin ga?!" kesal Yuan karena dialihkan topik nya
"oke deh oke" lalu Sindi pun pindah di meja depan Dwi dan Ummu
"tuh sayang, udah" ucap Yuan sambil menyender di bahu Pasha
"makasih" dingin Pasha
"eh iya guys kenalin ini tunangan gue yang paling ganteng, mapan, dan manis namanya Pasha Ramadhan" ucap Yuan
"sayanggg, kenalin Dwi, Ummu, dan itu Sindi" ucap Yuan sambil menunjuk
"tumben peka" gumam Pasha
"yaiyalah kan aku cewe, segala kode pasti hapal" sombong Yuan
"iya aku percaya" cengin Pasha
Di depan pintu sudah berdiri sepasang pasangan, cewenya gatel, cowonya nular, yup mereka adalah orang yang dibenci oleh Yuan, sebenarnya Annisa tidak termasuk, namun entahlah, sedikit tidak suka saja
Annisa dan Teuku pun duduk di belakang Yuan, mereka bergelut dalam pikirannya masing masing
"kok mirip gua?" batin Teuku
"ih kok lebih keren dari Teuku ya? Ah bodolah yang penting aku udah dapet Teuku" batin Annisa
"Yuan, semudah itukah kamu melupakan aku?"
"aku cemburu"
"tapi kok kayak ada sesuatu ya antara gua sama dia?" gumam Teuku
---------
Wah ada apa ya?
Like dan komentarnya!
__ADS_1