
Chapter 15
*------ ---- -----*
Terkadang lelah menjadi seseorang yang mudah mengerti orang lain. Otak ini sudah lelah untuk selalu berfikir bagaimana caranya agar menerima semua keadaan, hati ini sudah lelah untuk menelaah semua keadaan, raga ini lelah untuk berjalan menepi berhenti sejenak lalu meneruskan kehidupan yang layak. -Yuan
Kamu tau? Bahagiaku selalu ada bersamamu, setiap ku melihat senyum itu menempel diwajah lugumu. -Teuku
Banyak orang berkata, jatuh cinta itu satu paket dengan sakit hati. Mungkin benar akupun merasakannya saat mencintaimu, aku merasakan sakit hati yang sangat hebat. -Teuku
Kamu itu ilusi yang hidup dan bayangan yang tampak nyata. Namun ternyata semua itu hanya angan ku saja. -Yuan
Antara cinta dan luka yang kudapat, ternyata sama sama memberi bekas kekecewaan. -Teuku
Kamu masih pergi, aku masih setia menunggumu. Sedangkan kalau aku mengejar mu, juga ada yang setia menungguku. -Yuan
Pada akhirnya, kamu akan sadar kalau aku pernah mencintaimu dengan sabar. -Teuku
Maaf jika caraku salah, memintamu untuk pergi dan terkadang bertahan. -Yuan
Mencari sosok sepertimu, ialah hal yang sangat mustahil, karena aku hanya mencintaimu. -Teuku
....
Biarkan menjadi kenangan
Kau tau cinta itu apa
Dan kau tau sayang itu apa
Cintamu tak seindah yang kuinginkan
__ADS_1
Kau pergi menghilang tinggalkan aku
Kau tau sakit karna luka
Dan terkenang perih dalam jiwa
Rasa sayangmu tak seindah yang ku impikan
Kau pergi dan kini tinggal kenangan
Izinkan aku tetap sayang
Tuk bertahan saat jauh darimu
Biarkan ku tetap merindu
Meskipun hanya sebuah senyuman mu
Kau terindah yang membuat ku terluka
Biarkan menjadi kenangan
Meskipun hanya sebuah senyuman mu
Tetapi hatimu hiasi hidupku
Kau terindah dan tak akan terlupa
Cinta..
Lagu itu sangat menggambarkan suasana hati Teuku, membuatnya tak ingin tertidur dan berharap ini hanya mimpi, bunga tidur.
__ADS_1
..
Keesokan harinya..
Mau Yuan ataupun Teuku ini adalah hari kehancuran bagi mereka, bagaimana tidak? Yuan maupun Teuku tidak sengaja menaruh hati pada keduanya, hingga akhirnya rasa itu tumbuh dengan sendirinya, Yuan mengingkari janjinya, Teuku pun sama.
Sebenarnya keluarga Yuan sering bepergian keluar kota, jadi Yuan tinggal sendiri dirumah megah nan indah itu.
Pergi dari rumah ke sekolah menaiki motor dan helm pink kesayangannya seperti biasa, kini ia hanya melamun, dan memikirkan bagaimana jika ia bertemu Teuku? Maksudnya Jika Teuku menanyainya apa yang harus ia jawab?
Tak ada semangat, ntahla ada yang hilang darinya, sosok Yuan yang periang kini tak nampak di depan temannya.
Hati itu kini semakin sakit ketika melihat Teuku tertawa lepas dengan Annisa di depan matanya, sakit, sungguh sangat sakit, air mata yang tergenang di kelopak matanya kini terjatuh di pipi Yuan tanpa permisi.
Semudah itukah Teuku melupakan Yuan? Ia kebingungan memikirkan jawaban yang akan ditanyakan oleh Teuku, namun sepertinya nol besar. Keadaan sekarang sebaliknya dari yang ia pikirkan.
Ketiga temannya pun menghampiri Yuan yang berdiri di depan pintu, menanyakan apa yang terjadi diantara Yuan dan Teuku. Sedangkan Annisa, ia sadar sekarang sudah ada orang yang paling ia benci, namun ia justru senang karena akhirnya ialah yang mendapatkan Teuku.
Tak ada yang tahu apa isi hati Yuan maupun Teuku, keduanya sama sakit. Teuku terpaksa melakukan itu karena ia ingin melihat apakah Yuan benar benar memutuskan hubungan dengannya atau tidak, apakah Yuan masih sayang kepadanya atau tidak. Namun sepertinya, Teuku melakukan kesalahan yang sangat fatal akibatnya.
Yuan yang berdiri diambang pintu pun tersadar ketika Sindi teriak tepat di depan mukanya "aku gapapa" hanya kata itu yang ia lontarkan ketika ada yang menanyakan kabarnya, bagaimana orang tidak heran? Baju yang biasa Yuan pakai selalu rapih, kini berantakan, rambut yang selalu terikat rapih, kini terurai lepas.
Kemudian Yuan pun pergi ketempat duduknya untuk menyimpan tas dan kembali keluar kelas.
Hatinya terlalu sakit untuk menerima semuanya, dulu saat ia seperti ini orang yang pertama menenanginya ialah Teuku, namun kini pupus sudah harapan itu, kini Yuan membenci sosok Teuku, ia hanya bisa diam di taman membelakangi lapangan, di depannya adalah ruangan kosong yang tidak berpenghuni, cukup menakutkan bagi seseorang yang melintasi tempat itu, tidak bagi Yuan, ia hanya bisa menangis sesenggukan dan meremas ujung roknya.
"Rasa itu sangat cepat tumbuh, aku terlanjur menyayangimu, aku terlanjur nyaman kepadamu, hatiku sudah terlanjur kupercayakan kepadamu, sakit Teuku, ini sungguh sakit!" batin Yuan
---------
Like dan komentarnya!
__ADS_1