Dilemaku

Dilemaku
Chapter 17


__ADS_3

Chapter 17


*------- ---- -----*


Saat sesampainya di Ruang Osis


Mereka sibuk membicarakan akan datang murid baru, cowo, dan yup kaum hawa pun bertanya tanya, seperti apa siswa barunya di sekolah Bangsa itu, apakah tampan? Cerdas? Berdada bidang? Tinggi? Putih? Atau seperti apa?


"Yuan kamu gatau kalo anak baru itu berasal dari tetangga mu? Katanya baru semalam pindah?" kata Dwi yang asik menggosipkan lelaki itu


"apa ini ada hubungannya dengan kejutan yang disiapkan oleh ayah, mamah dan bang Rasya?" gumam Yuan dalam hati


"ngomong apa lu?" tanya Ummu


"eh gapapa" balas Yuan dengan cengiran yang menunjukan pipi bolongnya, membuatnya semakin manis saja di kaum adam


"gajadi kumpulan, ketos barunya ada urusan mendadak, jadi kita di pulangin" ucap waketos baru angkatan Yuan


"yeh udah nunggu lama"


"banyak bacot gaboong"


"lah?"


"yes gajadi"


Dan banyak lagi


"gue duluan, ada urusan" ucap Yuan sambil mengambil tas yang tadi ia simpan di dalam R. Osis tersebut


"oke hati hati" serempak ketiganya


"assalamualaikum" ucap Yuan memberikan salam


"walaikumsalam" serempak ketiganya, entahla akhir akhir ini mereka semua nampak kompak seperti telah terjadi sesuatu.


Sesampainya dirumah


"ko banyak tamu sih? Ada apa? Gaada bendera kuning kan?!" gumam Yuan gemetaran


"a..as...assalamuaikum mah..a..ayah..ss..se..semua" gugup Yuan

__ADS_1


"walaikumsalam" ucap seseorang di belakang Yuan


_suara itu? Suara yang aku tunggu tunggu beberapa tahun akhir ini? Suara yang sangat aku rindukan? Suara yang membuatku menutup hati untuk orang lain? Suara yang merubah sikapku terhadap lelaki lain?_ batin Yuan


-engga ini mimpi! Ga mungkin!" gumam Yuan


"lagi ga mimpi kok Yuan" jelas suara itu


"engga engga, dia pasti udah bahagia!" ucap Yuan menutup mata


"jadi kamu ga kangen nih sama aku? Sebenarnya----" ucap seseorang itu terpotong ketika Yuan tiba tiba memeluknya


"Pasha kamu kemana aja? Aku sakit! Aku benci kamu hilang gitu aja! Aku benci! Aku benci! Aku mau---" ucap Yuan terpotong saat Pasha menutup mulutnya dengan tangannya


"sstt, aku sayang kamu, maafin aku udah menghilang selama hampir 3 tahun ini, aku kecelakaan saat ingin menuju rumah mu untuk mengikat janji, aku mengalami amnesia selama 2 tahun terakhir, dan selama 2 tahun aku menghilang, aku dirawat keluarga yang sangat menyayangiku seperti menyayangi anaknya sendiri, bulan kemarin, aku berhasil mengingat semua kenangan kita, aku mengunjungi rumahku sendiri, disana aku menceritakan kejadian sebenarnya kepada orang tua ku, jadi saat itu juga aku orang tuaku dan orang tuamu merencanakan ini semua, aku sakit mendengar kamu sudah jadi pacar orang lain, tapi aku bertahan karena aku yakin, kamu ga semudah itu untuk melupakan aku, dan sekarang karena kamu sudah tidak menjadi pacar siapapun, izinkan aku untuk menyambung hari dimana kamu kehilangan aku, dan aku kehilangan memoriku, maukah kamu menikah denganku? Menjadi ibu dari anak anakku? Menjadi nenek dari cucu cucu ku? Maukah kamu menemaniku disaat duka dan suka? Maukah kamu menua bersamaku? Ketika aku sudah tidak tampan dan gagah seperti sekarang? Maukah kamu hidup bersamaku?" jelas Pasha


