Dilemaku

Dilemaku
Chapter 16


__ADS_3

Chapter 16


*------- ---- -----*


Tatap matanya yang kosong, bibir yang bergetar, kantung mata yang sembab, hidung memerah, wajah yang pucat pasi.


Ini terlalu berat untukku, biarkan aku pergi.


Yuan pun pingsan saat ingin berjalan masuk kedalam ruangan kosong, untung saat itu ada seseorang yang melewati lorong ruangan kosong tersebut, dengan sigap seseorang itu menangkap Yuan dari belakang.


"kenapa duniaku terasa sempit?" ucap Zia, yup dia adalah Zia, Zia yang menangkap Yuan dari belakang dan membawanya ke ruang UKS dan memanggil teman temannya.


"terima kasih kak Zia" ucap Sindi


"gapapa, Yuan kok bisa pingsan sin?" tanya Zia


"sepertinya ada sesuatu ka, Sindi juga kurang tau" jelas Sindi


"oh oke, aku tinggal belajar ya, Yuan dijagain" pinta Zia


"iya ka, makasih ya sekali lagi" balas Dwi


Ummu sibuk memberi minyak kayu putih kepada Yuan untuk menyadarkannya.


"apa kita kasih tau Teuku?" tanya Ummu


"nggak, kamu lihat ga? Dia sampe pingsan gini pasti gara gara Teuku!" teriak Sindi


"jangan teriak sin, ini UKS" pinta Dwi


"tapi tuh anak harus di kasih pelajaran wi, lihat apa yang dia lakuin sama temen kita?" tangis Sindi


"aku juga gatau harus gimana, tapi aku gak bakal maafin Teuku kalo sampai terjadi apa apa sama Yuan" timpal Ummu


"aku bingung" tangis Dwi


...


"tuhan aku lelah, aku ingin istirahat sebentar, tapi aroma ini? Siapa yang menyelamatkanku?"


Yuan pun sadar, tak lama ia menangis..


"Yuan kamu sadar?" tangis Ummu


"kamu kenapa? Kita temen kamu, cerita ayo?" pinta Dwi


"yu, cerita aja, kita gabisa lihat kamu pucet gini" balas Sindi


Lalu Yuan pun menceritakan yang sebenarnya kepada Sindi, Dwi dan Ummu


"what? Tapi kenapa dadakan gini sih?" kaget Dwi


"yaudah kamu sabar aja, siapa tau emang yang terbaik" balas Ummu


"tenang yu, kita masih ada buat kamu" tenang Sindi


"makasih" balas Yuan dengan tangis yang kini kian berjatuhan


"kamus apa itu? Kita gatau" kesal Dwi


"hei, kita ini teman, memang harus membantu kan?" senyum Sindi


"udah ah jadi kita yang ga enak" pinta Ummu

__ADS_1


"ehh tapi tauga yang nyelamatin kamu tadi siapa?" heboh Dwi


"oh iya siapa? Aku mau bilang makasih?" tanya Yuan


"ituloh anuu, bebep" heboh Sindi


"Teuku?" tanya Yuan dengan heran


"aish Teuku mulu, mana ada dia kayak gitu, sekarang Teuku udah bahagia sama si Annisa itu" kesal Sindi


"ohh gitu ya,,, terus siapa?" tanya Yuan


Ummu pun memegang pundak Yuan "kak Zia.." kalem Ummu


"hah apa?!" kaget Yuan


"benerannn!" kompak ketiganya


"ga percaya kan lu?" goda Dwi


"gitu gitu kak Zia masih care ama lu, daripada Teuku" kesal Sindi


"jadi lo mau balik ke kak Zia?" tanya Ummu menyelidiki dengan mata memicing


"engga." tegas Yuan


"hah kenapa?!" teriak ketiganya


"berisik" kesal Yuan sambil melotot


"ya maap" cemberut Sindi


"ga, daripada sakit lagi?" jelas Yuan


"emang dia mau sama lo?" ketus Ummu


"ya mau dong, atlet bela diri gini? Masa dia gamau?" kesal Sindi


"3 cowo yang gue jodohin sama Sindi pada ngejauh, beda sama Yuan, banyak yang ngantri, tinggal Yuan pilih" jelas Dwi


