
Chapter 13
*------- ---- -----*
"anjay babaturan urang tea atuh" (anjay teman saya gituloh) sungut Dwi
"gilaseh bakalan rame inima, siap siap perang dunia dimulai" balas Sindi
"urat malunya putus nih temen gue" kesal Ummu
"subhanallah Yuan! Nah itu teman saya!" senang Dzulfa
"Yuan gituya?" heran Teuku
"Yuan seberani itukah sama gua?" heran Zia
"what? Berani banget dia kayak gitu?" heran Annisa
Saat Yuan turun dari panggung, Teuku pun menyeret Yuan ke tempat sepi karena ada yang ingin dibicarakan dengannya
"kamu harusnya gak kayak gitu Yuan, itu salah!" ucap Teuku dengan nada meninggi
"kamu kok belain dia yang udah malu maluin aku??" heran Yuan
"aku gak nyangka kamu kayak gini, kirain kamu bakal kasih dukungan atau nenangin aku,tapi kamu malah ngebentak aku kayak gini, aku salah, maaf ya" sambung Yuan sambil menunduk dan menangis
"gausah nangis, gapantes, udah tau kamu salah, ngapain nangis?!" bentak Teuku
"aku tau aku salah, tapi apa masalah kamu sampai bentak bentak aku kayak gini?! Aku cape! Pengen istirahat!" bentak Yuan
Lalu Yuan pun pergi dengan emosi yang membara
"apa yang gue lakuin sama dia? Kenapa gue ngebentak dia? Aaaaah!" emosi Teuku
"gue harus minta maaf!" sambungnya
..
"Yuan, aku mau bicara sama kamu" bujuk Teuku
"apa? Belum puas kamu bentakin aku? Belum puas kamu salahin aku?" tanya Yuan bertubi tubi
__ADS_1
"udah deh ya, aku cape" sambung Yuan lalu pergi meninggalkan teman temannya termasuk Teuku
"lo bentakin temen gue? Hah?! Jawab ****!" kesal Dwi
"apa yang lo lakuin sama temen gue sampe kayak gitu?!" kesal Sindi
"ga nyangka ya gue, lo sakitin temen gue, mana janji lo dulu sama gue?!" bentak Dwi
"maaf.." ucap Teuku
"maaf doang? Ngapain lo minta maaf sama kita?! Minta maaf sono sama Yuan!" ucap Ummu sambil mendelik kearah Teuku
"gue gamau ya lo nyakitin sahabat gue lagi! Denger baik baik ya!" bentak Dzulfa sangat keras sehingga membuat semua siswa siswi pun menoleh kearah mereka dan membicarakan apa yang terjadi
"gausah bacot! Orang gaada masalah apa apa juga!" sinis Dzulfa, lalu mereka pun kembali ke obrolan masing masing
"susul sono, ngapain lo masih disini?!" kesal Dzulfa menyuruh Teuku untuk menemukan Yuan dan menjelaskan semuanya
Disisi Yuan
"Pasha ga mungkin nyentak gue, apa yang gue lakuin? Gue pernah janji sama diri gue sendiri kalo gue bakalan nunggu Pasha dan gue gaakkan melirik cowo manapun selain Pasha! Iya gue harus mutusin Teuku! Tuhan apa yang gue lakuin? Sadar Yuan sadar! Teuku bukanlah Pasha, pertemanan ku pun baru beberapa hari, dan Teuku sudah mengajak ku untuk berpacaran dengannya, apa yang udah gue lakuin, gue berkhianat sama diri gue sendiri!" batin Yuan didalam kamar mandi sambil menangis.
Lalu Teuku pun datang sambil ngos ngosan karena ia berlari kesana kemari mencari Yuan sampai akhirnya mereka bertemu di lorong sekolah dekat kamar mandi
"Ada yang mau aku omongin sama kamu" jawab Yuan datar
"sebelum itu maafin aku dulu ya, aku ga sengaja?" bujuk Teuku
"aku sudah memaafkanmu, tapi maaf kita berakhir sampai sini saja ya?" tegas Yuan dengan wajah datarnya
"kamu bercanda kan? Aku gamau" polos Teuku
"aku ga bercanda Teuku"
"aku gamau"
"apa alasannya?"
"aku mencintaimu"
"jika itu alasannya, kamu gaakkan membentak orang yang kamu cintai apapun alasannya, jika kamu mencintaiku, kamu tidak akan membuatku terluka, jika kamu mencintaiku, kamu akan menjaga perasaan ini, tau sakit? Tau terluka?"
__ADS_1
"maaf Yuan" ucap Teuku sambil memeluk Yuan dan mengecup puncak kepalanya
"its ok"
"apa kamu memaafkanku? Aku mohon jangan berakhir?" pinta Teuku
"oh tuhan, aku luluh dengan perasaan ini! Maafkan aku telah berkhianat mengingkari janjiku kepada diriku sendiri! Kumohon maafkan aku tuhan" batin Yuan
"ok"
"makasihh Yuan makasih, aku janji akan menjaga perasaanmu!" syukur Teuku
Acara pun berakhir dengan nyanyian nyanyian persembahan dari Indana Dzulfa
'''Aku tak tahu apa yang lain,
darimu hari ini,
apa itu karena sepatu flatmu,
atau kukumu yang baru kau warnai,
pernahkah kau bertanya,
seperti apa bentuk, air tanpa wadah,
pernahkah kau mengira,
seperti apa bentuk cinta
Rambut warna warni bagai gulali,
imut lucu walau tak terlalu tinggi,
pipi chubby dan kulit putih,
senyum manis gigi kelinci,
membuat ku tersadar bentuk cinta itu,
ya kamu...'''
__ADS_1
------
Like dan komentarnya!