"sebelumnya, maafin aku pernah mencari pelampiasan saat kamu gaada disampingku, maaff... Dan aku... Aku mau menikah denganmu, aku mau jadi ibu dari anak anak mu, aku mau menjadi nenek dari cucu cucu mu, aku mau menemanimu saat duka dan suka, aku mau, dan aku mau kamupun menerima dan mencintai segala kekuranganku..." balas Yuan tulus


" I Love You " ucap Pasha


" I Love You Too " balas Yuan dengan air mata bahagia


"udah udah woy udah, nyamuk elahhhhh" kesal Rasya


"kamu lupa kalau kita seumuran? Dan aku lebih pintar darimu makanya aku loncat kelas?" selidik Pasha


"yaampun bener😂" tawa renyah Yuan pun keluar


"aku yang amnesia, kamu yang lupa" tawa Pasha sambil mencubit gemas pipi Yuan


"heh bocah, ih kesel ah gua gadianggap, kacang mahal woi, nyamuk nyamuk astaghfirullah!" teriak Rasya


"yang jomblo berkoar hahahaha!" tawa Yuan tanpa menoleh kearah Rasya


"Rasya sabar sayang, jangan marah marah lagi" tenang perempuan itu


"hah sayang?" gumam Yuan lalu menoleh kearah abangnya itu


"apa lo liat liat? Kaget lo hah?! Hahahaha!" puas Rasya meledek Yuan


"subhanallah teteh cantik banget" puji Yuan tanpa memperdulikan abangnya itu

__ADS_1


"terima kasih, oh iya kenalin saya Sarah Azzahra, baisa dipanggil Sarah, dan kamu Yuan kan? Abangmu yang satu ini selalu menceritakan mu, hehe" perkenalan Sarah kepada Yuan


"ohh teh Sarah,, iya iya" balas Yuan dengan senyum


"astaghfirullah lupa" kaget Pasha sambil mengecek setiap saku celana dan saku baju


"kenapa?! Ada apa?!" kaget Yuan tak Kalah


"duhh, itu lohh... Itu yang bulet bulet... Ituu apa sih namanya.... Lupa aku..." kesal Pasha


"kalian nyari ini?" orang tua dari Pasha pun datang


"nah iya ini, sini mah biar aku yang makein dijari manis bidadariku" cengir Pasha kepada ibunya


Lalu Pasha pun memakaikan cincin sederhana namun harganya yang fantastic di jari manis sebelah kiri Yuan


"sekarang kamu dah jadi milik aku!" seru Pasha dan akhirnya mereka mengobrol lama sampai malam


Pasha seolah tak ingin berpisah lagi dengan Yuan, ia menyayanginya.


"kamu pulang yaa, besok aku mau kamu jemput aku, terus nanti berangkat bareng" pinta Yuan


"yaydah deh, gapapa lagian kan nanti sekelas sama kamu juga, hehehe" tawa Pasha


"hah? Pasti ini ide kamu kan?" selidik Yuan


"jelas! Siapa dulu dong?" sombong Pasha kepada Yuan


"ih bawel, pulang ga? Aku usir nih, besok pagi oagi kamu jemput aku ya?" ucap Yuan


"pake motor apa mobil?" tanya Pasha


"motor aja deh hehe" jawab Yuan


"oke sampai besok pagi ya panda muah muah ku yang paling unch" goda Pasha


"sampai besok juga beruang kutub ku" goda Yuan


Setelah mereka berpamitan, Pasha pun langsung pulang menyusul Orang tuanya karena hari semakin larut.


"aku terjebak diantara keduanya, jika ada pepatah yang bilang 'jika kamu mencintai dua orang sekaligus maka kamu harus memilih orang kedua, karena tak akan ada orang kedua bila kamu sangat mencintai orang pertama' sepertinya itu tak berarti bagiku, aku terlanjur benci dengan Teuku, ntahla hatiku kini berwarna semenjak Pasha kembali" gumam Yuan berdiri di balkon kamarnya.

__ADS_1


-----------


Like dan komentarnya!


__ADS_2