"be ce de banget ya anda" cemberut Sindi sambil menoyor Dwi


"udah ih malah ribut" tegas Yuan


Lalu mereka pun kembali ke kelas, sedangkan guru yang terjadwal pun tak hadir di karenakan sakit, semua murid di kelas 11 Ipa 1 pun berkeliaran.


Sampai di ambang pintu, ada yang meneriaki Yuan


"wey yang baru putus edan eling!" teriak Ferdi


"awas galmop sama yang satu kelas!" teriak Dhika


"njay belum satu bulan dah pegat tengah jalan!" teriak Ma'rief


Yuan pun dengan malas duduk di bangkunya sambil mendelik ke arah yang meneriakinya


"Yuan daripada Galau mending baca buku di perpus, ada yang baru tuh? Mau?" tanya Jihan


"ayo yu mau ga?" ajak Vanes


"mm engga deh cape, makasih ya? Kalian semangat belajar baca buku di perpusnya?" tolak Yuan


"oke"

__ADS_1


"mereka terlalu asik dengan buku klasik nya, padahal Jihan cantik, Vanes juga tampan, banyak yang ngedeketin mereka berdua, tapi pada di tolak dengan alasan, kamu tuh ga selevel sama Ariana Grande, kamu tuh ga selevel sama Kim Taehyung di BTS, yaiyalah gimana mau selevel mereka masih bau orok dah disamain sama yang di langit langit" jelas Marshanda yang tiba tiba datang


"gue mau nyusul mereka ke perpus, jangan galau ya?" sambung Marshanda


"oke" balas Yuan


"Yuan, makasih ya sekarang Teuku dah jadi milik Gue seutuhnya!" centil Annisa sambil mengalungkan tangannya dileher Teuku


Tatapan Yuan dan Teuku sempat bertemu, namun


"oh oke selamat yah dah jadi pemulung berkelas!" ketus Yuan dengan senyum miring


Teuku yang mendengar ucapan itupun ingin tertawa keras, namun ia hanya berdehem saja


"Yuan dasar!" kesal Annisa


"yaudah yuk yank?" sambung Annisa kepada Teuku


"yank yank yank bibir lu monyong!" kesal Teuku


"kok kamu gitusih yank?" dengan nada manja


"jijik ah gue!" kesal Teuku


"ihh kamu mah, yaudah ayok ke kantin?" ajak Annisa sambil bergelayut manja di lengan kekar Teuku


"serasa liat monyet" gumam Yuan


Jam pulang pun tiba*


"kepada seluruh anggota Mpk Osis kelas 11 diharapkan kumpul di ruang Osis"


"What the?" kesal Dwi


"santuy wi, bentar lagi kan pelantikan Osis baru" balas Ummu


"yaudah ayo!" ajak Yuan


"HAHAHAHA, KASIAN BANGET GABISA PULANG!" teriak Sindi


Dan bugh


Sindi pun menabrak dinding kelas


"KASIAN *****!" tawa Ummu


"NGAKAK TOLONG!" tawa Yuan


"HUKUM KURMA!" tawa Dwi


"siapa sih yang naro dinding di sini?!" kesal Sindi menahan malu


"ya elu, siapa suruh nabrak dia?" tawa Ummu


"ih au ah" kesal Sindi sambil menghentakkan kakinya pergi meninggalkan mereka bertiga


"yaudah yo!" seru Dwi sambil menahan tawa akibat ulah Sindi tadi


"hahahaha ayo!" seru yang lain dengan memegangi perutnya


--------


Like dan komentarnya!

__ADS_1


__ADS_2